Selasa, 17 Desember 2013

0 Seputar Polemik Pernyataan AHOK Yang Kontroversial

Seputar Polemik Pernyataan AHOK Yang Kontroversial 

Berawal dari P. Siagian anggota DPR dari PDIP mengusulan penghapusan agama dalam KTP tetapi tidak diterima anggota DPR lainnya.

“Menghilangkan kolom agama di KTP adalah ide saya melalui Rancangan Undang-Undang, tapi tak masuk di Prolegnas (Program Legislasi Nasional). Artinya kalau tak masuk di Prolegnas tidak akan dibahas dalam sidang,” kata P. Siagian anggota DPR dari PDIP ini kepada SH usai sosialisasi.

Lalu Ahok bikin gosip diberbagai media....

Apakah dengan penghapusan kolom agama di KTP, bisa :

- Menguntungkan bagi pencari kerja ???

- Bisa menghilangkan diskriminasi komunitas adat dan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan warga Baduy, penghayat kepercayaan Sunda   Wiwitan???

- Bisa menghilangkan diskriminas minoritas etnis khong hu cu, syiah dsb???

- Mungkin juga memudahkan aliran GERAKAN ZAMAN BARU (NEW AGE MOVEMENT) yang campur aduk ajarannya...

- Ataukah terperogram dari satu tatanan dunia baru (new world order)...nggak terasa ataupun tak terasa seperti : monetary dexter, perdukunanan era   global...dsb


Inilah pendapat yang tidak setuju isi revisi uu no. 23 tahun 2006 tentang penghapusan kolom agama di KTP :

- Apakah dengan isi revisi uu no. 23 tahun 2006 penghapusan agama di ktp, bisa akhiri Diskriminasi? menuju tatanan dunia baru..

- Pemerintah membebaskan masyarakatnya memeluk agama dan kepercayaan secara bebas dan diakui. Sebab, bila dikosongkan, dapat memicu kemunafikan   beragama.(Ketua PBNU, Slamet Efendy Yusuf)

- Pengosongan kolom agama hanya untuk penganut kepercayaan di luar enam agama Indonesia. (Menteri Dalam Negeri Gamawan fauzi)

Ahok, ahok.... kok nte bukannya mikirin Jakarta yang Banjir, Macet gimana kek solusinya,,,,katanya mau bikin Jakarta bermartabat...omdo.


A H O K : Raja Nimrod dari Babel sekarang???

Dalam satu ayat, Allah mengatakan percaya tidak membedakan antara agama-agama wahyu  :

Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaa´qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri".
(QS: Ali Imran Ayat: 84)

Allah menyatakan sebagai berikut dalam ayat lain :

Dia telah meletakkan dasar agama yang sama bagimu sebagaimana Dia perintahkan kepada Nuh, apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan yang Kami wajibkan kepada Ibrahim, Musa, dan Jesus: ". Menetapkan agama dan tidak membuat perpecahan di dalamnya" Apa yang Anda sebut penyembah berhala untuk mengikuti sangat sulit bagi mereka. Allah memilih untuk diri-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan panduan untuk diri-Nya orang-orang yang berpaling kepada-Nya. (QS. Asy-Syura, 13)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu udkhuluu fii alssilmi kaaffatan walaa tattabi’uu khuthuwaatialsysyaythaani innahu lakum ‘aduwwun mubiinun

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

0 Mengenali Apa itu Hari Raya Idul Ghadir Syiah

Apa Itu Hari Raya Idul Ghadir Syiah?

Syi’ah memiliki hari raya terbesar yang melebihi kebesaran ‘Idul Fithri dan ‘Idul; Adh-ha. Nama hari raya tersebut adalah ‘Idul Ghadir, yakni sebuah peyaraan atas anggapan mereka mengenai pengangkatan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sebagai khalifah di kebun Ghadir Khum.

Menurut Ulama Syiah, Idul Ghadir adalah hari ketika Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam menunjuk Ali bin Abi Thalib menjadi Khalifah pengganti kepemimpinan setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Yang kata mereka Jibril turun menyampaikan wahyu kepada Nabi berkenaan dengan hal ini, bahkan Idul Ghadir menurut mereka adalah Hari Raya terbesar.

Dalil mereka adalah, seorang bertanya kepada Abu Abdillah alaihis salam: Apakah kaum Muslimin memiliki hari raya selain Jum’at, Idul Adha dan Idul Fitri?, Sang Imam menjawab: Ya, Itulah yang paling agung. “Hari raya apakah itu, saya jadikan diriku sebagai tebusanmu, beritahu saya” Abu Abdillah menjawab: Hari ketika Rasulullah saw menyematkan kepada Amirul Mukminin (Ali bin Abi Thalib) alaihis salam perkataan “Man Kuntu Maulahu Fa ‘Aliyyun Maulahu”

Silakan lihat kitab ulama Syiah, Idul Ghadir A’zhamul A’yad fil Islam/ Idul Ghadir Hari Raya Terbesar dalam Islam, karangan Sayyid Muhammad Husain Asy Syirazi, terbitan Haiah Ilmiah fi Hauzah Ar Rasul Al A’zham Shallallahu Alaihi wa Sallam fil Kuwait, halaman 12.

Mengupas Peristiwa Ghadir Khum

Dikutip dari risalah tulisan Akhuna Ali Rheza di situs LPPI Makassar, Ghadir Khum adalah sebuah kebun yang terletak antara kota Makkah dan Madinah tepatnya di dekat Juhfah. Peristiwa ini terjadi sepulang dari Haji Wada’ sebelum wafatnya Nabi kira-kira 3 bulan.

Peristiwa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya:

Dari sahabat Zaid bin Arqam,  Rasulullah berdiri di antara kami dan berkhutbah di mata air yang disebut Khum lalu memuji Allah dan bersyukur atas segala Ni’mat-Nya, memberi peringatan serta petuah bagi kami lalu bersabda: “Amma ba’du. Wahai kaum Muslimin, sesungguhnya aku adalah manusia biasa, dan utusan Tuhanku akan datang memanggilku dan aku akan menjawab panggilannya, aku tinggalkan pada kalian dua perkara yang berat, yang pertama adalah Al Qur’an Kitabullah yang membawa petunjuk dan cahaya, ambillah (isi) kitabullah dan peganglah erat-erat.” Zaid berkata, Nabi menyuruh kami agar berpegang teguh pada Al Qur’an dan menyemangati kami lalu bersabda: “Dan Ahlul-Baitku (keluarga dekatku), aku ingatkan kamu kepada Allah atas ahlul baitku, aku ingatkan kamu kepada Allah atas ahlul baitku, aku ingatkan kamu kepada Allah atas ahlul baitku..” (maksudnya jagalah hak ahlul baitku, jagalah kehormatan mereka).

Husain, perawi hadits ini dari Zaid bin Arqam bertanya: “Siapakah Ahlul Bait Nabi, wahai Zaid? Bukankah istri-istri Nabi termasuk keluarga dekatnya?” Zaid menjawab “Ya, (ahlul bait bukan cuma istri Nabi saja) tapi Ahlul Bait Nabi adalah mereka yang diharamkan untuk menerima sedekah.” Husain bertanya, “Siapa saja mereka?” Zaid menjawab, “Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqiil, keluarga Ja’far dan keluarga Abbas.” Husain bertanya lagi: “Semua mereka haram untuk menerima sedekah?” Zaid menjawab: “Ya.” [HR. Muslim]

Hadits ini juga diriwayatkan dalam kitab-kitab hadits lain riwayat Imam Ahmad, Nasa’i, Turmuzi, dan lain-lain, dengan tambahan bahwa Nabi berkata “Barangsiapa aku menjadi walinya, maka Ali juga menjadi walinya”  juga ada tambahan lafaz lain “Ya Allah cintailah siapa saja yang mencintainya (Ali), musuhilah siapa saja yang memusuhinya (Ali),  tolonglah siapa yang menjadi penolongnya (Ali), tinggalkanlah siapa saja yang meninggalkannya, bimbinglah dia agar selalu mengikuti kebenaran”.

Hadits ini bisa dibagi menjadi 4 bagian.

Bagian pertama: riwayat Imam Muslim yang tidak ada tambahan “Barangsiapa aku menjadi walinya maka Ali adalah walinya”.

Bagian kedua: tambahan dari riwayat selain Shahih Muslim yaitu dari riwayat Turmuzi, Ahmad, Nasa’i dan lain-lain yang memuat tambahan “Barangsiapa aku menjadi walinya maka Ali adalah walinya”.

Bagian ketiga: tambahan lain dalam riwayat Turmuzi yang memuat tambahan lafaz: “Ya Allah cintailah siapa saja yang mencintainya (Ali), musuhilah siapa saja yang memusuhinya (Ali).”

Bagian keempat: tambahan riwayat Thabrani dan lain-lain memuat tambahan lafaz:  “Tolonglah siapa yang menjadi penolongnya (Ali), tinggalkanlah siapa saja yang meninggalkannya, bimbinglah dia agar selalu mengikuti kebenaran”.

Bagian pertama tercantum dalam kitab Shahih Muslim. Kita menerima semua hadits yang tercantum dalam kitab Shahih Muslim.

Bagian kedua yaitu tambahan “Barangsiapa menjadikanku sebagai penolongnya dan teman dekatnya, maka Ali adalah penolong dan teman dekatnya.”  Tambahan ini shahih diriwayatkan oleh Tirmizi dan Imam Ahmad karena hadits shahih  tidak hanya terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim saja. Tapi ada beberapa ulama yang mendha’ifkan tambahan ini seperti Ishaq Al Harbi, Ibnu Taymiyah, Ibnu Hazm, dan lain-lain.

Tambahan “Ya Allah tolonglah siapa saja yang menolong Ali dan musuhilah mereka yang memusuhinya” para ulama berbeda pendapat, ada yang menshahihkannya dan ada yang sebaliknya, meangatakan hadits ini dha’if.

