Rabu, 24 Juni 2015

0 Jangan Campur-adukkah yang Haq dengan yang Bathil

Allah SWT telah menurunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, diantaranya adalah memberi petunjuk bagi mereka, agar mereka bisa membedakan antara yang haq dengan yang bathil.

Kebenaran itu datangnya dari Tuhan kita; maka kita jangan mencampur adukkan yang haq tersebut dengan kebathilan. Kita harus berani mengatakan bahwa yang hak itu adalah haq dan yang bathil itu bathil.

Telah nampak kerusakan-kerusakan, yang dilakukan oleh orang-orang yang suka mencampur adukkan haq dengan bathil. Contohnya adalah, merusak sejarah para Rasul dan mencampur adukkan kisah-kisahnya dengan mitos atau dengan kisah-kisah yang mereka buat sendiri. Kita bisa melihat contohnya di sini.

Mari kita perhatikan, bagaimana Nabi Ibrahim saat menghancurkan kebathilan dengan menghancurkan berhala-berhala yang disembah oleh ayahnya dan kaumnya.

وَلَقَدْ آتَيْنَا إِبْرَاهِيمَ رُشْدَهُ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِهِ عَالِمِينَ
Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya.
QS. al-Anbiya (21) : 51
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَـٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ
ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?”
QS. al-Anbiya (21) : 52
قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ
Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya”.
QS. al-Anbiya (21) : 53
قَالَ لَقَدْ كُنتُمْ أَنتُمْ وَآبَاؤُكُمْ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata”.
QS. al-Anbiya (21) : 54
قَالُوا أَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ أَمْ أَنتَ مِنَ اللَّاعِبِينَ
Mereka menjawab: “Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?”
QS. al-Anbiya (21) : 55
قَالَ بَل رَّبُّكُمْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الَّذِي فَطَرَهُنَّ وَأَنَا عَلَىٰ ذَ‌ٰلِكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ
Ibrahim berkata: “Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu”.
QS. al-Anbiya (21) : 56
وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ
Dan demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.
QS. al-Anbiya (21) : 57
فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلَّا كَبِيرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ
Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali kepadanya.
QS. al-Anbiya (21) : 58
قَالُوا مَن فَعَلَ هَـٰذَا بِآلِهَتِنَا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ
Mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim?”
QS. al-Anbiya (21) : 59
قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ
Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”.
QS. al-Anbiya (21) : 60
قَالُوا فَأْتُوا بِهِ عَلَىٰ أَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ
Mereka berkata: ” (Kalau demikian) bawalah dia ke hadapan orang banyak agar mereka menyaksikan”.
QS. al-Anbiya (21) : 61
قَالُوا أَأَنتَ فَعَلْتَ هَـٰذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ
Mereka bertanya: “Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?”
QS. al-Anbiya (21) : 62
قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَـٰذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِن كَانُوا يَنطِقُونَ
Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”.
QS. al-Anbiya (21) : 63
فَرَجَعُوا إِلَىٰ أَنفُسِهِمْ فَقَالُوا إِنَّكُمْ أَنتُمُ الظَّالِمُونَ
Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang zalim”,
QS. al-Anbiya (21) : 64
ثُمَّ نُكِسُوا عَلَىٰ رُءُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَـٰؤُلَاءِ يَنطِقُونَ
kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): “Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara”.
QS. al-Anbiya (21) : 65
قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكُمْ شَيْئًا وَلَا يَضُرُّكُمْ
Ibrahim berkata: “Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu?”
QS. al-Anbiya (21) : 66
أُفٍّ لَّكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Ah (celakalah) kamu beserta apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?
QS. al-Anbiya (21) : 67
قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ
Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”.
QS. al-Anbiya (21) : 68
قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ
Kami berfirman: “Wahai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim!”
QS. al-Anbiya (21) : 69
وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ
Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. QS. al-Anbiya (21) : 70
وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ
Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. QS. al-Anbiya (21) : 71
وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ نَافِلَةً ۖ وَكُلًّا جَعَلْنَا صَالِحِينَ
Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishak dan Yaqub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh. QS. al-Anbiya (21) : 72
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ ۖ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ
Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu beribadah.
QS. al-Anbiya (21) : 73

Demikianlah kisah Nabi Ibrahim dalam memberantas kebathilan. Kita harus memiliki keberanian seperti keberanian yang dimilikinya.

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

0 Diantara Hadits-hadits Rasulullah Mengenai Tanda-tanda Hari Kiamat itu

HARTA RIBA TERDAPAT DI MANA-MANA
Dari Abu Hurairah Ra. Dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang pun kecuali dia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau dia tidak memakannya secara langsung, dia akan terkena debunya.” (HR. Ibnu Majah)
Keterangan: Kandungan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini sangat jelas terjadi di hadapan mata kita pada hari ini.

ORANG MINUM KHAMAR (ARAK) DAN MENAMAKANNYA BUKAN KHAMAR ATAU BUKAN ARAK
Dari Abu Malik Al-Asy’ari Ra. katanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Sesungguhnya akan ada sebagian dari umatku yang meminum khamar dan mereka menamakannya dengan nama yang lain. (Mereka meminum) sambi! diiringi dengan alunan muZik dan suara penyanyi wanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi (dengan gempa bumi) dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengubah mereka menjadi kera atau babi.” (HR. Ibnu Majah)

ORANG BAIK AKAN BERKURANGAN DAN ORANG JAHAT AKAN BERTAMBAH

Dari Aisyah Ra. Dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga seorang anak menjadi sebab kemarahan (bagi ibu bapanya) hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas), akan bertambah banyak orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik, anak-anak menjadi berani melawan ibu bapa serta orang yang jahat berani melawan orang-orang baik. (HR. Thabrani)

UMAT ISLAM IKUT JEJAK LANGKAH YAHUDI DAN NASHRANI

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Ra. ia berkata: Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu akan mengikuti mereka”. Sahabat bertanya. “Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nashrani yang Tuan maksudkan?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Siapa lagi?” (kalau bukan mereka). (HR. Muslim)

Keterangan: Umat Islam akan mengikuti jejak langkah atau “cara hidup” orang-orang Yahudi dan Nashrani, hingga dalam urusan yang kecil dan yang remeh sekalipun. Contohnya, jikalau orang Yahudi dan Nashrani masuk ke lubang biawak yang kotor dan sempit sekali pun, orang Islam akan terus mengikuti mereka.

Pada zaman sekarang, kita dapat melihat kenyataan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini. Banyak orang Islam yang kehilangan pegangan di dalam kehidupan. Mereka banyak meniru “cara hidup” Yahudi dan Nashrani, baik disedari atau pun tidak disedari. Banyak orang Islam yang telah terperangkap dalam tipu muslihat Yahudi dan Nashrani baik itu dari kalangan artis, penguasa dan pejabat serta orang2 yg munafik dan murtad  dan ada pula yang sekaligus menjadi alat untuk kepentingan mereka dajjal Laknatullah.

UJIAN DAHSYAT TERHADAP IMAN
Dari Abu Hurairah Ra. bahawasanya Rasulullah SAW bersabda: “Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seperti malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian di waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau (Syak Perawi Hadis) seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian pada keesokan harinya dia sudah menjadi kafir. Dia telah menjual agamanya dengan sedikit harta benda keduniaan “, (HR. Muslim)

Keterangan: Hadis ini menerangkan kepada kita betapa dasyat dan hebatnya ujian terhadap keimanan seseorang di akhir zaman. Seseorang yang beriman di waktu pagi, tiba-tiba dia menjadi kafir di waktu petang. Begitu pula dengan seseorang yang masih beriman di waktu petang. Tiba-tiba besuk paginya telah menjadi kafir. Begitu cepat perubahan yang berlaku. Iman yang begitu mahal boleh gugur di dalam godaan satu malam atau satu hari saja, sehingga banyak orang yang menggadaikan imannya kerana hanya hendak mendapatkan sedikit harta benda dunia. Dunia lebih dicintai mereka daripada iman. Menurut riwayat Ibnu Majah, beliau menambahkan, “Kecuali orang yang hatinya dihidupkan Allah SWT dengan ilmu.”
Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita di antara orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya, sehingga dengan ilmu dan amalan kita, Allah SWT akan menyelamatkan iman kita dari ujian yang dasyat tersebut.

MUNCULNYA KHAZANAH-KHAZANAH BUMI

Dari Ibnu Umar Ra. Dia berkata: “Pada satu ketika dibawa ke hadapan Rasulullah SAW sekeping emas. Emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dibawa oleh Bani Sulaim dari khazanah simpanan mereka. Maka sahabat berkata: “Wahai Rasulullah! Emas ini adalah hasil dari khazanah kita”. Lalu Nabi SAW menjawab, “Nanti kamu akan dapati banyak khazanah-khazanah dan mereka yang akan menguasainya adalah orang-orang jahat. (HR. Baihaqi)

Keterangan: Tepat sekali apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW pada lima belas abad yang lalu. Hari ini dunia Islam sangat kaya dengan khazanah bumi, seperti emas, perak, timah, minyak dan lain-lain, tetapi yang mengurus dan menguasainya adalah orang-orang yang bukan Islam. Ini adalah suatu realitas yang sangat jelas di mata kita dan merupakan salah satu di antara tanda dekatnya hari qiamat.

WAKTU MENJADI PENDEK
Dari Anas bin Malik Ra. Dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan berlaku qiamat sehingga waktu terasa pendek, maka setahun dirasakan seperti sebulan, sebulan dirasakan seperti seminggu, seminggu dirasakan seperti sehari, sehari dirasakan seperti satu jam serta satu jam dirasakan seperti satu kilatan api. ” ( sebentar sahaja, SEPERTI Goncangan Api). (HR. Tirmizi)

PEPERANGAN DEMI PEPERANGAN TERUS BERLAKU
Dari Abu Hurairah Ra., katanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Hari qiamat tidak akan berlaku sehingga harta benda melimpah ruah dan timbul banyak fitnah (ujian, kesesatan, kekufuran, kegilaan, penderitaan, mushibah) serta selalu berlaku “al-Harj”. Sahabat bertanya, “Apakah al-Harj itu wahai Rasulullah?”. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Peperangan, peperangan, peperangan. Baginda mengulanginya tiga kali”. (HR. Ibnu Majah)

HAMBA MENJADI TUAN DAN BERDIRINYA BANGUNAN-BANGUNAN PENCAKAR LANGIT

Dari Umar bin al-Khaththab Ra. Dia berkata (dalam sebuah Hadis yang panjang): “Kemudian Jibril bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Maka khabarkan kepadaku tentang hari qiamat?” Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab .. , “Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui dari orang yang bertanya.” Maka Jibril berkata, “Kalau begitu cuba khabarkan kepadaku tanda-tandanya, ” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “hamba sahaya akan melahirkan tuannya dan engkau melihat orang berjalan tanpa kasut (alas kaki), bertelanjang lagi miskin, hanya menggembala kambing, berlumba-lumba mendirikan bangunan tinggi-tinggi.” (HR. Muslim)

Keterangan: Di antara tanda qiamat ialah, bila hamba sahaya melahirkan tuannya. Maksudnya akan banyak bilangan hamba yang kemudian akan dinodai oleh tuannya dan melahirkan anak. Maka anak ini berpangkat ayahnya, iaitu sebagai tuan ibunya sendiri. Ada juga sebagian yang memberikan pendapat, contoh ini adalah simbolik kepada keadaan yang sudah terbalik, di mana hamba menguasai tuan, bukan tuan yang berkuasa ke atas hambanya. Jadi pemikiran manusia sudah terbalik, di mana yang baik dikatakan buruk dan yang sebenamya buruk dikatakan baik.