Tambahan terakhir: “Tolonglah siapa yang menjadi penolongnya (Ali), tinggalkanlah siapa saja yang meninggalkannya, bimbinglah dia agar selalu mengikuti kebenaran.” Yang terakhir ini adalah semata-mata kebohongan atas Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam alias tambahan palsu.

Hadits ini digunakan sebagai pegangan bahwa Ali adalah khalifah langsung setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam wafat, yang dijadikan pegangan adalah lafaz “Barang siapa menjadikanku sebagai penolongnya dan teman dekatny,a maka Ali adalah penolong dan teman dekatnya.” Mereka berpendapat bahwa arti kata maula adalah pemimpin dan khalifah, berarti Ali adalah khalifah setelah Nabi wafat. [sumber: fimadani]


IJABI Gelar Idul Ghadir, MUI Tidak Akan Surut Tolak Ajaran Syiah

Perayaan Idul Ghadir dengan tema “Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu Ummat” di gedung SMESCO (SME) Convention Hall,Gatot Subroto Jakarta besok tanggal 26 Oktober 2013, mengundang kontroversi.

Pengamat gerakan Syi’ah sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. DR. H. Muhammad Baharun lewat pesan singkat menyampaikan agar umat Islam merespon perkara ini dengan cerdas. “Momentum ini digunakan untuk mengangkat ideologi Imamah,” katanya kepada Islampos, Jum’at (25/10).

Prof. Baharun juga berpendapat bahwa acara Idul Ghadir ini akan disusul acara-acara lain untuk mempromosikan Syi’ah, seperti perayaan Assyuro/Ta’ziyeh.

Masih menurut Prof Baharun, munculnya acara ini dimuka publik adalah indikasi bahwa jaringan Syi’ah sudah melakukan infiltrasi ke semua struktur, baik melalui proyek syi’ahisasi amupun militansi di dalam negeri.

Terkait sikap MUI terhadap acara ini, Prof Baharun menyampaikan bahwa MUI tidak akan pernah surut menentang kesesatan Syi’ah dengan merujuk pada fatwa-fatwa tentang bahaya Syi’ah dan haramnya mut’ah, serta pedoman kriteria aliran menyimpang. [eza/Islampos]


Pernyataan Sikap Majelis Mujahidin Atas Perayaan Idul Ghadir Syiah




Ekspansi ideologi transnasional Syiah, yang dilakukan sejak tahun 80-an, mulai menuai hasilnya di Indonesia. Para propagandis Syi’ah berani tampil terbuka, tidak lagi bersembunyi di balik taktik taqiyah. Ketika pemerintah sibuk memberantas terorisme, propagandis Syiah menyelusup dan menguasai basis strategis di pemerintahan, menjadi anggota legislatif, pejabat negara, persis seperti yang dilakukan kader-kader komunis, dan berpura-pura anti terorisme.

Pendekatan kekerasan diganti dengan diplomasi, termasuk mengundang tokoh masyarakat, para pejabat negara untuk berkunjung ke Iran, dan mendirikan Iran Corner di berbagai lembaga perguruan tinggi negeri dan swasta. Mereka menyusup ke basis-basis strategis umat melalui berbagai macam lembaga, ormas keagamaan, MUI, serta memanfaatkan secara optimal potensi negara basis Iran dengan misi deplomasi Kedutaannya di Indonesia dan negara-negara muslim lainnya dalam rangka memenuhi pesan imam besar mereka Khomeini mengekspor Revolusi Syiah ke Negara-negara Islam.

Untuk tujuan ekspansi ideologi ini pula, pada tanggal 26 Oktober 2013, akan diselenggarakan Idul Ghadir dengan tema: Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu Umat, di SMESCO (SME) Convention  Hall Jl. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta Selatan. Sudah berulangkali acara seminar Syi’ah di tolak di Makasar, Solo, bahkan belum lama ini terjadi konflik komunal di Sampang, Madura dan Jember Jawa Timur.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi konflik komunal antar ormas keagamaan, Majelis Mujahidin menyampaikan sikap berkenaan rencana penyelenggaraan Idul Ghadir sebagai berikut:


Perayaan Idul Ghadir sebagai hari paling agung untuk mendewakan Ali, melebihi Idul Fitri dan Idul Adha, tidak dikenal dalam Islam.


- Kegiatan ritual-ritual Syiah yang semarak di Indonesia adalah bentuk ekspansi ideologi Transnasional Syiah yang disusupkan dengan bantuan Keduataan besar   Iran di Indonesia, dengan melakukan distorsi terhadap ajaran-ajaran Islam.

- Segala aktivitas Syiah di Indonesia membawa misi ekspor revolusi Syiah Iran ke negara-negara muslim, diawali dengan penyusupan  ajaran-ajaran Syiah   (intervention), sehingga tatanan Islam menjadi rusak (distruction) yang akhirnya mereka bisa menggalang loyalitas Syiah (sabotage) terhadap penguasa,   pejabat, rakyat dan pemerintah Indonesia.

- Pemerintah Indonesia agar senantiasa mewaspadai ideologi transnasional Syi’ah demi menjaga stabilitas keamanan serta menjaga keutuhan bangsa dan negara   Indonesia dari intervensi asing.
   
- Pemerintah cq. Kepolisian dan pihak terkait supaya mencabut izin acara perayaan Idul Ghadir bertema  “Imam Ali as. Putra Ka’bah Pemersatu Umat” tersebut   karena mencederai dan melecehkan Islam dan umatnya serta kewibawaan Negara RI.


Demikian pernyataan ini dibuat agar mendapatkan perhatian Kepolisian serta aparat keamanan terkait.



Yogyakarta, 23 Oktober 2013


Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin

Irfan S. Awwas                                                           M. Shabbarin Syakur
Ketua                                                                               Sekretaris






Menyetujui,
Amir Majelis Mujahidin
Al-Ustadz Muhammad Thalib




Sikap Resmi Muhammadiyah Terhadap Syiah



Sikap Resmi Muhammadiyah Terhadap Syiah

PERTAMA :
Muhammadiyah meyakini bahwa Nabi Muhammad yang ma’shum. Oleh sebab itu, Muhammadiyah menolak konsep kesucian Imam-imam (ma’shumnya imam-imam) dalam ajaran Syi’ah.

KEDUA :
Muhammadiyah meyakini bahwa Nabi Muhammad tidak menunjuk siapa pun pengganti beliau sebagai Khalifah. Kekhalifahan setelah beliau diserahkan kepada musyawarah umat, jadi kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhum adalah sah. Oleh sebab itu, Muhammadiyah menolak konsep Rafidhahnya Syi’ah.

KETIGA :
Muhammadiyah menghormati Ali bin Abi Thalib sebagaimana sahabat-sahabat yang lain, tetapi Muhammadiyah menolak kultus individu terhadap Ali bin Abi Thalib dan keturunannya.

KEEMPAT :
Syi’ah hanya menerima hadis dari jalur Ahlul Bait, ini berakibat ribuan hadis shahih –walaupun diriwayatkan Bukhari Muslim- ditolak oleh Syi’ah. Dengan demikian, banyak sekali perbedaan antara Syi’ah dan Ahlussunnah baik masalah Aqidah, Ibadah, Munakahat, dan lain-lainnya.

Sikap tersebut hendaknya menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah khususnya dan umat Islam pada umumnya, sehingga dengan demikian kita bersikap waspada terhadap ajaran dan doktrin Syi’ah yang memang sangat berbeda dengan faham Ahlussunnah yang banyak dianut oleh mayoritas umat Islam Indonesia.

Di samping itu, realitas, fakta dan kenyataan menunjukkan pada kita bahwa di mana suatu negara ada Syi’ah hampir dapat dipastikan terjadi konflik horizontal. Hal tersebut tentu harus menjadi perhatian kita semua jika ingin negara kesatuan Republik Indonesia tetap utuh dan ukhuwah Islamiyah tetap terjaga.

Sumber : Majalah Tabligh No. 7/IX/ Jumadal Awal-Jumadil Akhir 1433 H, hal 5



Senin, 16 Desember 2013

4 Mondex : Sistem Tatanan Dunia Baru Era Globalisasi

Setelah bertahun-tahun melakukan perencanaan, penelitian dan pengembangan, lembaga-lembaga keuangan dunia pada akhirnya memperkenalkan masyarakat yang ber-sistem pembayaran tanpa uang secara global (Global Cashless Society).

MONDEX adalah nama perusahaan yang menyediakan sistem tersebut, dan ternyata sistem ini telah "dibeli" oleh lebih dari 20 negara di dunia. Sistem ini diciptakan pada tahun 1993 oleh Tim Jones, seorang Bankir di kota London bersama dengan Graham Higgins dari NATWEST COUTTS, yaitu sebuah Bank pribadi keluarga Kerajaan Inggris.

MONDEX adalah singkatan dari MONETARY DEXTER, yang menurut Webter's Dictionary Encyclopaedia berarti "segala sesuatu yang berhubungan dengan uang dan menunjuk kepada lokasi tertentu di tangan kanan manusia".

Sistem MONDEX ini menerapkan teknologi SMARTCARD, yaitu teknologi yang dipakai oleh kartu SIM GSM (kartu handphone) dan kartu kredit, yang memakai microchips yang mampu menyimpan informasi elektronis seperti pembayaran, identifikasi pribadi maupun bermacam-macam informasi.

Semua transaksi dimungkinkan kelalui penerapan SET (Secure Electronic Transaction = transaksi elektronik yang aman) (catatan : SET adalah salah satu sebutan bagi dewa Mesir, menunjuk kepada setan atau Iblis).

Banyak sistem SMARTCARD lain telah muncul seperti SWIFT (kita akan membahasnya), tetapi sejak MASTER CARD membeli 51 % saham MONDEX, diperkirakan MONDEX akan memegang pimpinan dalam pengembangan dan penerapan Global Cashless Society. Robin O'Kelly dari MONDEX INTERNATIONAL mengatakan : "Dengan dukungan MASTER CARD dan NETWEST COUTTS, tidak ada satupun dapat menghalangi MONDEX menjadi sistem Standart International terkemuka. Ini adalah keadaan yang akan berubah menjadi kenyataan global".

Jelas kita sedang berjalan cepat kepada penggenapan sistem New World Order / satu tatanan dunia baru yang akan menguasai seluruh dunia di bawah Antikris. 

ELECTRONIC TRANSFER

Pemakaian kartu dalam sistem MONDEX ini dilengkapi dengan PET (Personal Electronic Tranfer). Alatnya berbentuk seperti kalkulator mini yang memungkinkan anda untuk melakukan transaksi atau penukaran uang dengan pemakai kartu yang lain. Sistem ini juga dapat bekerja melalui sarana NORTEL BELL VISTA 360 PHONE, MILLENIUM PAY PHONE, ATM, PC INTERNET, dan seterusnya.

Electronic Banking System diterapkan sepenuhnya di dalam sistem MONDEX ini. Berbagai pengujian telah dilakukan secara intensif di kota Guelph dan Ontario (Canada), juga di Amerika dan Inggris. Penyebarluasan MONDEX telah dilakukan pada tahun 1998, dan pada tahun itu juga semua Bank di Canada telah menandatangani kontrak untuk memakai sistem MONDEX ini dan akan memfungsikan, mengembangkan dan memaksimalkannya dengan segera.

CIBC (Canadian International Bank of Commerce) bahkan telah membuka kantor cabang di Nortel dan Brampton (Ontario) yang sama sekali tidak menerima pemakaian uang tunai apapun. Dalam perkembangan selanjutnya tercatat lebih dari 250 perusahaan perbankan di lebih dari 20 negara di dunia telah ikut serta dalam sistem MONDEX ini, termasuk nama Indonesia tercatat di dalamnya. Negara-negara Uni Eropa bahkan telah merencanakan untuk menerapkan MONDEX secara penuh sebagai satu-satunya sistem Personal Electronic Transfer resmi mereka. 


BIO-CHIP

Pada saat ini pemakaian teknologi kartu (smart-card) dengan microchip sudah diterima secara universal dan global. Dengan sebuah kartu kredit atau kartu debit anda, sebagai pembeli, dapat dengan mudah membeli sesuatu dibagian dunia manapun anda berada. Dan sebagai penjual anda juga dapat dengan mudah menerima transfer pembayaran kartu siapapun dan dari manapun berasal. Sangat mudah, cepat, dan sangat efisien. Tetapi semua kemudahan sistem ini akan bertujuan akhir kepada sebuah sistem dimana microchip bukan hanya dilekatkan pada sebuah kartu tetapi dimasukkan dalam tubuh manusia, seperti apa yang digambarkan dalam Kitab Suci.
Teknologi untuk menyuntikkan microchip dengan alat suntik laser sudah tersedia, antara lain dengan teknologi "Microchip PET Identification System". Salah satu perusahaan yang sangat berhasil dalam percobaan meng-implementasikan bio-chip kedalam kulit binatang adalah INFOPET. Cara implementasi tersebut akan menghasilkan keberhasilan yang sama bila binatangnya diganti dengan manusia.


Di beberapa negara system ini sudah dicoba kepada manusia, dengan memakai para narapidana. Mereka bisa lari tetapi tidak bisa sembunyi, karena keberadaan mereka terus termonitor oleh GPS (Geo Possitioning Satelite). Ada juga informasi bahwa bio-chip sudah dipakai oleh kalangan jetset dan keluarganya untuk mengantisipasi penculikan pemerasan dan sebagainya. Chip dibawah kulit secara digital akan dibaca oleh scanner untuk identifikasi pemiliknya dan akan mengeluarkan file-file tertentu sesuai kebutuhan dalam kode-kode komputer. Sistem komputer ini diciptakan untuk dapat membaca lebih dari 1 milyar kata sekaligus melalui satelit GPS yang sering disebut "The Beast" dan menara telepon selular.

Perusahaan MOTOROLA dan HITACHI telah mengembangkan dan memproduksi microchip untuk MONDEX SMARTCARD, yang dapat diimplementasikan ke dalam tubuh manusia. BIO-CHIP itu diberi nama BT952000, dirancang oleh seorang pakar teknologi bio-chip, Dr. Carl Sanders sesuai dengan tugas yang diterimanya (untuk mengembangkan alat dalam tubuh manusia yang akan dipakai untuk tujuan ekonomi dan identifikasi) dan dipresentasikan di dalam konperensi ke-17 NEW WORLD ORDER. Konfrensi ini diselenggarakan secara sangat tertutup di Amerika Serikat dan melibatkan orang-orang keuangan dari kelompok Illuminati yang menempati berbagai posisi penting di seluruh dunia. Penyelenggara konfrensi tersebut merupakan kepanitiaan langsung dari organisasi "Illuminati" yang sangat rahasia dan terselubung. Bio-chip yang dipresentasikan tersebut memiliki keunggulan teknologi melalui jam ekperiment yang panjang. Berukuran panjang 7 mm dan lebar 0.75 mm dan memiliki pemancar dengan batteray lithium yang dapat diisi kembali melalui rangkaian thermo-couple yang mendapat energi listrik dari perbedaan suhu tubuh manusia. Hasil penelitian dan riset bertahun-tahun tersebut juga menunjukkan adanya dua tempat yang dianggap paling cocok dan paling aman untuk penanaman bio-chip dalam tubuh manusia, yaitu di DAHI, persis dibawah garis rambut, dan di belakang TANGAN KANAN.
"Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada TANGAN KANANNYA atau pada DAHINYA" (Wahyu 13:16).

Dalam presentasinya, DR Sanders sempat menyatakan kekhawatirannya pada pemakaian batteray lithium untuk Bio-chip tersebut, karena apabila suatu saat batteray lithium itu pecah atau bocor maka akan mengakibatkan reaksi kimia berupa timbulnya bisul-bisul yang jahat dan berbahaya bagi manusia tersebut.

"Maka pergilah malaikat yang pertama dan ia menumpahkan cawannya keatas bumi. Maka timbullah bisul yang jahat dan berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan menyembah patungnya" (Wahyu 16:2).

Catatan : DR Sanders adalah penemu alat-alat pengobatan teknologi tinggi, alat-alat pengawasan untuk agen mata-mata, dan alat-alat keamanan tingkat tinggi yang sudah dipakai oleh FBI, CIA, IRS, IBM, GE, Honeywell, dan Teledyne. Dia juga menerima banyak penghargaan dari Presiden dan Gubernur untuk berbagai design dan standart mutu. Beberapa saat setelah meninggalkan proyek bio-chip, ia bertobat dan lahir baru setelah membaca dan merenungkan kitab Wahyu, terutama tentang nubuatan Kitab Suci tentang "Tanda binatang" si Antikris. Saat ini ia pensiun dan aktif dalam berbagai seminar Kristen tentang akhir zaman di Amerika Serikat.



LUCIFER ENTERPRISE

Selain MOTOROLA dan HITACHI, pada tahun 1996 perusahaan bernama GEMPLUS juga mengambil bagian dalam memproduksi SMARTCARD yang akan dipakai untuk implementasi sistem MONDEX untuk seluruh dunia. GEMPLUS merupakan perusahaan yang saat ini memproduksi kartu SIM GSM (untuk telepon selular) dan US DOT (untuk Departemen Pertahanan AS). Pemasarannya dilakukan oleh MARC (Multitechnology Automated Reader Card) dengan kode proyeknya bernama TESSERA. TESSERA adalah tanda bangsa Romawi yang ditempel di tubuh seorang budak sebagai tanda kepemilikan. Pemilihan nama ini bukan suatu kebetulan, tetapi memperlihatkan bagaimana "visi" Iblis tengah diterapkan dalam rangka penciptaan "ONE WORLD GOVERNMENT" di bawah penguasa tunggal Anti-kris.

Perlu dicatat, perusahaan lain yang mengambil bagian dalam universialisme sistem MONDEX ini adalah AT & T dan LUCENT. Kedua perusahaan Amerika Serikat ini telah membeli license untuk mengoperasikan MONDEX diseluruh Amerika Serikat. Keduanya memakai logo ular naga matahari dan ular naga merah, yang merupakan lambang Iblis sendiri. LUCENT adalah singkatan dari LUCIFER ENTERPRISE, yang bermarkas di Fifth Avenue 666 Manhattan, USA.

Perusahan milik Iblis ini telah membeli berbagai saham perusahaan vital diseluruh dunia (termasuk saham PT TELKOM INDONESIA). Mereka kelihatan begitu agresif dan menyolok dalam aktivitas ekonomi dunia.

Produk-produk mereka diberi nama STYX (sungai di Hades = dunia orang mati), JANUS (tuhan berwajah dua), dan INFERNO (cerita tentang Iblis di neraka). Lambang LUCENT terdiri dari lingkaran api neraka. Salah satu dari produk mereka yang paling dibanggakan adalah apa yang dikenal dengan teknologi TTS (Text To Speech), dimana melalui teknologi ini mereka memberi kehidupan kepada benda mati seperti patung atau robot yang menyerupai manusia, untuk berbicara seperti layaknya manusia hidup.

Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang yang tidak menyembah patung binatang itu dibunuh" (Wahyu 13:15).


TANDA BINATANG 666

Kata bahasa Yunani dalam Kitab Suci Perjanjian Baru untuk tanda binatang adalah CHARAGMA yang berarti garutan, goresan, cap, lencana, atau tanda perbudakan dan perhambaan. Bilangan 666 adalah ungkapan Yunani untuk Chi Xi Stigma, yang berarti menusuk atau menggoreskan sebuah tanda kepemilikan. BIO-CHIP merupakan tanda binatang itu, yang akan di suntikkan kepada semua orang tanpa kecuali untuk dapat MEMBELI dan MENJUAL (melakukan transaksi ekonomi).