MENGAPA DUNIA ISLAM MENJADI SASARAN PEMUSNAHAN

Dari Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy (isteri Rasulullah SAW ), beliau berkata:” (Pada suatu hari) Rasulullah SAW masuk ke dalam rumahnya dengan keadaan cemas sambil bersabda: “La ilaha illallah, celaka (binasa) bangsa Arab dari kejahatan (malapetaka) yang sudah hampir menimpa mereka. Pada hari ini telah terbuka bagian dinding Ya’juj dan Ma’juj seperti ini” dan Baginda mendekatkan hujung ibu jari dengan hujung jari yang sebelahnya (jari telunjuk) yang dengan itu mengisyaratkan seperti bulatan. Saya (Zainab binti Jahsy) lalu bertanya: Ya Rasulullah! Apakah kami akan binasa, sedangkan di kalangan kami masih ada orang-orang yang soleh?” Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Ya, jikalau kejahatan sudah terlalu banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keterangan:Hadis di atas menerangkan, apabila di suatu tempat atau daerah sudah terlalu banyak  kejahatan, kemungkaran dan kefasikan, maka kebinasaan akan menimpa semua orang yang berada di tempat tersebut. Tidak hanya kepada orang jahat sahaja, tetapi orang-orang soleh juga akan dibinasakan, walaupun masing-masing pada hari qiamat akan diperhitungkan menurut amalan yang telah dilakukan.

Oleh karena itu segala bentuk kemungkaran dan kefasikan hendaklah segera dibasmi dan segala kemaksiatan hendaklah segera dimusnahkan, supaya tidak terjadi malapetaka yang bukan sahaja akan menimpa orang-orang yang melakukan kemungkaran dan kejahatan tersebut, tetapi juga akan menimpa semua penduduk yang berada di tempat tersebut.

SELURUH DUNIA DATANG MENGERUMUNI DUNIA ISLAM
Dari Tsauban Ra. berkata Rasulullah SAW bersabda; “Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni talam hidangan mereka”. Maka salah seorang sahabat bertanya, “Apakah kerana kami sedikit pada hari itu?” Nabi Rasulullah SAW menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’. Seorang sahabat bertanya: “Apakah ‘wahan’ itu, hai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Cinta dunia dan takut mati“. (HR. Abu Daud)

Keterangan: Memang benar apa yang disabdakan Rasulullah SAW tersebut. Keadaan umat Islam pada hari ini, menggambarkan kebenaran apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Umat Islam walaupun mereka dalam jumlahnya banyak, iaitu 1000 juta 1/5 penduduk dunia), tetapi mereka sering menjadi tuduhan negatif dan menjadi alat permainan bangsa-bangsa lain. Mereka ditindas, dipinjak-pijak, dibunuh dan sebagainya. Bangsa-bangsa dari seluruh dunia walaupun berbeza agama, mereka bersatu untuk melawan dan melumpuhkan kekuatan umat Islam.

Sebenarnya, sebab kekalahan kaum Muslimin adalah dari dalam diri kaum Muslimin itu sendiri, iaitu adanya penyakit “wahan” yang merupakan penyakit campuran dari dua unsur yang sering wujud dalam bentuk kembar dua, iaitu “cinta dunia” dan “takut mati”. Kedua penyakit ini tidak dapat dipisahkan. “Cinta dunia” bermakna tamak, rakus, bakhil dan tidak mahu menyumbangkan harta di jalan Allah SWT “Takut mati” bermakna senang dengan kehidupan dunia dan tidak membuat persediaan untuk menghadapi negeri akhirat dan tidak ada perasaan untuk berkorban dengan diri dan jiwa dalam memperjuangkan agama Allah SWT.

Di antara tanda-tanda Kiamat ialah:
(1) Bila anak-anak menjadi sebab kemarahan orang tuanya.
(2) Bila hujan berkurang, cuaca menjadi panas dan udara telah tercemar (menjadi kotor).
(3) Orang jahat bertambah banyak dan dorongan untuk membuat kejahatan sangat banyak.
(4) Orang yang berbuat kebaikan sedikit dan tidak mendapat kemudahan yang sewajarnya.
(5) Anak-anak sudah berani melawan orang tua.
(6) Orang-orang yang jahat berani melawan orang-orang yang baik dan tidak malu terhadap mereka.

Telah terbukti corak masyarakat kita pada hari ini tidak banyak bezanya dari apa yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tadi. Setiap hari kita melihat kebenaran dari apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kita berdoa mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dan anak cucu kita dari golongan yang disebutkan tadi.

DUA GOLONGAN PENGHUNI NERAKA
Dari Abu Hurairah Ra. Dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,. ”Ada dua golongan yang akan menjadi penghuni Neraka, keduanya belum pernah aku lihat mereka. Pertama, golongan (penguasa) yang mempunyai tongkat bagaikan ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang. Kedua, perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, lenggang-lenggok waktu berjalan, mengayun-ayunkan bahu. Kepala mereka (sanggul di atas kepala mereka) bagaikan punggung (punggung unta yang condong). Kedua golongan ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan dapat mencium bau harumnya. Sesungguhnya bau harum syurga itu sudah tercium dari jarak perjalanan yang sangat jauh, (HR. Muslim)

Keterangan: Kebenaran sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini dapat kita lihat dari realitas masyarakat kita pada hari ini. Ada golongan yang mudah memukul orang lain dengan tongkat tanpa ditanya, bertindak dengan hukum rimba. Banyak perempuan yang berpakaian tetapi telanjang. Maksudnya, kalau dikatakan berpakaian ya masih berpakaian, karena masih ada secuil kain di atas badan, dan kalau kita katakan bertelanjang pun bisa juga, karena walaupun berpakaian tetapi hanya dengan secarik kain saja, sebagian auratnya dapat dilihat atau sosok tubuh dapat dilihat karena pakaiannya terlalu nipis dan ketat, maka samalah dengan maksud bertelanjang. Atau pun dia berpakaian dengan pakaian yang sangat tipis sehingga memperlihatkan warna kulit dan menampakkan bentuk aurat. Kemudian berjalan sambil menghayun-hayunkan badan dengan sanggul yang besar, seperti punggung unta.

Kedua-dua golongan ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan dapat mencium bau harumannya, walaupun semerbak harumnya telah tercium dari jarak perjalanan selama 500 tahun sebelum sampai kepadanya.

SIFAT AMANAH AKAN HILANG SEDIKIT DEMI SEDIKIT

Dari Huzaifah bin Al-Yaman Ra. katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah memberitahu kami dua buah Hadis (mengenai dua kejadian yang akan berlaku). Yang pertama sudah saya lihat, sedangkan yang kedua saya sedang menanti-nantikannya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberitahu bahwasanya sifat amanah itu turun ke dalam lubuk hati orang-orang tertentu. Kemudian turunlah Al Quran. Maka orang-orang itu lalu mengetahuinya melalui pedoman Al Quran dan mengetahuinya melalui pedoman As-Sunnah. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; menceriterakan kepada kami tentang hilangnya amanah, lalu Baginda bersabda: “Seseorang itu tidur sekali tidur, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, kemudian tertinggallah bekasnya seperti bekas yang ringan saja. Kemudian dia tertidur pula, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, maka tinggallah bekasnya seperti melepuh di tangan (menggelembung di tangan dari bekas bekerja berat seperti menggunakan kapak atau cangkul). Jadi seperti bara api yang kau gelindingkan dengan kakimu, kemudian menggelembunglah ia dan engkau melihat ia meninggi, padahal tidak ada apa-apa.” Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menceriterakan Hadits ini beliau mengambil sebuah batu kerikil lalu menggelindingkannya dengan kakinya.

“Kemudian pagi-pagi (jadilah) orang banyak berjual beli, maka hampir sahaja tidak ada seorang pun yang mau menunaikan amanah, sampai dikatakan orang bahwasanya di kalangan Bani Fulan (di tempat tertentu) ada seorang yang sangat baik memegang amanah, sangat terpercaya dan orang banyak mengatakan, “Alangkah tekunnya bekerja, alangkah indahnya pekerjaannya, alangkah cerdik otaknya. Padahal di dalam hatinya sudah tidak ada lagi keimanan sekalipun hanya seberat biji sawi.“
“Maka sesungguhnya telah sampai waktunya, saya pun tidak mempedulikan siapakah di antara kamu semua yang saya hendak bermubaya’ah (berjual-beli). Jikalau dia seorang Islam, maka agama-nyalah yang akan mengembalikannya kepadaku (maksudnya agama-nyalah yang dapat menahannya dari khianat). Dan jikalau dia seorang Nashrani atau Yahudi, maka pihak yang bertugaslah yang akan mengembalikannya kepadaku (maksudnya jika dia seorang Nashrani atau Yahudi maka orang yang memegang kekuasaan/pemerintahlah yang dapat membantu aku untuk mendapatkan semua hak-milikku darinya) Ada pun pada hari ini, saya tidak pernah berjual beli dengan kamu semua kecuali dengan Fulan dan Fulan (orang-orang tertentu saja).” (HR. Bukhari Muslim)

PENYAKIT UMAT-UMAT DAHULU TIMBUL KEMBALI
Dari Abu Hurairah Ra .. katanya: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Umatku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pemah menimpa umat-umat dahulu. ” Sahabat bertanya, “Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Penyakit-penyakit itu ialah :
(1) terlalu sombong,
(2) terlalu mewah,
(3) mengumpulkan harta sebanyak mungkin,
(4) tipu- menipu dalam merebut harta benda dunia,
(5) saling memarahi,
(6) dengki-mendengki, sehingga jadi zalim menzalimi.” (HR. Hakim)


Keterangan: Penyakit-penyakit yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tadi telah banyak kita lihat di kalangan kaum muslimin hari ini. Di sana sini kita melihat penyakit ini menular dalam masyarakat dengan ganasnya. Dunia Islam dilanda krisis rohani yang sangat halus dan merisaukan. Dengan kekosongan jiwa itulah mereka terdorong untuk mencari harta benda sebanyak-banyaknya untuk memuaskan hawa nafsu. Maka apabila hawa nafsu dituruti tentunya mereka akan menggunakan segala cara dan tipu muslihat. Pada saat ini, hilanglah nilai-nilai akhlak, yang masih ada hanyalah kecurangan, khianat, dengki mendengki dan sebagainya. Marilah kita renungkan maksud Hadis ini, dan marilah kita memperhitungkan diri sebelum kita diperhitungkannya di hadapan Allah pada hari qiamat nanti.