Kitab Suci menjelaskan hal ini akan terjadi di ujung akhir zaman dan saat ini kita semua telah melihat penggenapan-penggenapannya. Waktu berjalan cepat menuju penguasaan global oleh Antikris, dimana semua manusia harus memakai lambangnya (BioChip-Barcode), yang berarti penundukan kepada kerajaan setan untuk dapat bertransaksi (menjual dan membeli).

"Dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya" (Wahyu 13:17).



PROYEK LUCID

Nama LUCID atau LUC-ID merupakan kependekan dari kata-kata LUCIFER IDENTIFICATION. Sistem ini merupakan Universal Information Identification System, yang dirancang untuk mampu memonitor keadaan setiap orang. Penemunya adalah Jean Paul Creusat, MD bekerjasama dengan UN-INEA (United Nation International Narcotic Enforcement Officer Association), dan diterbitkan oleh UNIVERSAL BIOMETRIC CARD. Sistem ini sudah diterapkan di UN GLOBAL SECURITY PROGRAMME (Program Keamanan Global PBB).

Dengan menyatunya sistem ini dalam MONDEX maka semua kegiatan masyarakat, setiap transaksi jual beli, dan setiap kecenderungan ekonomi akan dapat terdeteksi dan ter-identifikasi oleh setiap jaringan komputer global Antikris disetiap negara di dunia. Sistem ini memungkinkan intervensi dan kontrol penguasa atas segala kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh setiap orang. Simon Davis, seorang dari peneliti MONDEX mengatakan bahwa saat ini MONDEX sedang memonitor semua transaksi sebagai proyek percontohan yang akan menembus kebiasaan hukum perdagangan bebas.

FREEMASONRY

Sebagian besar pendiri dan peneliti MONDEX berasal dari bank-bank yang tergabung dalam CLUB OF ISLES (Isles adalah nama kepulauan di Inggris) dan HOUSE OF WINDSOR. Kedua club eksklusif ini didirikan oleh FREEMASONRY, jaringan organisasi Iblis terbesar di dunia dibawah koordinasi ILLUMINATI. Melalui pertemuan-pertemua rahasia mereka menjalankan strategi-strategi globalnya. Tujuan pendirian Banking-Club ini adalah untuk mendukung terciptanya kesatuan ekonomi global sesuai dengan visi Illuminati: THE NEW WORLD ORDER (Tatanan Dunia Baru), yang didasarkan atas sebuah pemerintahan (politik) global, agama global, dan ekonomi global dibawah pimpinan satu pemimpin dunia baru, si binatang itu : Antikris.



Catatan: Suatu dokumen rahasia menyebutkan bahwa Antikris adalah THE LORD OF ISLES, dan bilangan namanya adalah 666. Ia disebutkan akan menjadi figur dunia yang akan disembah oleh banyak bangsa. Dia dan keluarganya adalah orang yang pertama kali menerima implementasi BIO-CHIP di tubuhnya, dimana acara tersebut disiarkan oleh CNN pada bulan Maret 1996. (Kebenaran informasi ini meragukan karena sumber informasi tertutup).


PAGAN

Logo MONDEX terdiri dari TIGA LINGKARAN yang tersambung, simbol yang umumnya terdapat di perkumpulan-perkumpulan okultisme dan kebathinan New age - Freemasonry. Arti umum dari tiga lingkaran itu adalah tiga dewa Mesir (PAGAN TRINITAS), yaitu: ISIS, OSIRIS, HORUS, yang di dalam Kitab Suci disebut ASHTORETH, NIMROD, TAMMUZ/BAAL. Tiga dewa Mesir (lambang dunia) yang disatukan seperti menirukan Trinitas Kristen. Simbol ini pernah dipakai oleh sebuah kerajaan kuno di Inggris, dan oleh sebuah perkumpulan orang asing yang didirikan NERO pada tahun 55 sM. Beberapa organisasi okultisme dan kebatinan Freemasonry juga memakai simbol ini sampai sekarang.

MONDEX juga memakai logo RANTAI EMAS. Rantai merupakan lambang dari penjara, perbudakan, kekalahan. Juga diartikan sebagai hubungan langsung antara sorga (kegelapan) dan bumi (Menara Babel). Rantai Emas Homer adalah istilah yang dipakai di lingkungan MONDEX, dimana menurut mereka berarti Tuhan dihukum dan diperintahkan untuk turun dari sorga ke bumi.

Simbol MONDEX lainnya adalah KUPU-KUPU. Simbol ini mempunyai beberapa arti mistik, yang terutama adalah: Penangkapan Jiwa. Bahasa Yunani untuk kupu-kupu dan untuk jiwa adalah sama, yaitu Psyche. "Tangkap sebanyak mungkin jiwa untuk neraka", merupakan tujuan utama Iblis. Secara perlahan tetapi pasti, dunia ini sedang dibawa kepada kesudahannya. Berbagai sistem keuangan global sedang diterapkan, masing-masing dengan kelebihannya masing-masing, tetapi tetap mempunyai tujuan yang sama, yaitu penyatuan sistim ekonomi dunia di dalam The New World Order (Tatanan Dunia Baru), One World Government (Satu Pemerintahan Dunia), melalui penerapan The New Babelonian Global System (Sistem Global Babel Baru).

Semakin hari manusia akan dipaksa untuk menggunakan sistem otomatis dan elektronik untuk segala aktivitas penerimaan dan pembayaran, sampai uang kontan dihapuskan sama sekali. Home Banking melalui PC (Personal Computer) dan telepon (Internet) akan menjadi sangat penting perannya, sama seperti adanya ATM yang menggantikan fungsi Bank. Uang kontan semakin lama akan semakin sulit didapat. Di beberapa negara maju anda akan mengalami kesulitan bila anda melakukan pembayaran dengan uang kontan dalam jumlah tertentu, minimal anda akan dikenai biaya tambahan kalau tidak ditolak sama sekali. Uang kontan semakin lama semakin ditarik peredarannya, SMARTCARD akan menggantikannya. Dan kita semua sedang dibawa ke dalam penggenapan sistem Babel, sadar atau tidak.

Atas : Sebuah transistor microprocessor senilai $10,00. Alat ini sama dengan komputer sebesar ruangan senilai $500,000 beberapa tahun yang lalu. Atas kanan: Sekarang telah hadir ratusan ribu transistor micro-processor pada sebuah chip yang hanya berukuran 3,9 x 7,52 mm. Akhirnya sebuah otak buatan telah "muncul" oleh Hitachi. "Zaman Baru" sudah diambang pintu.

Memang kita tidak mungkin menghindar dari pemakaian teknologi Babel ini, bahkan sekarangpun kita sedang memakainya dan semua orang memakainya. Bedanya adalah mereka yang mengerti dan berpengetahuan dengan mereka yang tidak. Yeshua Hamasiah menjanjikan "kemerdekaan" bagi kita yang tinggal di dalam Dia. Sampai batasan waktu tertentu kita memang semakin tidak punya banyak pilihan, klimaksnya pada masa tribulasi dimana kita akan diperhadapkan pada pilihan dan setiap keputusan yang kita ambil membawa akibat bagi kekekalan kita.

Waspada dan berjaga menjadi pesan Yeshua Hamasiah yang harus kita perhatikan. Di hari-hari terakhir di akhir zaman ini bencana alam maupun situasi dunia yang semakin memburuk sering membuat kita tidak waspada dan tidak berjaga-jaga.

Dilain pihak ada musuh yang selalu menciptakan krisis yang akan mendesak percepatan kebutuhan global dimana pada akhirnya setiap orang harus menyerahkan semua hak-hak pribadi, kebebasan, dan kepemilikan kepada sebuah sistem global yang mengatasnamakan "kedamaian dan keamanan". Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia memang sedang menuju kepada penggenapan optimal dari berlakunya sistem Babel dibawah pemerintahan Antikris. Tetapi sesaat setelah semuanya itu menjadi kenyataan yang (dalam masa tiga setengah tahun kedua masa tribulasi), Yeshua Hamasiah akan datang kembali dan segera mengakhiri pemerintahan manusia di muka bumi ini.

"Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Tuhan, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya, dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik keatas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya" (Wahyu 14:9-11)



 



0 Obelisk Ada Di Setiap Negara Di Dunia

Keberadaan kerajaan Iblis di bumi ditandai dengan symbol-symbol sebagai "suatu pernyataan kehadirannya", misalnya symbol piramyd, mata Iblis all seeing eye, segitiga, matahari, unicorn, dan banyak lagi. Salah satu symbol dari keberadaan Iblis tersebut adalah Obelisk, suatu bentuk tugu batu persegi empat yang menjulang tinggi dengan piramyd di puncaknya. Keberadaan obelisk di berbagai titik penting di dunia memberi suatu makna tersendiri. Dan bagi kita, pengetahuan ini menjadi berguna dan penting untuk menyingkapkan rahasia kerajaan kegelapan dengan segala bentuk tipu muslihat dan dominasinya atas hal-hal tertentu. Dengan demikian tindakan-tindakan profetik kita bukan menjadi "sembarang memukul" tetapi mengerti apa yang kita lakukan.


SEJARAH OBELISK

Obelisk adalah bagian penting dari arsitektur Mesir sejak dahulu kala. Walau kata Obelisk sebenarnya adalah kata dari bahasa Yunani, yang berarti batu persegi empat yang panjang. Kata Yunani yang popular dipakai untuk menggambarkan jenis tugu ini ditemukan oleh seorang penjelajah terkenal dari Yunani bernama Herodotus.

Asal mulanya bangsa Mesir menjadikan obelisk sebagai bagian dari arsitektur kuil dan rumah mereka untuk didedikasikan atau sebagai bentuk penyembahan kepada Horus (nama lain dari dewa Ra = Matahari) anak dari Osiris dan Isis. Osiris (dewa vitalitas dan kesuburan) dan istrinya Isis (dewi kesembuhan) dianggap pasangan yang harmonis. Namun adik dari Osiris, yaitu Seth (dewa kekacauan, padang gurun dan badai) membunuh Osiris karena merasa cemburu dan membuang mayatnya ke sungai. Isis kemudian menemukan dan membangkitkannya kembali. Namun sekali lagi Seth membunuh dengan memotong tubuh Osiris menjadi 14 bagian. Seluruh potongan itu disebarkan keseluruh Mesir. Kembali Isis mencari seluruh potongan tubuh suaminya dan seluruhnya ditemukan kembali kecuali bagian alat kelaminnya yang tidak ditemukan.