ISLAM KEMBALI ASING
Dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; “Islam mulai berkembang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)

AKAN LAHIR GOLONGAN ANTI HADITS

Dari Miqdam bin Ma’dikariba Ra. ia berkata: Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Hampir tiba suatu zaman di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas kurusi kemegahannya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis dari hadisku maka ia berkata: “Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah (Al-Quran) sahaja. Apa yang dihalalkan oleh Al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan”. (Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melanjutkan sabdanya): “Padahal apa yang diharamkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan Allah Subhanhu wa Ta’ala”. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah) .

Keterangan: Lelaki yang dimaksudkan di dalam Hadis ini ialah seorang yang mengingkari kedudukan Hadis sebagai sumber hukum yang kedua setelah Al-Quran. Ia hanya percaya kepada Al-Quran sahaja. Baginya, Hadis bukan menjadi sumber hukum dan tempat rujukan. Golongan ini dianggap telah keluar dari ikatan Agama Islam. Kerana ia tidak akan dapat memahami Al-Quran jika tidak kembali kepada Hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Al-Quran banyak menyebutkan garis-garis besar ajaran Islam dan dalam bentuk global, maka Hadislah yang berfungsi untuk memperincikan isi dan kandungan ayat-ayatnya serta menerangkan perkara yang sukar difahami. Oleh kerana itu, syariat tidak akan sempurna kalau hanya dengan Al-Quran sahaja, tetapi ia mesti disertai dengan Hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Keterangan:  Memang benar apa yang disabdakan Rasulullah SAW tersebut. Keadaan umat Islam pada hari ini, menggambarkan kebenaran apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Umat Islam walaupun mereka dalam jumlahnya banyak, iaitu 1000 juta 1/5 penduduk dunia), tetapi mereka sering menjadi tuduhan negatif dan menjadi alat permainan bangsa-bangsa lain. Mereka ditindas, dipinjak-pijak, dibunuh dan sebagainya. Bangsa-bangsa dari seluruh dunia walaupun berbeza agama, mereka bersatu untuk melawan dan melumpuhkan kekuatan umat Islam.

Sebenarnya, sebab kekalahan kaum Muslimin adalah dari dalam diri kaum Muslimin itu sendiri, iaitu adanya penyakit “wahan” yang merupakan penyakit campuran dari dua unsur yang sering wujud dalam bentuk kembar dua, iaitu “cinta dunia” dan “takut mati”. Kedua penyakit ini tidak dapat dipisahkan. “Cinta dunia” bermakna tamak, rakus, bakhil dan tidak mahu menyumbangkan harta di jalan Allah SWT “Takut mati” bermakna senang dengan kehidupan dunia dan tidak membuat persediaan untuk menghadapi negeri akhirat dan tidak ada perasaan untuk berkorban dengan diri dan jiwa dalam memperjuangkan agama Allah SWT.

GOLONGAN YANG SENTIASA MENANG
Dari Mughirah bin Syu’bah Ra. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sentiasa di kalangan umatku ada golongan yang selalu menang (dalam perjuangan mereka), sehingga sampailah pada suatu waktu yang dikehendaki Allah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka sentiasa menang. (HR. Bukhari)

Keterangan: Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan Umat Islam ini umat yang terakhir sekali. Oleh sebab itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji akan memelihara kitab-Nya (Al-Qur’an) dan berjanji untuk melahirkan generasi demi generasi yang akan memikul tugas dakwah hingga tetap wujud golongan mukminin di permukaan bumi ini.

UMAT ISLAM MEMUSNAHKAN ORANG-ORANG YAHUDI
Dari Abu Hurairah Ra .. bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidaklah akan berlaku qiamat, sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi, Apabila kaum Yahudi itu bersembunyi di balik batu dan pohon kayu, lalu batu dan pohon kayu itu berkata. “Wahai orang Islam. inilah orang Yahudi ada di belakang saya. Kemarilah! Dan bunuhlah dia!, kecuali pohon gharqad (sejenis pohon yang berduri), kerana sesungguhnya pohon ini adalah dari pohon Yahudi (oleh sebab itu ia melindunginya). (HR. Bukhari Muslim)

Keterangan: Hadits ini memberikan harapan yang sangat besar kepada kaum Muslimin dan menjanjikan kemenangan mereka dalam memerangi orang-orang Yahudi. Jadi walaupun orang-orang Yahudi merencanakan dan berusaha sekuat tenaga untuk membunuh dan menyesatkan Umat Islam, namun akhirnya kaum Yahudi akan binasa juga di dalam kepungan Umat Islam. Umat Islam akan membunuh dan menghapuskan kaum Yahudi yang ada di permukaan bumi ini dan Umat Islam akan ditolong oleh makhluk-makhluk Allah yang lain, sehingga batu dan pohon kayu pun akan memberi pertolongan kepada umat Islam.

MENGAPA DUNIA ISLAM MENJADI SASARAN PEMUSNAHAN
Dari Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy (isteri Rasulullah SAW), beliau berkata:” (Pada suatu hari) Rasulullah SAW masuk ke dalam rumahnya dengan keadaan cemas sambil bersabda: “La ilaha illallah, celaka (binasa) bangsa Arab dari kejahatan (malapetaka) yang sudah hampir menimpa mereka. Pada hari ini telah terbuka bagian dinding Ya’juj dan Ma’juj seperti ini” dan Baginda mendekatkan hujung ibu jari dengan hujung jari yang sebelahnya (jari telunjuk) yang dengan itu mengisyaratkan seperti bulatan. Saya (Zainab binti Jahsy) lalu bertanya: Ya Rasulullah! Apakah kami akan binasa, sedangkan di kalangan kami masih ada orang-orang yang soleh?” Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Ya, jikalau kejahatan sudah terlalu banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keterangan:  Hadis di atas menerangkan, apabila di suatu tempat atau daerah sudah terlalu banyak kejahatan, kemungkaran dan kefasikan, maka kebinasaan akan menimpa semua orang yang berada di tempat tersebut. Tidak hanya kepada orang jahat sahaja, tetapi orang-orang soleh juga akan dibinasakan, walaupun masing-masing pada hari qiamat akan diperhitungkan menurut amalan yang telah dilakukan. Oleh karena itu segala bentuk kemungkaran dan kefasikan hendaklah segera dibasmi dan segala kemaksiatan hendaklah segera dimusnahkan, supaya tidak terjadi malapetaka yang bukan sahaja akan menimpa orang-orang yang melakukan kemungkaran dan kejahatan tersebut, tetapi juga akan menimpa semua penduduk yang berada di tempat tersebut.

Dalam hadits di atas walaupun disebutkan secara khusus tentang bangsa Arab tetapi yang dimaksudkan adalah seluruh bangsa yang ada di dunia ini. Tujuan disebutkan bangsa Arab secara khusus kerana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sendiri dari kalangan mereka dan yang menerima Islam pada waktu permulaan pengembangannya adalah kebanyakan dari kalangan bangsa Arab dan sedikit demi sedikit dari bangsa lain.

Begitu pula halnya dalam masalah yang berkaitan dengan perkembangan umat Islam banyak bergantung kepada maju-mundurnya bangsa Arab itu sendiri. Selain itu, bahasa resmi Islam adalah bahasa Arab. Kemudian Ya’juj dan MaJuj adalah dua bangsa (dari keturunan Nabi Adam a.s.) yang dahulunya banyak membuat kerusakan di permukaan bumi, lalu batas daerah dan kediaman rnereka ditutup oleh Zulkarnain dan pengikut-pengikutnya dengan campuran besi dan tembaga, maka dengan itu mereka tidak dapat keluar, sehingga hampir tiba hari qiamat. Maka pada waktu itu dinding yang kuat tadi akan hancur dan keluarlah kedua bangsa itu dari kediaman mereka.l alu kembali membuat kerusakan di permukaan bumi. Apabila peristiwa ini telah terjadi, itulah tanda hari Qiamat sudah dekat.

SELURUH DUNIA DATANG MENGERUMUNI DUNIA ISLAM
Dari Tsauban Ra. berkata Rasulullah SAW bersabda; “Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni talam hidangan mereka”. Maka salah seorang sahabat bertanya, “Apakah kerana kami sedikit pada hari itu?” Nabi Rasulullah SAW menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’. Seorang sahabat bertanya: “Apakah ‘wahan’ itu, hai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Cinta dunia dan takut mati“. (HR. Abu Daud)

Keterangan: Memang benar apa yang disabdakan Rasulullah SAW tersebut. Keadaan umat Islam pada hari ini, menggambarkan kebenaran apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Umat Islam walaupun mereka dalam jumlahnya banyak, iaitu 1000 juta 1/5 penduduk dunia), tetapi mereka sering menjadi tuduhan negatif dan menjadi alat permainan bangsa-bangsa lain. Mereka ditindas, dipinjak-pijak, dibunuh dan sebagainya. Bangsa-bangsa dari seluruh dunia walaupun berbeza agama, mereka bersatu untuk melawan dan melumpuhkan kekuatan umat Islam. Sebenarnya, sebab kekalahan kaum Muslimin adalah dari dalam diri kaum Muslimin itu sendiri, iaitu adanya penyakit “wahan” yang merupakan penyakit campuran dari dua unsur yang sering wujud dalam bentuk kembar dua, iaitu “cinta dunia” dan “takut mati”. Kedua penyakit ini tidak dapat dipisahkan. “Cinta dunia” bermakna tamak, rakus, bakhil dan tidak mahu menyumbangkan harta di jalan Allah SWT “Takut mati” bermakna senang dengan kehidupan dunia dan tidak membuat persediaan untuk menghadapi negeri akhirat dan tidak ada perasaan untuk berkorban dengan diri dan jiwa dalam memperjuangkan agama Allah SWT.

BERKURANGNYA ORANG BAIK DAN ORANG JAHAT AKAN BERTAMBAH
Dari Aisyah Ra. Dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga seorang anak menjadi sebab kemarahan (bagi ibu bapanya) hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas), akan bertambah banyak orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik, anak-anak menjadi berani melawan ibu bapa serta orang yang jahat berani melawan orang-orang baik. (HR. Thabrani)

MUNCULNYA DAJJAL
Khutbah Rasulullah saw Mengenai Dajjal Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: "Rasululah S.A.W telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak berbicara masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: "Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerusakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal ini. Aku adalah NABI YANG TERAKHIR sedangkan kamu adalah umat yang terakhir.

Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin.

"Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.

"Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baru. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.

"Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk"

Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: "Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?" Orang Arab itu akan berkata: "Tentu." Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: "Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu."

"Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: "Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula.

Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Allaih itu bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: "Tuhanku adalah ALLAH, sedangkan engkau adalah musuh ALLAH." Orang itu berarti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi derajatnya di Syurga.