Disinilah konon Obelisk menjadi lambang dari phallus (alat kelamin laki-laki) dari Dewa Osiris. Obelisk menjadi lambang kesuburan dan sekaligus menjadi lambang penyembahan kepada Dewa Matahari/Ra.

Telah tercatat bahwa di seluruh dunia saat ini ada 30 Obelisk asli (the original obelisk) dari Mesir yang masih tersisa. 8 berlokasi di Mesir, 13 di Roma, 4 di Inggris, 1 di Israel, 1 di Amerika, 1 di Turki, 1 di Ethiopia, dan sisanya tersebar di bagian dunia lainnya. Obelisk yang terbuat dari sebuah batu alami (bukan terdiri dari susunan batu). Tetapi pada masa selanjutnya berkembanglah pembuatan obelisk dalam berbagai bentuk dan model dengan prinsip yang sama yaitu 4 sisi bidang pada ujung atasnya berbentuk pyramid.

SYMBOL IBLIS
Sejak awal peradaban manusia Iblis telah menyatakan keberadaan dirinya ditangah-tengah manusia. Dia selalu ingin menguasai manusia dan tanpa malu-malu menyatakan keberadaan dirinya. Dimana ada orang yang melakukan penyembahan terhadap sesuatu benda khususnya, dia pasti hadir dan bersemayam. Karena Iblis selalu mencari orang yang mau menyembah dia baik secara sadar maupun tidak.

Keberadaan Obelisk merupakan bentuk penghinaan kepada Tuhan (dengan menunjukkan phallus ke langit). Hampir disetiap kota di dunia ada tugu-tugu Obelisk seperti ini, dan itu juga merupakan bukti penguasaan Iblis atas dunia: "…..seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat" (1 Yohanes 5:19). Setiap tempat yang dikuasainya selalu disertai dengan tanda-tanda atau symbol-symbol kerajaannya. Salah satunya ialah Obelisk ini.

Sebagai symbol dominasi Iblis atas bumi ini, kehadiran beberapa obelisk tertentu (di lokasi tertentu juga) merupakan "tanda tangannya". Diketahui bahwa obelish di Washington DC merupakan symbol penguasaan Iblis atas EKONOMI dunia; obelish di Luxsor, Mesir, merupakan symbol penguasaan Iblis atas PEMERINTAHAN dunia; dan obelisk di Vatican, Roma - Italia, merupakan symbol penguasaan Iblis atas AGAMA dunia. Ekonomi, Pemerintahan, dan Agama dunia penguasaannya diwakili oleh ketiga obelisk tersebut. Penjelasan detail mengenai hal tersebut akan mencengangkan siapapun. Bahwa benda-benda mati yang disembah dan dihormati ternyata berunsurkan kekuatan-kekuatan spiritual yang tidak main-main, dan dipercaya (sebagai tradisi ritual) oleh mereka yang dianggap sangat "berwawasan sekuler" sekalipun. Dan obelisk adalah salah satunya, bukan satu-satunya. Masih begitu banyak "kehadiran" yang misterius disekitar kita, bahkan hal-hal yang telah akrab dalam kehidupan sehari-hari kita. Mengucap syukur atas kehadiran Ruach haKodesh di dalam kita, karena tanpa itu kita tidak punya kesanggupan untuk "membedakan" mana yang dari Tuhan dan mana yang dari musuh-musuh Tuhan.

Jelas, kehadiran Iblis telah nyata di seluruh bagian dunia ini (bd. MS: System Global Babel) di dalam segala aspek kehidupan manusia : bisnis, sosial, politik, pendidikan, gaya hidup, teknologi, dan terlebih lagi di kehidupan rohani manusia. 

 

2 Penurunan Air Danau Tiberias Tanda Dekatnya Munculnya Dajjal

Danau Tiberias adalah danau air tawar yang terletak di antara bagian bawah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Suriah dan Dataran timur kota Galilea Palestina. Garis pantainya membentang sepanjang 53 km dengan luas 166 km2. Bagian terdalam dari danau ini mencapai kedalaman 46 M. Danau ini secara geografis terletak di wilayah Palestina dan Suriah, tetapi secara politis saat ini dikuasai oleh penjajah zionis Israel. Danau yang terletak pada posisi 213 di bawah permukaan laut ini terhitung sebagai danau air tawar terendah di dunia, dan danau kedua terendah secaa umum setelah danau Laut Mati yang berasa asin. Danau Tiberias merupakan sumber pasokan utama kebutuhan air bersih Penduduk Palestina dan penjajah Israel. Selain itu Danau ini merupakan lokasi penting bagi pemeluk Semua agama samawi.

Orang-orang Yahudi mernbangun permukiman mereka di tepi Danau Tiberias, juga resort dan penginapan bagi petinggi militer Israel, mengingat posisinya yang berdekatan dengan perbatasan Palestina dan Suriah, sebagai antisipasi penyusupan pihak-pihak yang tidak mereka kehendaki, Wilayah ini pun menjadi kawasan wisata elit bagi militer dan pemerintah Israel. Mereka melengkapi kawasan ini dengan berbagai properti layaknya daerah tujuan wisata ala Eropa yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas maksiat dan bersenang-senang, sehingga terkenal sebagai tempat berselingkuh para prajurit dan pejabat militer Israel, demikian juga dengan sebagian politisi dan tokoh-tokoh mereka. Demikian sepintas tentang danau Tiberias saat ini.

Adapun keterkaitannya dengan kemunculan Dajjal, sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa turunnya permukaan air danau ini menjadi salah satu tanda-tanda kedatangan Dajjal. Saat ini permukaan air Danau Tiberias telah mengalami penyusutan. Ini tentu menjadi musibah bagi kita semua, karena masa kemunculan Dajjal semakin dekat, sedangkan kedatangannya itu akan membawa fitnah yang besar bagi umat Islam di mana saja mereka berada; sebagian besar manusia terkena fitnah tersebut. Sang Dajjal, saat kemunculannya, mengaku sebagai Tuhan, mengaku sebagai yang memiliki surga dan neraka. Dalam keterangan tentang Dajjal dinyatakan bahwa kaum wanita adalah yang terbanyak mendatanginya sehingga para laki-laki pulang menemui ibu, putri, saudari, dan bibi mereka, mengikat mereka dengan kuat, karena takut wanita-wanita itu keluar menemui Dajjal. Oleh karena itu Rasulullah shallallahun ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hal yang paling saya takutkan akan menimpa kalian adalah al-Masih ad-Dajjal.”

Agar lebih jelas apa dan mengapa dengan sosok Dajjal ini, berikut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari riwayat Fatimah bind Qais radhiyallahu ‘anha. Dalam riwayat tersebut dinyatakan bahwa dia berkata, “Saya mendengar juru panggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru: Shalat Jama’ah! Shalat jama’ah” (panggilan seperti ini biasanya hanya pada waktu shalat atau apabila ada sesuatu yang sangat penting). Fatimah binti Qais melanjutkan, “Maka saya pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan saya berada pada shaf pertama para wanita. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah selesai beliau duduk di atas mimbar.

Beliau tertawa kemudian berkata,’Hendaklah masing-masing tetap di tempat! Tahukah Anda semua mengapa saya kumpulkan?’

Para Shahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bukan karena suatu kabar gembira, bukan pula karena suatu ancaman, tetapi karena Tamim ad-Dari tadinya seorang pemeluk Nasrani lalu dia datang menyatakan keIslamannya dan menceritakan kepada saya kejadian yang sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian semua tentang al-Masih ad-Dajjal. Dia menceritakan kepada saya bahwa dia berlayar dengan tiga puluh orang dari Lakhm dan Juzam, lalu ombak besar membuat mereka terombang ambing di lautan sebulan lamanya hingga akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau di arah timur matahari. Mereka pun turun dan duduk beristirahat dekat kapal mereka lalu memasuki pulau tersebut. Mereka kemudian bertemu dengan makhluk melata yang dipenuhi bulu. Saking banyaknya bulunya mereka tidak tahu mana bagian depan dan bagian belakangnya. Mereka berkata, Makhluk apakah Engkau ini?’

Makhluk itu berkata, Aku adalah Jassasah.

Mereka bertanya, Apa itu Jassasah?’

Makhluk tu menjawab, ‘Pergilah kalian menemui laki-laki yang ada digedung besar sana, dia sangat ingin mendengar berita dari kalian.’

Tamim berkata, ‘Ketika dia menyebut nama seorang laki-laki, kami takut bahwa makhluk itu adalah setan. Maka kami pun bergegas pergi sampai kami menemukan bangunan besar itu lalu masuk ke dalamnya. Disana ada seorang manusia yang paling besar dan paling kuat yang pernah kami lihat. Kedua tangannya terbelenggu ke lehernya diantara kedua lutut dan sikunya. Kami berkata, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah engkau ini?’

Dia menjawab, kalian mampu menemukanku, beritahu saya siapa kalian ini!’

Mereka (Tamim dan rombongan) menjawab, ‘Kami adalah orang-orang Arab, kami naik kapal laut, tiba-tiba ombak pasang dan kami pun terombang-ambing selama satu bulan sampai akhirnya terdampar di pulau Anda ini. Kami pun merapat dan memasukinya. Tiba-tiba kami bertemu  dengan makhluk melata yang berbulu sangat lebat sehingga sulit mengetahui mana depan dan mana bagian belakangnya. Kami berkata kepadanya, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah kau ini?’

Dia menjawab, Aku adalah jassasah (Pengintai).’
Kami pun berkata, Apakah jassasah itu?’
Dia berkata, ‘Pergilah temui laki-laki yang ada di bangunan besar itu karena dia sangat ingin mendengarkan berita dari kalian!’
Maka kami pun bergegas menemuimu, dan merasa takut dengan makhluk itu dan menyangka dia adalah setan.
Laki-laki besar itu berkata, ‘Beritahukan kepada saya tentang kebun kurma Baisan!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, ‘Tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?’ Kami berkata, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Ketahuilah karma-karma itu hampir tidak lagi berbuah.
Beritakan kepadaku tentang danau Tiberias!’ Kami pun berkata, ‘Tenting apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah di sana ada airnya?’ Kami menjawab, ‘Danau itu banyak airnya, ‘Dia berkata, ‘Ketahuilah airnya tak lama lagi akan habis.
Beritahu saga tentang sumber air Zagar!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah masih banyak airnya? Apakah penduduk sekitarnya memanfaatkan airnya untuk bercocok tanam?’ Kami menjawab, ‘Ya, airnya banyak, penduduk sekitar memanfaatkannya untuk bercocok tanam.’

Dia berkata, ‘Beritakan kepada saya tentang Nabi kaum yang ummi, apa yang telah dilakukannya?’ Mereka menjawab, ‘Dia telah muncul di Mekkah dan tinggal di Yasrib,’ Dia berkata, Apakah orang-orang Arab memerangi mereka?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Dia berkata, Apa yang dilakukannya kepada mereka?’ Maka kami pun memberitahurnya bahwa telah tampak para pengikutnya dari kalangan orang-orang Arab, mereka mematuhinya. Dia berkata, ‘Itu sudah terjadi?’ Kami menjawab, ‘Ya,’ Dia berkata, jika demikian maka yang terbaik bagi kalian ialah mematuhinya. Aku beritahukan kepada kalian siapa sesungguhnya aku ini. Aku adalah al-Masih, hampir datang waktunya aku diizinkan keluar, lalu akan berjalan mengelilingi bumi, tidak satu kampung pun yang tidak kusinggahi dalam waktu empat puluh malam kecuali Mekkah dan Taibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap kali aku berusaha untuk memasuki salah satu dari keduanya aku akan dihadang oleh Malaikat yang memegang pedang mengusir saya menjauhi kedua kota itu. Setiap celah kota itu dijaga oleh para malaikat.”‘

Fatimah binti Qais (perawi hadits) berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentakkan tongkat beliau ke mimbar dan berkata, ‘Inilah Taibah, inilah Taibah (maksud beliau Madinah). Bukankah saya pernah menyampaikannya hal seperti ini kepada kalian?’ Para hadirin menjawab, ‘Benar,’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, ‘Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Tamim membuatku kagum karena sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian tentang Dajjal, Madinah dan Mekkah. Dia berada di laut Syam atau laut Yaman; bukan, tetapi dia ada di timur, dia ada di timur, dia ada di timur!’ Beliau pun memberi isyarat dengan tangannya ke arah timur. Fatimah melanjutkan, “Maka saya pun menghafalnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Dengan demikian tidak asing lagi bagi kita semua bahwa turunnya permukaan air Danau Tiberias merupakan salah satu pertanda semakin dekatnya kemunculan Dajjal. Zionis Israel saat ini dilanda kecemasan yang tinggi karena debit air Danau berkurang secara signifikan, karena hal ini berpengaruh besar terhadap sektor pertanian bahkan masa depan mereka di bumi penjajahan. Semenjak tahun 2004 pemerintahan zionis membuat garis merah dan garis hitam untuk mengontrol debit air Danau. Sungguh mengejutkan, semenjak tahun 2004 permukaan Danau mengalami penyusutan setinggi 16 M. Terakhir Menteri Pertanian Zionis menyatakan secara terbuka melalui kantor berita mereka bahwa debit air danau Tiberias mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan. Berita ini tentunya tidak saja menjadi ancaman bagi rezim Zionis tetapi juga bagi kita umat Islam, karena penurunan permukaan air danau Tiberias adalah salah satu tanda dekatnya waktu kemunculan Dajjal.

Danau Tiberias

Dari Syekh Bin Baz rahimahullah sebelum beliau wafat, ketika mendengar berita turunnya permukaan air danau Tiberias, beliau menangis dan berkata, “Inilah zaman kemunculan Dajjal.”

Untuk melengkapi tulisan ini, bersama ini kami lampirkan foto-foto yang menguatkan informasi tentang sudah dekatnya masa kemunculan Dajjal. Kesimpulan ini berdasarkan hadirs yang memberitakan akan menyusutnya debit air danau Tiberias empat belas abad yang lalu dan sekaligus juga memberitakan perihal kemunculan al-Masih ad-Dajjal.

Silahkan bandingkan antara pasangan-pasangan gambar yang kami tampilkan, yang mana salah satunya menunjukkan kondisi Danau dengan debit air masih tinggi dan berikutnya kondisi air Danau saat ini.

Sumber : Dikutip dar Majalah Qiblati, Edisi 04 Tahun VIII

0 Perebutan Dataran Tinggi Golan Krisis Israel-Suriah


Permusuhan panjang antara Israel dengan Suriah (Syria) sudah berlangsung sejak Perang 1967, ketika Israel berhasil merebut Dataran Tinggi Golan, kemudian berlanjut dengan keterlibatan kedua pihak dalam perang Lebanon tahun 1982-1983. Permusuhan ini telah berjalan selama tiga dekade di akhir abad ke-20 dan sampai kini masih berlanjut. Tetapi situasi agak berubah ketika Israel mencapai kesepakatan damai dengan Palestina, yang ditandai dengan Perjanjian Madrid, Oslo I dan II, serta berbagai kesepakatan yang terkait, dimana Israel merasa sudah tiba saatnya untuk berunding, begitu juga Suriah. 


DAERAH PENYANGGA STRATEGIS

Perundingan-perundingan yang terjadi kemudian ternyata alot dan rumit, karena perbedaan pandangan yang selama ini menjadi inti konflik antara kedua negara tersebut, yang juga menjadi konflik antara negara-negara Arab dengan Israel. Suriah di bawah kepemimpinan Hafez al Assad (alm) menentang setiap upaya Israel untuk terus mengukuhkan pendudukannya atas Dataran Tinggi Golan. Suatu dataran tinggi yang memanjang disepanjang danau Galilea sampai ke utara Israel di ketinggian gunung Hermon (2.814 meter) yang berpuncak salju setebal 11/2 meter, dimana Israel dengan 20.000 pasukannya dapat mudah memantau musuhnya serta bisa mengawasi sumber air terbesar yang masuk ke danau Galilea. Bagi kepentingan Suriah, dataran tinggi Golan adalah segala-galanya.

Dataran tinggi ini adalah penyangga strategis dan dari sini Damaskus (Damsyik) dengan mudah memukul mundur Israel atau bahkan menyiapkan sebuah serbuan besar-besaran ke Israel. Dengan menguasai Golan yang sejuk, juga berarti menyediakan sumber air bagi Lembah Bekaa. Lembah Bekaa dan Golan adalah garis sepadan, pusat militer serta pusat pertanian dan kultural Suriah. Golan adalah sebuah prestise yang harus tetap erat dipegang Damaskus. Dalam masa tiga dekade, kawasan selebar 10 mil itu dikuasai Israel, bahkan telah dimasukkan dalam peta geografi Israel Raya.

Saat ini Suriah harus membiayai 30.000 pasukan yang dikonsentrasikan dekat Golan dan Lebanon Selatan yang rawan karena Israel membangun zona demiliterisasi dan sering bertempur dengan grilyawan Hizbullah. Suriah menuntut pengembalian Golan tanpa syarat. Sebaliknya Israel menuntut agar Damaskus menghentikan dukungan terhadap gerilyawan Hizbullah yang setiap saat menembakkan peluru meriam Katyusha dari Lebanon Selatan. 


SURIAH DAN LEBANON


Suriah dengan Lebanon ibarat saudara yang merangkum tiga sintesis : kultural, politik, dan militer, yang berakar selama puluhan, bahkan ratusan tahun. Sejak pemerintahan Presiden Bashir Gemayel, Amin Gemayel sampai pada era Emile Lahoud, Beirut selalu berkiprah kepada Damaskus. Bahkan Damaskus menganggap Lebanon adalah provinsi Suriah sendiri. Ini suatu kenyataan politik dan sejarah yang tidak dapat dipungkiri Israel. Damaskus berpengalaman pahit ketika pasukannya ditekan untuk mundur dari Beirut pada Agustus 1983 berdasarkan Perjanjian Damai Philip Habib. Para Jenderal Suriah harus menarik mundur Brigade Hittin dari Beirut Barat. Dan menarik sebuah brigade yang prestisius merupakan tamparan berat bagi Suriah. Tetapi langkah ini diambil juga untuk melerai pertempuran yang berlarut dengan pasukan Israel, yang mungkin akan mengalahkan brigade Suriah yang tangguh itu. Tekanan ini menyakitkan, seperti tekanan dan kekalahan yang dialami pada Perang 1967, ketika Israel berhasil mempercundangi Suriah.

Namun inti pertikaian utama sebenarnya adalah masalah Dataran Tinggi Golan. Suriah tetap pada pendiriannya untuk menerima kembali Golan tanpa syarat. Sedangkan Israel menawarkan beberapa pilihan untuk mengembalikan Golan dengan berbagai syarat yang ketat. Misalnya dengan tetap mempertahankan peralatan Early Warning System untuk mengamati musuh secara dini. Dan Damaskus harus menghentikan serangan dan infiltrasi gerilyawan Hizbullah ke Israel Utara. Pos-pos pengamatan Israel di Dataran Tinggi Golan, terutama di puncak Hermon, membuat Suriah tidak berkutik karena Damaskus tidak akan pernah dapat melancarkan serangan secara diam-diam terhadap Israel, dan cuaca disana membuat satelit pengamat sukar dioperasikan dan patroli udara sangat mahal.