"Hanya orang-orang yang beriman, beramal soleh, dan muslim walmuslimat saja yang bisa mengetahuinya tentang dajjal Laknatullah bermata 1. Mata Horus = Dajjal bermata 1 (satu) Laknatullah allaih DEWA Dan Tuhan Raja'nya Yahudi dan Nasrani.

Pembawa Fitnah akhir zaman. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Pada suatu hari Nabi saw. menceritakan Ad-Dajjal kepada orang-orang, lalu bersabda: Sesungguhnya Allah tidak buta mata sebelah, ingatlah sesungguhnya Ad-Dajjal itu buta mata sebelah kanan, bagaikan buah anggur yang timbul (menonjol). (HR. Bukhari & Muslim).

Fitnah Ad-Dajjal merupakan fitnah paling dahsyat sepanjang zaman. Demikian pesan Nabi Muhammad saw di dalam sebuah hadits riwayat Imam Ath-Thabrany.“Allah tidak menurunkan ke muka bumi - sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat - fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Dajjal.”

Namun dalam hadits lainnya – menurut Nabi Muhammad saw- ternyata ada lagi yang lebih mengkhawatirkan bagi ummat Islam & muslim.

 ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Dajjal disebut-sebut didekat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam lalu beliau bersabda: "Sungguh fitnah sebagian dari kalian lebih aku takutkan dari fitnahnya Dajjal bermata satu dan tidak ada seseorang dapat selamat dari badai fitnah sebelum fitnah Ad-Dajjal melainkan pasti selamat pula darinya (fitnah Dajjal) setelahnya. Dan tidak ada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini – baik kecil ataupun besar- kecuali untuk (menjemput) fitnah Ad-Dajjal." (HR. AHMAD - 22215)

Berdasarkan hadits di atas berarti kondisi menjelang datangnya puncak fitnah Ad-Dajjal merupakan kondisi yang lebih mengkhawatirkan menurut Nabi saw. Sebab menjelang kedatangan Ad-Dajjal akan hadir fitnah-fitnah yang sedemikian banyaknya sehingga barangsiapa bisa selamat menghadapinya, maka Nabi saw menjamin bahwa ia bakal selamat menghadapi puncak fitnah Ad-Dajjal yang kemunculannya tidak lama sesudah badai fitnah itu.

Dan itu berarti sebaliknya-pun demikian. Barangsiapa yang sudah terperosok ke dalam salah satu atau lebih fitnah di masa itu, niscaya ia bakal terperangkap ke dalam fitnah Ad-Dajjal yang kemunculannya tidak lama sesudah itu. Kondisi badai fitnah itulah yang digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW di dalam hadits di bawah ini. Dan kita perlu khawatir bahwa gambarannya sangat sesuai dengan kondisi dunia yang sedang kita hadapi dewasa ini. 

بَادِرُوا فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi masih mukmin dan diwaktu sore telah menjadi kafir, dan di waktu sore masih beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya demi kesenangan dunia." (HR. AHMAD - 8493)

Nabi saw memprediksi bakal datangnya potongan zaman yang sangat mirip dengan keadaan yang kita hadapi dewasa ini. Fitnah menyelimuti segenap aspek kehidupan sehingga dunia menjadi laksana sepenggalan malam yang gelap gulita. Sulit menemukan orang yang istiqomah. Sangat mudah melihat inkonsistensi manusia, termasuk mereka yang mengaku muslim sekalipun. Muslim melakukan dosa-dosa yang tidak sekedar menyebabkan dirinya dipandang sebagai bermaksiat di mata Allah walau imannya masih tetap diakui.

Namun ada pula mereka yang bahkan melakukan dosa-dosa yang menyebabkan batalnya iman-syahadatain pelakunya di mata Allah. Fitnah meliputi aspek budaya, media, sosial, politik, ekonomi, perdagangan, keuangan, hukum, ideologi, agama, pendidikan, medis, olah-raga, militer dan pertahanan-keamanan. Pendek kata seseorang bisa dengan mudah terperosok ke dalam fitnah karena berbagai aspek kehidupan dunia dewasa ini tidak berjalan berlandaskan petunjuk Ilahi.

Nilai-nilai yang bersumber dari Allah dan RasulNya tidak dijunjung tinggi. Nilai-nilai produk manusia-lah yang mendominasi. Tinggal pilih saja. Apakah mau terjebak ke dalam fitnah media, fitnah politik, fitnah hukum, fitnah budaya, fitnah pendidikan atau fitnah ekonomi? Atau bahkan mau borong beberapa fitnah sekaligus?  Silahkan, tinggal pilih...! Na’udzubillahi min dzaalik.


Hadits RASULULLAH Tentang Akhir Zaman Hingga Tanda Hari Kiamat Besar
Rasulullah S.A.W. "Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda
    1. Asap yg akan mematikan orang-orang yang beriman dan bertakwa
    2. Dajjal bermata 1.
    3. Binatang melata di bumi( DABBAH )
    4. Terbitnya matahari sebelah barat
    5. Turunnya Nabi Isa A.S & Imam mahdi.
    6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
    7. Gerhana di timur
    8. Gerhana di barat
    9. Gerhana di jazirah Arab
  10. Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat pengiringan mereka (Yaumul         akhir).

Beberapa tanda kiamat kubra lainnya adalah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat perkumpulan mereka, yaitu negeri Syam.

Hadits riwayat Zainab binti Jahsy ra.: Bahwa Nabi saw. bangun dari tidurnya sambil bersabda: Laa ilaaha illallaah, celakalah orang-orang Arab karena suatu bencana akan terjadi, yaitu hari ini dinding (bendungan) Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini. Dan Sufyan (perawi hadis ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari). Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan

Hadits riwayat Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bergerak-gerak di dalam tidurnya, maka kami bertanya: Wahai Rasulullah, ketika engkau tidur, engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan? Beliau menjawab: Mengherankan! Ada sekelompok manusia dari umatku yang datang menuju Baitullah karena seorang lelaki Quraisy yang berlindung di Baitullah, sehingga ketika mereka telah tiba di suatu padang sahara mereka dibenamkan. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, di jalan itu banyak berkumpul manusia? Beliau menjawab: Benar! Di antara mereka terdapat orang yang pintar, orang yang terpaksa dan ada juga orang yang dalam perjalanan mereka seluruhnya binasa dalam satu waktu lalu mereka akan dibangkitkan oleh Allah di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan niat mereka

Hadits riwayat Usamah ra.: Bahwa Nabi saw. menaiki salah satu bangunan tinggi di Madinah, kemudian beliau bersabda: Apakah kalian melihat apa yang aku lihat? Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah di antara rumah-rumahmu bagaikan tempat turunnya air hujan

Hadits riwayat Abu Bakrah ra., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila dua orang muslim saling bertarung dengan menghunus pedang mereka, maka pembunuh dan yang terbunuh, keduanya akan masuk neraka. Aku (Abu Bakrah) bertanya atau beliau ditanya: Wahai Rasulullah, kalau yang membunuh itu sudah jelas berdosa, tetapi bagaimana dengan yang terbunuh? Beliau menjawab: Karena sesungguhnya ia juga ingin membunuh saudaranya

Hadits riwayat Hudzaifah bin Yaman ra.: Hudzaifah bin Yaman berkata: Demi Allah, aku adalah orang yang paling mengetahui setiap fitnah yang akan terjadi dari sejak zamanku sekarang sampai hari kiamat, karena Rasulullah saw. pernah membisikkan kepadaku sesuatu tentang hal itu yang tidak pernah dibicarakan kepada orang selainku. Tetapi Rasulullah saw. pernah bersabda ketika beliau bicara dalam suatu majelis yang aku hadiri tentang fitnah. Kemudian Rasulullah saw. bersabda sambil menyebutkan satu-persatu fitnah-fitnah itu di antaranya adalah tiga fitnah yang hampir tidak meninggalkan sesuatu apa pun, di antaranya juga ada fitnah yang seperti hembusan angin musim panas, ada yang kecil dan ada yang besar

Hadits riwayat Abu Hurairah ra., Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Lalu terbunuhlah dari setiap seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata: Semoga akulah orang yang selamat

Hadits riwayat Abu Hurairah ra, Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum api muncul dari tanah Hijaz yang dapat menerangi leher-leher unta di Basrah

Hadtis riwayat Ibnu Umar ra, Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda sambil menghadap ke arah timur: Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana! Ketahuilah, sesungguhnya fitnah akan terjadi di sana. Yaitu tempat muncul tanduk setan

Hadits riwayat Abu Hurairah ra,  Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. Lalu terbunuhlah dari setiap seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata: Semoga akulah orang yang selamat

Hadits riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum pinggul-pinggul kaum wanita suku Daus bergoyang di sekeliling Dzul Khalashah, yaitu sebuah berhala yang disembah suku Daus di Tabalah pada zaman jahiliah. (Tabalah adalah nama daerah di Yaman)

Hadits riwayat Abu Hurairah ra, Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum seseorang melewati kuburan orang lain lalu berkata: Alangkah senangnya bila aku menempati tempatnya!

Hadits riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Aku menemani Ibnu Shaid pergi ke Mekah, ia berkata kepadaku: Aku telah bertemu dengan beberapa orang yang menganggap bahwa aku adalah seorang Dajjal. Apakah kamu pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Dajjal itu tidak mempunyai anak. Aku jawab: Ya! Ia berkata lagi: Dan aku telah mempunyai anak. Bukankah kamu telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Dajjal itu tidak akan memasuki Madinah dan Mekah. Aku menjawab: Ya! Ia berkata lagi: Dan aku telah dilahirkan di Madinah dan sekarang aku sedang menuju ke Mekah. Kemudian di akhir pertanyaannya dia berkata kepadaku: Demi Allah, sesungguhnya aku tahu waktu kelahirannya, tempatnya dan di mana dia. Ia berkata: Ia telah mengaburkanku tentang perkara itu

Hadits riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Tuhanmu tidak buta sebelah mata dan di antara kedua matanya tertulis "kaaf", "faa", "raa"

Hadits riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw. pernah bercerita kepada kami suatu cerita panjang tentang Dajjal. Di antara yang beliau ceritakan kepada kami adalah: Ia akan datang tetapi ia diharamkan memasuki jalan-jalan Madinah, kemudian ia tiba di tanah lapang tandus yang berada di dekat Madinah. Lalu pada hari itu keluarlah seorang lelaki yang terbaik di antara manusia atau termasuk manusia terbaik menemuinya dan berkata: Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah saw. kepada kami. Dajjal berkata: Bagaimana pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lalu menghidupkannya lagi, apakah kamu masih meragukan perihalku? Mereka berkata: Tidak! Maka Dajjal membunuhnya lalu menghidupkannya kembali. Ketika telah dihidupkan, lelaki itu berkata: Demi Allah, aku sekarang lebih yakin tentang dirimu dari sebelumnya. Maka Dajjal itu hendak membunuhnya kembali, namun ia tidak kuasa melakukann

Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra., ia berkata: Tidak ada seorang yang bertanya kepada Nabi saw. tentang Dajjal lebih banyak dari apa yang aku tanyakan. Beliau bersabda: Kenapa kamu bersusah-payah menanyakan hal itu? Sesungguhnya ia tidak akan membahayakan kamu. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, mereka mengatakan bahwa Dajjal itu membawa makanan dan sungai? Beliau menjawab: Perkaranya lebih ringan di hadapan Allah dari itu

Hadtis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada satu negeri yang tidak dimasuki Dajjal, kecuali Mekah dan Madinah, dan tidak ada satu jalan di Madinah, kecuali terdapat malaikat yang berbaris menjaganya. Maka Dajjal singgah di daerah rawa, kemudian Madinah bergoncang tiga kali goncangan, sehingga seluruh orang kafir dan munafik keluar dari sana menuju ke tempat Dajjal

Hadits riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata: Aku mendengar Nabi saw. bersabda sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat)

Hadits riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi: Lalu Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat

Semoga bermanfaat untuk kawan'ku semua dan bisa bermuhasabah diri di hadapan ALLAH Bahwa diri kita adalah mahluk yang lemah di matanya.

Teruslah kalian senantiasa berpegang pada AL-QURAN, AS-SUNAH dan AL-HADITS dan ikutilah para ahlul bait yang soleh agar kalian selamat dunia dan akhirat.

Wassallam ....

“Tidaklah, Allah menciptakan kalian dan membangkitkan kalian dari alam kubur kecuali seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja”. (QS. Luqman 31: 28)

Mereka mengatakan, “Siapakah yang akan menghidupkan tulang belulang yang telah hancur menjadi tanah?,”Jawablah, “Ia akan dihidupkan kembali lagi oleh Allah Yang menciptakannya pada kali permulaan”. (QS. Yasin 36: 78-79)

Manusia pertama kali dibangkitkan dan keluar dari alam kubur adalah Nabi Muhammad saw. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist shahih dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian melebihkan seorang Nabi atas para Nabi yang lain. Sesungguhnya sangkakala akan ditiup, maka seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi akan mati, kecuali makhluk yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian sangkakala ditiup sekali lagi, maka aku adalah orang yang pertama kali dibangkitkan. Atau aku termasuk orang yang pertama kali dibangkitkan, karena ternyata Musa sudah memegang tiang ‘Arsy. Aku tidak tahu, apakah ia telah dibalas (dihitung mati) dengan pingsan yang ia alami saat di Gunung Thur, ataukah memang ia dibangkitkan sebelumku. Aku pun tidak mengatakan ada seorang Nabi yang lebih utama dari Yunus bin Mata”. (HR. Bukhari no.3162 dan Muslim no.4376)

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menganggap seorang Nabi lebih baik dari Nabi yang lain. Sesungguhnya manusia akan mati pada hari kiamat, maka aku adalah orang yang pertama kali keluar dari kubur. Namun ternyata Musa sudah memegang salah satu tiang ‘Arsy. Aku tidak tahu, apakah Musa termasuk orang yang mati pada saat tiupan sangakakala, ataukah ia telah dibalas dengan pingsan kali yang pertama (di Gunung Thur)”. (HR. Bukhari no.2235 dan Muslim no. 4378).

0 Kitab Kejadian Pasal 11: Angka 11 Adalah Angka Setan

Menurut Alkitab Kristen, selain angka 666 angka sebelas (11) telah lama diidentikkan dengan pekerjaan Iblis. Berasal dari Kitab Kejadian Pasal 11 yang mengungkapkan bagaimana Iblis berniat membangun Menara Babel melalui Nimrod, yang dalam Kitab Kejadian pasal 10 merupakan keturunan dari anak Nuh bernama Ham. Dalam pasal 11 Iblis juga menyatakan keinginannya untuk menyatakan penyatuan manusia melawan Tuhan dalam apa yang disebut sebagai prinsip globalisasi pertama (satu untuk semua). Di dalam kitab Wahyu Menara Babel ini telah berkembang menjadi System Global Babel, yang tetap dalam prinsip-prinsip anti Tuhan yang sama: One Eye For All.

Angka 11 berasal dari angka satu (1) yang di dalam system Babel merupakan angka kramat sesuai dengan prinsip penyatuan global mereka. Angka ini memiliki filosofi yang sangat khusus yang berhubungan dengan cita-cita mereka untuk penyatuan dunia dibawah Antikris. Symbol-symbol Babel (dari organisasi Illuminati dan Freemasonry) tertera dalam pecahan satu dolar US.

Pekerjaan Iblis selalu ditandai dengan pernyataan symbol-symbolnya (Iblis merasa bangga untuk menyatakan pekerjaannya). Salah satu pekerjaannya adalah meledakkan The Twin Towers, Pusat Bussiness Keuangan (Yahudi) di New York, pada tahun 2001 yang lalu, yang dikenal sebagai peristiwa 911 (September, 11), melalui para terroris. Peristiwa ini kemudian diikuti dengan serangan besar-besaran tentara Amerika Serikat atas Afganistan dengan maksud untuk menumbangkan kekuatan terroris Osama Bin Laden yang diduga sebagai otak serangan 911, dan kalau dapat menangkap atau membunuhnya.

 
Sekarang mari kita lihat hubungannya dengan angka Babel (11) dengan peristiwa tersebut:
  1. New York City -----------> memiliki 11 huruf
  2. Washington dc------------->memiliki 11 huruf
  3. Ramsin Yuseb ------------> memiliki 11 huruf (Terorris yang pernah mencoba meledakkan Twin Towers di tahun 1993, tetapi gagal).
  4. George W Bush ----------> memiliki 11 huruf.
  5. New York adalah Negara bagian ke-11.
  6. Pesawat pertama yang manabrak Twin Towers adalah pesawat dengan nomor penerbangan 11.
  7. Penerbangan nomor 11 itu membawa 92 penumpang (9 + 2 = 11).
  8. Pesawat kedua membawa 65 penumpang (6 + 5 = 11).
  9. Tragedi tersebut terjadi di bulan September tanggal 11, dikenal sebagai peristiwa 911 ( 9 + 1 + 1 = 11).
  10. Angka 911 ini juga dipakai sebagai nomor telepon darurat Amerika Serikat (9 + 1 + 1 = 11).
  11. Jumlah korban manusia dalam pembajakan kedua pesawat tersebut adalah 254 orang (2 + 5 + 4 = 11).
  12. Tanggal 11 September adalah hari ke 254 dalam tahun kalender (2 + 5 + 4 = 11).
  13. 911 hari setelah tragedy tersebut terjadi pemboman oleh terorris di Madrid, Spanyol (9 + 1 + 1 = 11).
  14. Pemboman di Madris tersebut terjadi tanggal 11 Maret 2004 ( 1 + 1 + 3 + 2 + 4 = 11).
Sekarang Coba Ketik Urutan ini di Komputer Anda:
  1. Ketik dalam huruf besar: Q33NY (ini adalah nomor pesawat pertama yang menabrak Twin Towers).
  2. Highlighy the Q33NY.
  3. Rubah jenis huruf/font nya dengan Jenis Windings .
Maka akan terlihat gambar seperti ini:

Jadi siapakah dalang semua itu!? teroriskah yang menurut mereka katakan "teroris" atau keturunan Yahudi dalang dari semua ini.

Dari Tsauban Ra. berkata Rasulullah SAW bersabda; “Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni talam hidangan mereka”. Maka salah seorang sahabat bertanya, “Apakah kerana kami sedikit pada hari itu?” Nabi Rasulullah SAW menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’. Seorang sahabat bertanya: “Apakah ‘wahan’ itu, hai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Cinta dunia dan takut mati“. (HR. Abu Daud)

Keterangan Memang benar apa yang disabdakan Rasulullah SAW tersebut. Keadaan umat Islam pada hari ini, menggambarkan kebenaran apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Umat Islam walaupun mereka dalam jumlahnya banyak, iaitu 1000 juta 1/5 penduduk dunia), tetapi mereka sering menjadi tuduhan negatif dan menjadi alat permainan bangsa-bangsa lain. Mereka ditindas, dipinjak-pijak, dibunuh dan sebagainya. Bangsa-bangsa dari seluruh dunia walaupun berbeza agama, mereka bersatu untuk melawan dan melumpuhkan kekuatan umat Islam. Sebenarnya, sebab kekalahan kaum Muslimin adalah dari dalam diri kaum Muslimin itu sendiri, iaitu adanya penyakit “wahan” yang merupakan penyakit campuran dari dua unsur yang sering wujud dalam bentuk kembar dua, iaitu “cinta dunia” dan “takut mati”. Kedua penyakit ini tidak dapat dipisahkan. “Cinta dunia” bermakna tamak, rakus, bakhil dan tidak mahu menyumbangkan harta di jalan Allah SWT “Takut mati” bermakna senang dengan kehidupan dunia dan tidak membuat persediaan untuk menghadapi negeri akhirat dan tidak ada perasaan untuk berkorban dengan diri dan jiwa dalam memperjuangkan agama Allah SWT.

Wallahu Alam bishowab

Senin, 22 Juni 2015

0 KH. Ali Mustafa Ya'qub: "Islam itu Agama dan Nusantara itu Budaya, Tidak Bisa Disatukan"

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melontarkan sikap atas kehadiran Islam Nusantara. Bagaimana berislam dengan menyandingkannya dengan kearifan lokal. Namun hal ini dimanfaatkan oleh tokoh-tokoh liberal dengan justru merusak Islam dari dalam itu sendiri. Penggiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB), Andi Ryansyah berbincang dengan Prof.Dr.KH. Ali Mustafa Ya’qub, Jum’at (19/6/2015) di ruang Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Kepada Rais Syuriah Bidang Fatwa 2010-2015 Pengurus Besar Nadhlatul ‘Ulama (PBNU) dan Imam Besar Masjid Istiqlal ini diperbincangkan kaitan antara Islam dan Nusantara, dan persoalan hangat lainnya, dari sudut pandang seorang ulama di Indonesia. Meski beberapa pembicaraan, sedikit keluar dari topik sejarah, namun besar manfaat yang dapat diperoleh sebagai cermin untuk menapak di masa kini. Berikut ini wawancaranya, kami kutip dari situs Jejakislam.net.

Bagaimana pandangan Pak Kiai tentang istilah “Islam Nusantara”?