Sebagai negara yang relatif kecil, Israel tidak memiliki suatu daerah khusus yang dapat diserahkan kepada penyerangnya sebagai pancingan atau taktik ketika serangan militer pertama dilancarkan. Karena itulah IDF (Israel Defense Forces) selalu mengandalkan serangan dadakan dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan musuh agar tetap berada diluar garis perbatasan. Hal ini juga berarti kebutuhan mutlak bagi Israel untuk memiliki informasi yang akurat dan tepat waktu tentang rencana penyerangan musuhnya, sehingga Israel dapat melancarkan serangan lebih dahulu. Meskipun benar bahwa Suriah dapat mencapai semua titik lokasi dari setiap tempat di Israel dengan rudal Scud-C mereka (baik yang berhulu ledak konvensional maupun nuklir atau biologi), akan tetapi posisi strategis Dataran Tinggi Golan menghalangi penyerbuan tentara daratnya. Hanya ada dua tempat yang menjadi jalan bagi Suriah, yaitu daerah Tel Fars dan daerah Quneitra. Itu sebabnya mengapa Israel yang memiliki pasukan yang berjumlah kecil mampu bertahan dari serbuan seribu tank Suriah dimasa perang Yom Kippur. Jika Israel tidak menguasai Golan, maka mereka harus memukul mundur serangan musuh di dalam daerah mereka melalui daerah-daerah yang padat penduduk seperti Lembah Hula, Lembah Yordan, dan Galilea. Dan itu berarti akan memakan korban jiwa yang sangat banyak dan mengerikan.

Israel sangat membanggakan pasukan elite-nya yang ditempatkan di sistem pemberitahuan dini Golan, yang berjarak hanya 500 meter dari garis demarkasi. Dari ketinggian 1.500 dan 2800 meter di atas lereng terjal dan puncak Gunung Hermon, pasukan Israel dengan mudah memantau setiap gerakan pasukan Suriah di utara. Pasukan elite Israel yang juga terlatih untuk perang di pegunungan salju juga bisa mengamati kota Damaskus yang jauhnya sekitar 43 kilometer. Sementara itu di Golan saat ini sudah ada sekitar 17.000 pemukim Yahudi yang sudah menetap disana sejak tiga dekade dan hidup dari hasil perkebunan, terutama anggur dan apel. Mereka memperoleh previlese yang diberikan pemerintah dan tidak bersedia keluar dari Golan dengan begitu saja.

Dataran Tinggi Golan sangat kaya dengan sumber airnya, yang menjadi kebutuhan pokok negara-negara gurun pasir. Suriah dengan segala usaha berusaha mengeringkan sumber air Israel ini dengan cara membelokkan aliran sungai Yordan tetapi tidak pernah berhasil. Sejak bulan Juni 1974, 1250 pasukan dari DOF (Disengagement Observer Force) PBB telah berpatroli di daerah yang menjadi perbatasan Israel - Suriah. Sesungguhnya pasukan PBB ini tidak cukup kuat untuk mencegah agresi yang dapat terjadi setiap saat. Keadaan yang sama seperti pasukan sekutu ketika berada di Berlin Barat selama perang dingin berlangsung. Tetapi bagaimanapun juga sekarang dapat dikatakan bahwa PBB telah bertindak sebagai penjamin perdamaian di Dataran Tinggi Golan.

Pada masa PM Benyamin Netanyahu, pemerintah terlalu ditekan oleh Partai Likud dan kalangan konservatif Israel, untuk tidak berunding apapun dengan Suriah. Dan tentunya juga menghambat perwujudan Perjanjian Oslo I dan II untuk berdamai dengan Palestina. Tetapi kemudian suasananya jauh berbeda ketika Ehud Barak menjadi Perdana Menteri, ia ingin agar Israel dapat hidup berdampingan secara damai dengan negara-negara Arab yang menjadi tetangganya, walaupun untuk itu ia harus menanggung resiko dikecam habis-habisan. Tetapi Ehud Barak sudah mengisyaratkan bahwa pengembalian Golan adalah kompromi atau konsesi yang cukup menyakitkan dan mahal karena ia harus memberikan jaminan kompensasi terhadap 17.000 pemukim Yahudi dan penarikan 20.000 pasukannya yang berada di sekitarnya, untuk meninggalkan Golan.

Kitab Suci menginformasikan bahwa pada waktunya nanti Israel akan menaruh kepercayaan besar kepada perlindungan yang dijanjikan oleh antkris melalui perjanjian bilateral dengan Uni Eropa (Yehezkiel 38 - Daniel 9)


KELOMPOK-KELOMPOK YAHUDI

Upaya pengembalian dataran tinggi Golan mendapat penolakan dari sebagian besar rakyat Yahudi, terutama dari golongan Yahudi Shepardim, yakni masyarakat Yahudi yang lahir di Eropa Timur, atau di negeri-negeri Arab seperti Maroko, Mesir, dan Yordania, sebelum terbentuknya negara Israel (1948). Mereka digolongkan sebagai golongan ultra-ortodoks dan ultra-nasionalis, yang masih berpegang kuat pada nilai-nilai spiritual Yahudi. Shepardim menganggap bahwa Yerusalem, Hebron, dan wilayah-wilayah lain di Tanah Perjanjian yang masih ditempati oleh orang bukan Yahudi, harus dibebaskan, termasuk Golan. Jumlah shepardim adalah 40 persen dari jumlah seluruh bangsa Yahudi. Mereka mempunyai ciri-ciri khusus, antara lain mengenakan baju sutera dan topi hitam, serta memelihara jambang dan kumis janggut. Mereka tinggal berkelompok, misalnya di daerah Mea Sharim atau Heredi di Yerusalem, dan beribadah secara aktif di sinagog-sinagog. Ada lagi kelompok elite Yahudi Askhenasim, yakni imigran asal Eropa Barat dan Amerika yang berjumlah 22 persen. Merekalah yang menempati level atas dalam ekonomi maupun politik. Kelompok ini mendukung penuh kebijaksanaan Partai Buruh untuk merealisasikan perdamaian secara penuh dengan negara-negara Arab, termasuk pengembalian dataran tinggi Golan kepada Suriah. S

Saat ini proses Golan masih berlangsung alot karena munculnya banyak hambatan sosial, keagamaan, dan politik. Terlebih lagi sejak pemimpin "garis keras" Ariel Sharon menduduki posisi Perdana Menteri Israel. Sharon tidak mungkin berkompromi dengan apapun tentang Golan. Diperkirakan ia akan "membabat" habis semua rintangan untuk mempertahankan Golan, berapapun harganya.

Beberapa ahli politik Timur Tengah memprediksikan bahwa pada akhirnya Israel akan mengembalikan seluruh atau sebagian Dataran Tinggi Golan kepada Suriah dengan syarat PBB atau Uni Eropa menduduki daerah itu sebagai jaminan keamanan Israel. Jika hal itu benar-benar terjadi, maka itu menjadi saat-saat yang menentukan sepanjang sejarah, karena belum pernah sekalipun Israel menyerahkan keamanan nasionalnya kepada pikah lain.  


BAIT SUCI KETIGA
Tetapi Kitab Suci juga menginformasikan bahwa pada waktunya nanti Israel akan menaruh kepercayaan besar kepada perlindungan yang dijanjikan oleh Antikris melalui perjanjian bilateral dengan Uni Eropa (Daniel 9:27). Yehezkiel menggambarkan keadaan Israel sebelum adanya perjanjian tersebut : "...tanah yang kota-kotanya tanpa tembok...mereka semuanya diam tanpa tembok atau palang atau pintu gerbang" (Yehezkiel 38:11). Ini adalah suatu hal yang luar biasa. Jika anda pernah mengunjungi Israel, maka anda akan mengerti bahwa kubu-kubu pertahanan adalah prioritas utama bagi keamanan Israel. Pasukan tentara yang sangat terlatih, senapan-senapan mesin, tank-tank, helikopter, kawat berduri, semua itu menjadi benteng-benteng atau tembok-tembok bahkan pintu gerbang pertahanan Israel. Serangan Rusia dan sekutu Arab-nya di ujung akhir zaman nanti akan memporak-porandakan semua pertahanan itu sehingga Israel terpaksa mengadakan perjanjian dengan Uni Eropa. Mungkinkah porak-porandanya benteng pertahanan Israel itu karena mereka terlalu bersukacita atas pembangunan Bait Suci Ketiga?, who knows. - Bagaimanapun, Kitab Suci sudah menubuatkan apa yang akan terjadi dengan Israel dan Yerusalem. Keduanya akan tetap memegang peran penting dalam menutup sejarah manusia. Bila saatnya tiba, ketegangan baru akan terjadi mengenai Dataran Tinggi Golan ini menyusul masalah Jalur Gaza - Tepi Barat - dan Lebanon Selatan. Dunia akan menghadapi semua masalah ini sebagai suatu kemunduran dari Perjanjian Oslo II, yang berarti kehilangan jaminan perdamaian di Timur Tengah. Tetapi kita umat Tuhan akan membacanya sebagai perjalanan atau proses waktu yang mendekat kepada penggenapan nubuat Kitab Suci.


POSISI STRATEGIS SECARA MILITER

Dataran Tinggi Golan adalah suatu dataran tinggi yang sangat strategis dan sangat menentukan secara militer. Luasnya kurang lebih 480 mil persegi dan dibagi menjadi dua bagian: Golan Bawah, yang terletak di selatan dengan ketinggian antara 182 sampai 578 meter, dan Golan Atas di utara dengan ketinggian lebih dari 912 meter diatas permukaan laut. Beberapa puncak bukitnya mencapai ketinggian 1338 - 1500 meter. Dan tempat tertingginya adalah puncak gunung Hermon yang bersalju, 2814 meter. Di bawah penguasaan Suriah tempat ini sangat sempurna untuk meluncurkan roket ke kota Yerusalem. Secara geografis seluruh wilayah Israel terletak di kaki Dataran Tinggi Golan. Bila Israel membiarkan Suriah duduk disitu, mereka dapat menjadikan seluruh Israel sebagai ladang pembantaian. Sebaliknya bagi Israel penguasaan wilayah Golan ini merupakan keuntungan baik secara militer maupun kependudukan. Dapat dikatakan bahwa keamanan seluruh wilayah Israel sangat bergantung atas penguasaannya atas dataran tinggi Golan. Dan selama lebih dari 25 tahun Israel bertahan di dataran tinggi Golan, tidak ada isyarat sedikitpun bagi Israel untuk menyerahkan lokasi strategis ini ke pihak manapun. 