Kalau “Islam Nusantara” itu Islam di Nusantara, maka tepat. Kalau “Islam Nusantara” itu Islam yang bercorak budaya Nusantara, dengan catatan: selama budaya Nusantara itu tidak bertentangan dengan Islam, maka itu juga tepat. Namun kalau “Islam Nusantara” itu Islam yang bersumber dari apa yang ada di Nusantara, maka itu tidak tepat. Sebab sumber agama Islam itu Al-Qur’an dan Hadits. Apa yang datang dari Nabi Muhammad itu ada dua hal yaitu agama dan budaya. Yang wajib kita ikuti adalah agama: aqidah dan ibadah. Itu wajib, tidak bisa ditawar lagi. Tapi kalau budaya, kita boleh ikuti dan boleh juga tidak diikuti. Contoh budaya: Nabi pakai sorban, naik unta, dan makan roti. Demikian pula budaya Nusantara. Selama budaya Nusantara tidak bertentangan dengan ajaran Islam, maka boleh diikuti. Saya pakai sarung itu budaya Nusantara dan itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Shalat pakai koteka itu juga budaya Nusantara, tapi itu bertentangan dengan ajaran Islam, maka itu tidak boleh. Jadi harus dibedakan antara agama dan budaya

Tadi Pak Kiai menyatakan Islam yang bercorak budaya Nusantara itu tepat, padahal Pak Kiai tadi juga menyatakan sumber agama Islam bukan dari apa yang ada di Nusantara, jadi maksudnya apa Pak Kiai?

Maksud saya, Islam yang bercorak budaya Nusantara itu boleh saja sepanjang tidak bertentangan dengan Islam. Tapi kalau Islam yang bersumber dari apa yang ada di Nusantara, baik aqidah maupun ibadah harus asli dari Nusantara, maka itu tidak tepat. Tapi saya katakan Islam itu bukan Arab sentris. Islam itu apa kata Al-Qur’an dan Hadits, bukan Arab sentris. Tidak semua budaya Arab harus kita ambil. Sebab ada budaya Arab yang bertentangan dengan ajaran Islam. Contohnya, orang- orang minum khamr di zaman Nabi dan beristri lebih dari empat. Tadi saya katakan, Nabi pakai sorban, apa kita wajib pakai sorban? Tidak ada hadits yang menunjukkan keutamaan memakai sorban. Tidak ada hadits yang mengatakan memakai sorban itu mendapat pahala. Para ulama mengatakan sorban itu budaya Nabi, budaya kaum Nabi pada zamannya.


Pak Kiai bagaimana sebaiknya umat Islam memandang budaya?

Sepanjang budaya tidak bertentangan dengan ajaran Islam, maka kita boleh mengambilnya. Ini masuk wilayahmuamalah. Silakan ikuti budaya Arab, silakan pakai sorban. Tapi jangan mengatakan orang yang tidak pakai sorban, tidak mengikuti Nabi. Saya pukul kalau ada orang yang mengatakan seperti itu. Silakan makan roti karena mengikuti budaya Nabi. Tapi jangan mengatakan orang yang makan nasi, tidak mengikuti Nabi. Demikian juga budaya Nusantara. Sepanjang budaya Nusantara tidak bertentangan dengan Islam, silakan ambil. Islam sangat memberikan peluang bagi budaya, selama budaya itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam, boleh kita ambil. Silakan berkreasi dan ambil budaya apapun, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam

Kemunculan “Islam Nusantara” ini membuat sebagian orang membandingkan dengan “Islam Arab”, bagaimana menurut Pak Kiai?

Saya tidak sependapat dengan bandingan-bandingan seperti itu. Islam itu Islam saja.

Jadi istilah “Islam Nusantara” itu tidak ada ya Pak Kiai?

Ya, Islam itu agama. Nusantara itu budaya. Tidak bisa disatukan antara agama dan budaya.

Apakah ini Islam Nusantara itu?
 
Selanjutnya mengenai NU dan “Wahabi”. Bagaimana pertentangan NU dan “Wahabi” antara tahun 20-an sampai sekarang. Karena seperti diketahui, dulu di Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) mereka bisa akur
?

Saya mengatakan tidak ada pertentangan antara NU dan “Wahabi”. Yang ada adalah perbedaan antara ulama-ulama sumber rujukan NU dengan ulama-ulama sumber rujukan “Wahabi”. Perbedaan ini ada jauh sebelum NU dan “Wahabi” lahir. Jangankan NU dan “Wahabi”, Imam Syafi’i yang hanya satu orang, bisa berbeda pendapat ketika berada di Baghdad dan Mesir. Antara ulama-ulama mazhab Syafi’i juga bisa berbeda pendapat. Tapi perbedaan itu tidak akan keluar dari dua karakter, pertama, tidak menyebabkan kekafiran dan kedua, perbedaan itu sudah ada sebelum NU dan “Wahabi” ada. Jadi tidak perlu dipermasalahkan. Kalau ada yang mengatakan “Wahabi” itu suka mengkafirkan dan membid’ahkan , maka itu fitnah. Saya belajar “Wahabi” 9 tahun. Di dalam kitab-kitab “Wahabi” tidak ada yang menyatakan selain kelompok “Wahabi” itu kafir. Itu fitnah untuk mengadu domba NU dan “Wahabi”. Dan yang memfitnah itu adalah agen zionis. Kalau ada yang mengatakan Tuhannya bukan Allah, baru itu kafir.

Bagaimana pandangan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari tentang “Wahabi”?

Ketika itu, istilah yang lazim bukan “Wahabi” tapi salafi atau taimi. Banyak pandangan beliau yang sama dengan “Wahabi”. Kitab-kitab beliau banyak merujuk pada kitab-kitab Imam Ibnu Taimiyyah. Imam Ibnu Taimiyyah itu rujukannya “Wahabi”. Tapi kata beliau, “Banyak salafi-salafi yang palsu.” Palsu karena tidak mengikuti ajaran Imam Ibnu Taimiyyah. Contohnya, mereka menilai orang-orang yang bertawasul dengan nama Nabi Muhammad itu misalnya musyrik atau kafir. Padahal Imam Ibnu Taimiyyah membolehkan itu.

Tentang kitab-kitab ulama di pesantren, kitab apa saja yang dipakai? Apa ada kitab ulama lokal? Sewaktu Saya di pesantren Tebu Ireng, kitab ilmu hadits karya Kiai Mahfudz itu dipelajari. Ulama-ulama lokal seperti Kiai Mahfud Termas asal Pacitan dan Kiai Nawawi asal Banten, juga menulis kitab, tapi menulisnya di Mekkah. Bisa jadi Kiai Hasyim ‘Asyari menulis kitabnya di Mekkah karena beliau pernah tinggal di sana.

Terakhir, apa nasihat Pak Kiai untuk umat Islam di tengah polemik isu “Islam Nusantara” serta NU dan “Wahabi”?

Pertama, kita harus membedakan antara agama dan budaya. Agama: aqidah dan syariah, kita harus mengikuti Rasulullah. Sementara, budaya itu masuk muamalah. Budaya apa pun, termasuk budaya Arab selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam, silakan. Tapi hati-hati, sebab bisa saja orang pakai sorban itu dalam rangka mencari popularitas. Ketika semua orang tidak pakai sorban, tapi ada 1 orang pakai sorban, maka itu diharamkan dalam Islam karena sorban itu menjadi pakaian popularitas. Menurut seorang Ulama Arab, Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin mengatakan, hal itu menunjukkan kesombongan. Penampilan itu menunjukkan seorang merasa lebih mirip nabi. Itu arogan dan tidak bagus. Kedua, NU dan “Wahabi” tidak ada pertentangan, yang ada perbedaan. Persamaannya banyak dan perbedaannya sedikit. Perbedaannya itu tidak menimbulkan kekafiran dan perbedaan itu tidak terjadi setelah NU dan “Wahabi” ada. Jadi perbedaannya hanya dalam hal furu’iyyah, bukan hal yang prinsip.

0 Wacana Islam Nusantara Tak Sesuai Dengan Islam Adalah Agama Universal

Nama “Islam Nusantara” belakangan sangat banyak menguak di media masa. Islam nusantara seolah disebut sebagai identitas dari orang Indonesia, dan dalam setiap wacana Islam Nusantara ini disebutkan, ada dua hal yang perlu diperhatikan dan hampir selalu menjadi pendampingnya. Pertama, memperbandingkan dengan tindak kekerasan, perlawanan militan ataupun ke identikan dengan perang dan ketidak demokratisan (muslim) di timur tengah. Pada point ini ada semacam kesan yang ditinggalkan “Islam (Timur Tengah) adalah Islam yang tidak toleran dan anti perbedaan. Juga disiratkan bahwa ajaran Islam di Timur Tengah itu sangat berbahaya.

Dan terkesan ada dua ajaran yang berbeda dalam satu nama “Islam”, meskipun itu tidak pernah ada. Kedua, setiap Islam Nusantara disebut, maka kerap kali setelahnya dihubungkan dengan sudut pandang barat, sepertinya Islam harus dijembatani ke barat, dan Islam harus menyesuaikan diri dengan barat. Lihat saja berita Kompas.com edisi 17 juni 2015 tentang Islam Nusantara pada paragraf pertama disebutkan “Islam Nusantara yang berwajah toleran dan moderat dapat menjadi model yang bisa mengubah pandangan negatif negara-negara Barat terhadap Islam selama ini. Oleh karena itu, Islam Nusantara yang lentur dengan budaya lokal perlu lebih dikenalkan ke dunia internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa sering mengundang cendekiawan Muslim Indonesia. Mereka ingin mengetahui lebih dalam tentang Islam yang berkembang di Indonesia atau Islam Nusantara yang wajahnya sama dengan Islam washatiyyah, yaitu Islam yang ada di tengah, tidak berada dalam kutub ekstrem dalam pemahaman dan pengamalannya.”
Dari artikel di atas ada hal yang perlu dipertanyakan, apa urusannya Islam harus sesuai dengan sudut pandang barat?? Kalau seandainya memakai sudut pandang barat yang materialis dan hedonis itu sudah sangat bertolak belakang dengan Islam. Saya bertanya-tanya tentang kalimat “…….dapat menjadi model yang bisa mengubah pandangan negatif negara-negara Barat terhadap Islam selama ini”. 

Sepenting apakah sudut pandang barat terhadap Islam sehingga Islam harus sesuai dengan kehendak barat? Hal itu mengarah kepada kepentingan apa yang mengharuskan barat begitu ngotot untuk menghancurkan Islam. Dan yang tidak masuk akal pada pemerintahan Indonesia hari ini, dari Presiden hingga menteri dan anak buahnya serentak bicara “Islam Nusantara”. Pertanyaannya adalah, seberapa pentingkah hal itu diungkapkan ditengah krisis besar yang melanda negeri ini? Atau ada apa dengan pemerintahan, apakah pemerintahan hari ini juga menjembatani Islam dengan barat? Kita tak pernah tahu, tapi kita merasakan apa yang diperbuat tangan-tangan tak terlihat ala barat.

Kemudian kalimat selanjutnya juga disinggung washatyiah, disini perlu dipertanyakan apakah yang mereka maksudkan dengan washat it sendiri. Kalau dipakai makna washat dari kalangan ulama yang shohih maka tidak perlu nama Islam Nusantara. Maka yang tepat adalah umat Islam yang bermoral dan tidak ada hedonisme, dan Islam adalah cara hidup dalam segala hal, tidak hanya sebatas kerukunan dan toleransi.

Sudut pandang barat tidak lepas dari dukungan untuk wacana Islam Nusantara. Dalam memperbandingkan dan menyudutkan Islam, senantiasa ada dualisme standar yang selalu memposisikan umat Islam harus sesuai keinginan “barat”. Terlepas benar atau salah, ketika situasi yang terbentuk tidak sesuai kepenringan barat, maka itu adalah ‘salah’. Hal ini sering kali tidak disadari. Pada paragraf selanjutnya dalam artikel yang dimuat kompas.com tersebut dijelaskan “Selama ini agak sulit menemukan model demokrasi di dunia Muslim. “Arab Spring” yang dimulai 2011 sempat memberikan harapan tumbuhnya demokrasi di dunia Arab. Namun, yang kemudian terjadi adalah kekacauan dan kembalinya rezim militer ke pusat kekuasaan”

Hal yang sangat mencolok dalam “Arab Spring” (yang kata-kata ini juga pemberian barat) adalah kasus kudeta presiden Terpilih Mesir DR. Mohammad Morsi oleh militer. Barat (read: Amerika) dengan seronoknya mendukung pengkudetaan ini. Padahal Morsi adalah presiden terpilih yang syah melalui demokrasi. Bahkan pendukung morsi (read: ikhwanul muslimin) dicap sebagai teroris. Dan sebanyak 526 orang pendukung morsi (ikhwanul muslimin) dihukum mati dibawah pemerintahan kudeta. Tentu hal ini mengundang reaksi banyak pihak di mesir dan melakukan berbagai aksi menentang pengkudetaan. Lantas inikah yang merupakan keburukan yang di nisbatkan kepada Islam? Sedangkan Presiden kudeta As Sisi sampai sekarang tidak mendapat sedikitpun pertentangam dari polisi dunia tersebut, lalu dimanakah demokrasi itu sebenarnya? Tariq Ramadhan pernah pernah berkomentar dalam salah satu acara di al jazera tentang demokrasi dan Arab Spring. “..the question is not to know if muslim are ready for democracy, the true question is the west ready for muslim to inspired democracy? “

Inilah yang dikatakan di atas ketika democracy sudah dijalankan, tapi ketika itu tidak sesuai kepentingan dan keinginan barat maka itu “salah”. Umat Islam sering dibenturkan dengan HAM dalam berbagai kasus, tapi ketika umat Islam yang menjadi korban penindasan “HAM” seolah polisi HAM dunia itu hilang seketika, tentu kita masih ingat genosida di afrika, penjajahan Israel atas palestina, invasi amerika ke irak, lalu di manakah saat itu HAM diletakkan. Dualisme hukum yang selalu menyudutkan Islam.

Sebagai kesimpulan dari komentar  terhadap artikel yang dimuat kompas.com adalah bahwa wacana Islam Nusantara seperti yang dipaparkan adalah berasal dari ketidakpahaman tentang Islam. Islam dimanapun tetap Islam dengan pokok ajaran yang sama, tidak ada Islam Arab ataupum Islam Nusantara (Islam adalah agama Universal). Kalau ada Nusantara terus apakah nanti juga ada Islam Minang, Islam Bugis, Islam Jawa, Islam Sunda, dsb?

Dalam penjelasan artikel tersebut dipaparkan “Hegemoni Islam politik harus diganti dengan Islam yang ditopang oleh nilai-nilai agama, yang berwajah toleran dan menciptakan perdamaian. Dengan pertimbangan ini, Islam Nusantara ini harus lebih dikenalkan ke masyarakat Eropa sehingga mereka bisa memahami wajah Islam yang sebenarnya”

Disini Islam dipahami parsial dan diwarnai momok politik. Islam adalah agama yang universal. Yang mengatur setiap garis kehidupan manusia. Tidak ada pemisahan kehidupan politik, negara, masyarakat dari nilai Islam seperti yang tersirat pada paragraf di atas.

“…..Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…..” (Al Maidah ayat 3)

Islam adalah agama yang sempurna. Sebelum manusia menyelesaikan hidupnya, Islam sudah selesai mengatur keperluan manusia. Tidak salah Abu Bakar Ash Shidiq berkata “kalau pelana kudaku hilang aku akan mencarinya dalam Al Qur’an”. Dari hal kecil hingga hal besar, dari kehidupan pribadi sampai bernegara, dari jomblo sampai naik pelaminan (he..he...he) semuanya telah diatur dalam Islam. Sekarang tinggal kita umat Islam mempelajari dan mengamalkan dengan penuh ketaatan, jangan seperti musuh-musuh Allah yang senantiasa ingin memadamkan cahaya agama Allah. Dan perlu diketahui, musuh Allah, orang-orang beriman tidak hanya dari kalangan orang-orang kafir, tapi juga orang munafik.

0 9 Negara Yang Masih Mengembangkan Senjata Nuklir

Masalah senjata nuklir masih menjadi isu sensitif setiap ada negara yang mengembangkan senjata nuklir. Namun pada kenyataannya pada tahun ini tercatat ada sembilan negara yang terus mengembangkan senjata nuklir dahsyat. Dari sembilan negara, nama Iran tidak masuk di dalamnya.

Laporan terbaru tentang sembilan negara pengembang senjata nuklir itu dirilis Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang diterbitkan Senin (15/6/2015). SIPRI menyoroti “perlombaan” pengembangan senjata nuklir di saat gencarnya pelucutan senjata mematikan itu.

Menurut laporan SIPRI, sembilan negara yang dimaksud itu adalah Amerika Serikat (AS), Rusia, Inggris, Prancis, Cina, India, Pakistan, Israel dan Korea Utara (Korut). Laporan itu menyebut, total ada hampir 15.850 senjata nuklir, di mana 4.300 bisa dikerahkan dengan kekuatan operasional dan 1.800 lainnya disimpan dalam keadaan siaga operasional tinggi.

Sementara jumlah hulu ledak nuklir telah diuji coba dalam beberapa tahun terakhir. AS dan Rusia, lanjut laporan itu telah mewakili sebagian besar pengurangan senjata nukir. Namun, negara-negara lainnya justru terus mengembangkan senjata nuklir.

”Meskipun kepentingan internasional baru dalam memprioritaskan perlucutan senjata nuklir, program modernisasi senjata nuklir berlangsung di negara-negara itu. Yang menunjukkan bahwa tidak satupun dari mereka akan menyerah untuk menyediakan persenjataan nuklir di masa mendatang,” kata Shannon Kile, seorang peneliti senior di SIPRI, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip IB Times.

Menurut laporan SIPRI, meskipun AS dan Rusia terus mengurangi persenjataan nuklir mereka, kedua negara itu sejatinya juga bekerja pada program modernisasi (senjata nuklir) jangka panjang yang luas dan mahal.

”Dalam kasus China, ini mungkin melibatkan sedikit peningkatan dalam ukuran arsenal nuklirnya,” bunyi laporan SIPRI. ”India dan Pakistan sama-sama memperluas kemampuan produksi senjata nuklir mereka dan mengembangkan sistem pengiriman rudal baru.”

Sementara itu, Korea Utara diyakini mengembangkan senjata nuklirnya dari enam sampai delapan hulu ledak. Tapi, SIPRI mengakui sulit untuk menilai kemajuan teknis pengembangan senjata nuklir rezim Pyongyang itu.

Senin, 15 Juni 2015

0 Apa Bedanya Antara Nasakom Dengan Ide Islam Nusantaranya NU

Dulu di zaman Soekarno, KH. Idham Khalid, saat mendukung Nasakom, mengatakan, bahwa iblis juga ada dalam al-Qur'an. Sehingga, pemimpin NU itu, mendukung gagasan Soekarno tentang NASAKOM (Nasionalis, Agama dan Komunis). Soekarno mencampur antara yang haq dan kekufuran (batil).

Sekarang, lahir istilah "Islam Nusantara" yang diklaim sebagai ciri khas Islam di Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai TOLERANSI dan bertolak belakang dengan 'Islam Arab' telah menimbulkan pro dan kontra di kalangan penganut Islam di Indonesia.

Walaupun dianggap bukan istilah baru, istilah Islam Nusantara belakangan telah dikampanyekan secara gencar oleh ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, NU.

Dalam pembukaan acara Istighotsah menyambut Ramadhan dan pembukaan munas alim ulama NU,  di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, NU akan terus memperjuangkan dan mengawal model Islam Nusantara, Minggu, 14/06/2015.

"Yang paling berkewajiban mengawal Islam Nusantara adalah NU," kata Said Aqil, yang dibalas tepuk tangan ribuan anggota NU yang memadati ruangan dalam Masjid Istiqlal.

Menurutnya, istilah Islam Nusantara merujuk pada fakta sejarah penyebaran Islam di wilayah Nusantara yang disebutnya "dengan cara pendekatan budaya, tidak dengan doktrin yang kaku dan keras."

"Islam Nusantara ini didakwahkan merangkul budaya, melestarikan budaya, menghormati budaya, tidak malah memberangus budaya," katanya usai acara kepada wartawan di Jakarta, Minggu.

Dari pijakan sejarah itulah, menurutnya, NU akan terus mempertahankan karakter Islam Nusantara yaitu "Islam yang ramah, anti radikal, inklusif dan toleran."

Said Aqil menegaskan, model seperti ini berbeda dengan apa yang disebutnya sebagai "Islam Arab yang selalu konflik dengan sesama Islam dan perang saudara."

Ketika awal mula dikampanyekan, muncul dukungan terhadap model Islam Nusantara yang disuarakan kelompok atau tokoh perorangan Islam yang berpaham moderat.


Jokowi  Mendukung Islam Nusantara

Presiden Jokowi saat berpidato dalam membuka Munas alim ulama NU di Masjid Istiqlal,  menyatakan dukungannya secara terbuka atas model Islam Nusantara.Minggu (14/06/2015),

"Islam kita adalah Islam Nusantara, Islam yang penuh sopan santun, Islam yang penuh tata krama, itulah Islam Nusantara, Islam yang penuh toleransi," kata Presiden Jokowi.

Selain Presiden Jokowi, suara senada sebelumnya juga disuarakan sejumlah pejabat Indonesia lainnya, termasuk Presiden Jusuf Kalla yang lebih sering memakai istilah Islam Indonesia.

Tetapi secara hampir bersamaan lahir pula kritikan dan penolakan terhadap istilah Islam Nusantara, yang diwarnai perdebatan keras terutama melalui media sosial atau dalam diskusi terbuka.

Secara garis besar, penolakan pada istilah Islam Nusantara karena istilah itu seolah-olah mencerminkan bahwa ajaran Islam itu tidak sempurna dan universial. Nanti, ada Islam Brunei, ada Islam Malaysia, ada Islam Amerika, Islam Eropa dan lainnya. Islam yai Islam titik. Tanpa embel-embel.

Dibagian lain,  Hisbuttahrir, melalui jurubicaranya, Ismail Yusyanto, tidak ada perbedaan antara Islam Arab dan Islam Nusantara, tegasnya.

"Resolusi Jihadnya Hasyim Ashari (pendiri NU) di tahun 1945, 1949,itu 'kan beliau mendapat inspirasi resolusi Jihad 'kan dari Islam. Dan beliau mengkajinya dari sumber Timur Tengah," tambah Ismail.

Namun, menurut Doktor lulusan Columbia University, Amerika Serikat, Azumardy Azra,  menyebut cara pandang "normatif dan idealistis atas Islam" itu sebagai "tidak historis". Azumardy Azra mengatakan model Islam Nusantara atau Islam Nusantara dibutuhkan oleh masyarakat dunia saat ini, karena ciri khasnya mengedepankan "jalan tengah".

"Karena bersifat tawasut (moderat), jalan tengah, tidak ekstrim kanan dan kiri, selalu seimbang, inklusif, toleran dan bisa hidup berdampingan secara damai dengan penganut agama lain, serta bisa menerima demokrasi dengan baik," kata Azyumardi Azra.

Menurutnya, memang ada perbedaan antara Islam Indonesia dengan 'Islam Timur Tengah' dalam realisasi sosio-kultural-politik.

"Sektarian di Indonesia itu jauh, jauh lebih kurang dibandingkan dengan sektarianisme yang mengakibatkan kekerasan terus-menerus di negara-negara Arab," jelasnya.

Dimintai komentar atas pernyataan yang menyebut Islam itu tunggal, Azyumardi menyebutnya sebagai "pemikiran normatif yang melihat Islam secara idealistis."

"(Mereka) tidak melihat kenyataannya, bagaimana Islam itu menjadi berbeda-beda, terutama aspek sosial budaya dan politiknya. Bahkan dalam tingkat agama juga berbeda-beda."

"Kalau kita lihat dari dulu hingga sekarang, memang ada perbedaan-perbedaan yang tidak bisa kita hindari," ujar penulis buku Islam Nusantara (2002) dan Islam Subtantif (2000) ini.

Lebih lanjut Azyumardi menjelaskan, model Islam Nusantara itu bisa dilacak dari sejarah kedatangan ajaran Islam ke wilayah Nusantara yang disebutnya melalui proses vernakularisasi.

"Vernakularisasi itu adalah pembahasaan kata-kata atau konsep kunci dari Bahasa Arab ke bahasa lokal di Nusantara, yaitu bahasa Melayu, Jawa, Sunda dan tentu saja bahasa Indonesia," katanya.

Kemudian proses ini diikuti pribumisasi (indigenisasi), sehingga menurutnya, Islam menjadi embedded (tertanam) dalam budaya Indonesia.

"Jadi, tidak lagi menjadi sesuatu yang asing. Karena itu, dalam penampilan budayanya, Islam Indonesia jauh berbeda dengan Islam Arab. Telah terjadi proses akulturasi, proses adopsi budaya-budaya lokal, sehingga kemudian terjadi Islam embeddded di Indonesia," jelas mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Jangan aneh, suguhan-suguhan akan terus disuguhkan kepada kafir musyrik, tujuannya menyenangkan hati mereka. Apakah Zionis-Israel golongan yang toleran terhadap Muslim di Palestia?

Betapa Zionis-Israel tak henti-henti membantai Muslim. Apakah Katolik dan Kristen golongan yang toleran? Lihat kekejaman mereka di Irak dan Aghanistan menyerang kedua negara Muslim itu.

Tapi, agen-agen Zionis-Israel, Katolik dan Kristen, yang bercokol di negeri Muslim, mereka meneriakan tentang TOLERANSI, tak henti-henti. Padahal, Muslim di mana-mana dibantai oleh kafir musyrik yang dipimpin Amerika. Lihat Eropa sejarahnya penuh dengan gelimangan darah Muslim. Siapa yang membantai Muslim Bosnia?

Islam Nusantara itu, hanyalah 'kicauan' orang-orang yang menjadi agen-agen Zionis dan orang-orang yang sudah kalah menghadapi Zionis-Israel, Katolik dan Kristen. Mereka sudah bertekuk lutut, dan menjadi abdi kafir musyrik. (voa-islam.com)

0 Tiga Kelompok Kekuatan Dunia Perang Akhir Zaman

Kita bisa melihat peta perang dunia ke 3 atau perang akhir zaman hari ini menjadi tiga kelompok kekuatan dunia. Zionis Amerika yang tergabung dalam blok barat terdiri dari negara-negara Uni Eropa dan Arab. Blok timur dimotori oleh Rusia dan sekutunya seperti Suriah, Korut, china Dan lain-lain. Dikutip dari Russia Today, Jumat (06/09/2013) usai memastikan Obama membatalkan pertemuan empat mata. Presiden Putin mengatakan Rusia mungkin akan datang untuk  membantu Suriah menyerang AS. 

“Pesan kami adalah, jika Anda menyerang sekutu kami, maka kami mungkin akan datang,”  tegas Putin.

Adapun kelompok yang ketiga adalah mewakili umat Islam yaitu khilafah Islam. Didalam nubuat akhir zaman dijelaskan bahwa perang akhir zaman akan berjalan mengikuti beberapa tahapan,

“Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim).


Amerika dan sekutunya mewakili Dajjal karena Dajjal akan menjadi pemimpin zionis Internasional akhir zaman, sedangkan Rusia dan sekutunya mewakili Rum. Karena setelah runtuhnya Kostantinopel oleh Muhammad al-Fatih pusat pemerintahan Romawi Bayzantium berpindah ke Moskow Dan Tsar Rusia di anggap sebagai penerus kekaisaran Bayzantin yang merupakan Romawi timur sebagai pusat kriten ortodoks hingga sekarang.

Maka peperangan akhir zaman menjadi tiga kelompok kekuatan dunia saling menyerang. Khilafah diserang oleh koalisi Amerika dan sekutunya di sisi lain khilafah juga diserang Rusia dan sekutunya di Suriah. Di lain sisi Amerika juga bermusuhan dengan Rusia dan sekutunya, dalam berita baru-baru ini, dikabarkan Suriah menembak pesawak tanpa awak milik Amerika.Damaskus (ANTARA News) - Militer Suriah telah menembak jatuh pesawat tanpa awak ("drone") milik Amerika Serikat di wilayah pesisir Provinsi Latakia yang merupakan wilayah pertahanan Presiden Bashar Al Assaad, kata media pemerintah pada Selasa (17/3).

Dalam hal ini khilafah Islam telah mengupayakan sebuah ide baru supaya bisa berdamai dengan Rum (Rusia).  Akan tetapi membuat beberapa syarat agar antara Rum dan khilafah bisa berdamai. Dalam berita yang dipublikasiakan oleh (voa-islam..com)- Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) merencanakan merebut pusat nuklir Iran, dan menyerukan kepada para pejuangnya melaksanakan perang semesta melawan Iran, ungkap mingguan Inggris, The Sunday Times, Sabtu, 4/10/2014.

ISIS menyerukan para pejuangnya membantu mencapai tujuan perjuangan mereka dalam perang, yang dituangkan dalam sebuah manifesto yang ditulis oleh Abdullah Ahmed al-Meshedani, anggota 'Komite Tertinggi ISIS' yang sangat rahasia, yang terdiri enam orang tokoh ISIS, yang disebut kabinet perang. Dalam dokumen, yang telah diteliti (ferifikasi) oleh pejabat keamanan Barat - yang dipercaya keotentikannya (keabsahannya) - Meshedani menulis bahwa ISIS bertujuan memperoleh senjata nuklir dengan bantuan Rusia. ISIS secara rahasia, melakukan negosiasi dengan Rusia, dan menawarkan akses ke ladang gas terbesar di provinsi Anbar Irak, sebagai imbalan atas bantuan Kremlin, "Menyerahkan program nuklir Iran yang masih sangat rahasia." Manifesto itu mengatakan bahwa Moskow harus meninggalkan dukungannya kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Syarat yang dibuat oleh khilafah adalah Rusia harus siap  meninggalkan sekutunya Suriah dan Iran. dan dalam berita baru-baru ini dinyatakan bahwa Persia (Iran) akan bergabung dalam koalisi zionis Amerika dan meninggalkan bersekutu dengan  Rusia. dan dalam waktu dekat kita akan menyaksikan Rum akan meninggalkan sekutunya Iran dan Suriah kemudian berdamai dengan khilafah untuk memerangi Persia dan Zionis Amerika.

Eramuslim.com: “Jika kesepakatan ini tercapai, kedua belah pihak akan muncul sebagai pemenang, dengan kata lain akan muncul kesepakatan bersifat win-win. Tetapi jika kesepakatan itu tidak dibuat permanen, maka perundingan hanya akan memunculkan (kesepakatan) bersifat win-lose,” kata seorang ulama senior Syiah Iran Emami Kashani dalam khotbah Jumatnya  di Teheran (Jumat, 6/3). Ia menambahkan. dalam kasus kegagalan perundingan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia, Teheran akan menjadi pemenang karena telah membuktikan keandalan logika Iran kepada dunia. Emami Kashani juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerahkan hak nuklirnya. Seorang sumber terpercaya eramuslim yang dekat dengan intelijen Inggris menyatakan jika ke depannya Syiah Iran akan bergabung dalam koalisi nuklir Barat bersama Amerika dan sekutunya, guna menghadapi Rusia yang sekarang juga tengah dipukul krisis. “

Maka nubuat Rasulullah kalian akan berdamai dengan Rum akan segera terlealisasi. Dengan kebijakan politik Rusia meninggalkan Iran Dan Suriah sebagai sekutu dekatnya. Dan Rusia beralih berkerjasama dengan khilafah untuk memerangi Persia dan zionis Dajjal.


Telah bersabda Rasulullah SAW, “Kamu akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.” ”(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Didalam hadist yang lain dijelaskan bahwa perdamaian dengan hanya akan terjadi pada masa pemerintahan al-Mahdi bukan sekarang akan tetapi upaya ke arah itu sedang di diupayakan oleh Daulah Islam. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam as Sayuti, Abu Nua’im meriwayatkan dari Abi Umamah katanya, Rasulullah SAW bersabda:

“Di antara kamu dan orang-orang Rum akan berlaku 4 kali perdamaian. Pada kali keempatnya berlaku di tangan salah seorang daripada keluarga Hiraqlu. Perjanjian itu berterusan selama 7 tahun”. Ada seorang sahabat bertanya Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah! Siapakah Imam orang ramai (orang Islam) pada hari itu?”

Rasulullah SAW menjawab: “Al Mahdi daripada anak cucuku. Dia berumur 40 tahun, mukanya bagai bintang yang bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menakluk negeri-negeri syirik” . (al-hawi lil fatawi).
-----------------------------
Sumber : voaislam.com
 

Resensi Akhir Zaman • All Rights Reserved