TEMPAT PERANG THALUT DENGAN JALUT
 
Kawasan Mageddo ini pernah dikatakan oleh setengah pendapat bahwa terjadinya Peperangan antara Thalut dengan Jalut. Ayat Quran yang menjelaskan berkaitan Perang Thalut dengan Jalut adalah bermula dari Ayat 247-251 Surah Al-Baqarah .Di sini ingin saya lampirkan ayat 249-251 sebagai sumber rujukan dan perkaitan perang tersebut dengan kedudukan Geografi Mageddo di Utara Israel.

Firman Allah Taala:  "Kemudian apabila Talut keluar bersama-sama tenteranya, berkatalah ia : Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sebatang sungai, oleh itu sesiapa di antara kamu yang meminum airnya maka bukanlah dia dari pengikutku dan sesiapa yang tidak merasai airnya maka sesungguhnya dia dari pengikutku, kecuali orang yang mencedok satu cedokan dengan tangannya. (Sesudah diingatkan demikian) mereka meminum juga dari sungai itu (dengan sepuas-puasnya), kecuali sebahagian kecil dari mereka. Setelah Talut bersama-sama orang-orang yang beriman menyeberangi sungai itu, berkatalah orang-orang yang meminum (sepuas-puasnya): Kami pada hari ini tidak terdaya menentang Jalut dan tenteranya. Berkata pula orang-orang yang yakin bahawa mereka akan menemui Allah : Berapa banyak (yang pernah terjadi), golongan yang sedikit berjaya menewaskan golongan yang banyak dengan izin Allah dan Allah (sentiasa) bersama-sama orang-orang yang sabar. (249) Dan apabila mereka (yang beriman itu) keluar menentang Jalut dan tenteranya, mereka berdoa dengan berkata : Wahai Tuhan kami! Limpahkanlah sabar kepada kami dan teguhkanlah tapak pendirian kami serta menangkanlah kami terhadap kaum yang kafir. (250) Oleh sebab itu, mereka dapat mengalahkan tentera Jalut dengan izin Allah dan Nabi Daud (yang turut serta dalam tentera Talut) membunuh Jalut dan (sesudah itu) Allah memberikan kepadanya (Nabi Daud) kuasa pemerintahan dan hikmat (pangkat kenabian) serta diajarkannya apa yang dikehendakiNya dan kalaulah Allah tidak menolak setengah manusia (yang ingkar dan derhaka) dengan setengahnya yang lain (yang beriman dan setia) nescaya rusak binasalah bumi ini; akan tetapi Allah sentiasa melimpah kurnia-Nya kepada sekalian alam. (251) " (Baqarah 249-251)

Banyak tanda-tanda bahwa Israel telah melakukan pelbagai persediaan rapi untuk menghadapi Armageddon tersebut tetapi mereka telah menyembunyikan fakta berkaitan akhir zaman yang akan berlaku di Mageddo Utara Palestina antaranya :

- Israel menjajah Palestina secara rasmi pada tahun 1946 sehinggalah Palestin berbaki kepada tanah Tebing Barat (West Bank) dan Semenanjung Gaza (Gaza Strip)   
- Semakin ramai umat Yahudi dihimpunkan di Tanah Palestin dari pelbagai pelusuk dunia.
- Israel mencoba menjajah Selatan Lebanon / Selatan Lebanon (Wilayah Tyre dll) adalah termasuk juga dalam Wilayah Besar Mageddo, tetapi Israel kalah dalam perang tersebut. (Pertempuran tersebut melibatkan ketenteraan oleh Hizbullah)
- Israel cuba menjajah kawasan Pergunungan Golan (Golan Heights) yang juga merupakan salah satu tempat terangkum dalam Wilayah Mageddo. Tentera Israel menguasai tempat tersebut. Pergunungan Golan juga mempunyai air terjun yang mengalir airnya ke Tasik Tobariah (Sea of Galilee) serta dari cakupan air di Tasik Tobariah tersebut melimpah dan mengalir sungai Jordan yang mengalir terus airnya ke Laut Mati (Dead Sea). Bukit Golan begitu strategik bukan saja dari sudut sumber air tetapi juga ketinggian Bukit Golan amat bermanfaat buat Israel untuk meninjau dan menyerang Tentera Muslimin yang dikatakan oleh beberapa pendapat akan berpangkalan di Damascus, Damsyik. Ghuttah, Syria sewaktu kedatangan Imam Mahadi dan Nabi Isa.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Kalian akan diperangi oleh bangsa Yahudi. Lalu, kalian diberi kemenangan atas mereka, sampai-sampai batupun akan berbicara, ‘Hai muslim, ini seorang Yahudi di balikku, bunuhlah ia!’”


Hadits di atas merupakan gambaran tentang episod akhir zaman. Petempuran akhir zaman akan mengerahkan seluruh kekuatan Yahudi dan negara Israel serta sekutu-sekutunya di seluruh dunia. Betapa hebatnya pertempuran itu, sampai-sampai batu dan kayu ikut berkata-kata menunjukkan tempat persembunyian Yahudi. Kitab mereka sendiri juga mengatakan hal tersebut. Bibel fasal Yehezkiel (7 : 15) berjudul Kesudahan Jerusalem menyebutkan, “Pedang ada di luar kota, penyakit menular dan kelaparan ada di dalam. Barangsiapa (Yahudi) yang di luar kota akan mati karena pedang, dan barangsiapa (Yahudi) yang di dalam kota akan binasa oleh kelaparan dan penyakit menular.”

Hal ini dipertegas dalam Bibel kitab Yehezkiel pasal 6 ayat 11 – 14, “Beginilah firman Tuhan Allah, ‘Bertepuklah dan hentakkanlah kakimu ke tanah dan serukanlah, ‘Awas!’ Oleh sebab segala perbuatan kaum Israel yang keji dan jahat, mereka akan rebah mati karena pedang, kelaparan, dan penyakit yang menular. Yang jauh akan mati karena penyakit menular, yang dekat akan rebah karena pedang, dan yang terluput serta terpelihara akan mati karena kelaparan. Demikianlah Aku akan melampiaskan amarah-Ku kepada mereka. Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan mereka dan tanahnya, di mana saja mereka diam akan Kubuat menjadi musnah dan sunyi sepi mulai dari padang gurun sampai Ribla.”

Istilah Armageddon sebenarnya berasal dari bahasa Yunani. Istilah ini kemudian di kalangan orang Barat telah menjadi sinonim dalam pembahasan tentang hari akhir zaman. Di kalangan kaum muslimin juga dijumpai istilah tersebut, yaitu al-Majidun ‘kemuliaan’ yaitu “Perang Kemuliaan”. Hal ini ditemukan dalam beberapa manuskrip yang tersimpan dalam perpustakaan-perpustakaan Islam di Timur Tengah.

Armageddon adalah nama sebuah gunung di Palestin / Utara Israel. Arti dari Armageddon sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ar berarti Gunung (Har dalam bahasa Ibran i/ Hebrew) dan Mageddon = Magiddo adalah nama kota kuno di wilayah Israel sebelah utara. Kota Magiddo terletak di pegunungan Samaria, di mana gunung ini membentang dari Magiddo di utara sampai ke Hebron di selatan. Tetapi Tafsiran Wilayah Mageddo lebih meluas lagi bermula dari Haifa di Laut Mediteranean, sehingga ke Kota Mageddo di Pergunungan Samaria terbentang sehingga Hebron naik ke Tasik Tobariah (Sea of Galilee) sehingga ke Pergunungan Golan di Syria melintang ke Selatan Lebanon berdekatan Laut Mediteranean.

Terdapat banyak istilah tentang Armageddon, Rasulullah menyebutnya sebagai Al-Malhamah al-Kubra ‘pertempuran besar yang tidak ada tandingannya’. Istilah yang lainnya seperti Hari Jabal di Palestin. Istilah-istilah yang lainnya muncul berdasarkan nama tempatnya yaitu Samaria, Bukit al-Quds (Jerusalem), Tanah Isra’ dan Mikraj, Al-Jabal al-Majid (Majidu asy-Syam), Lembah Yosafat, dan Lembah Penentuan. Nama-nama tempat itu secara geografi adalah sama, yaitu dalam satu tempat/kawasan di Israel dan 8 sekitarnya, meliputi juga Lebanon bahagian selatan yang berhadapan dengan kota Mageddo, bagian barat Jordan, serta bagian selatan Syria (dataran tinggi Golan).



Di dalam buku "Armageddon Peperangan Di Akhir Zaman" karangan Ir. Wisnu Sasongko dengan melihat Quran, Hadith, Bible dan Taurat akan berpangkalannya Tentera Rom (Tentera-tentera bersekutu Kristian) di Kawasan Aleppo setelah mereka menguasai Negara Lebanon untuk dijadikan Negara Kristian Lebanon. Tentera Muslimin yang diketuai Nabi Isa dan Imam Mahdi akan berpusat di Damascus di Syria serta Tentera Yahudi yang diketuai oleh Al-Masihud Dajjal akan berpangkalan di Mageddo dan Palestina.

Pada episode akhir zaman nanti, Isa Putera Maryam akan turun untuk menghakimi orang Yahudi atau Israel, yaitu orang-orang Yahudi keturunan Samiri si penyembah sapi, serta semua yang menjadi pendukungnya (Rom / Romawi). Mereka bersama pendukung-pendukungnya akan berkumpulkan di gunung Mageddo. Di sinilah Dajjal si Pendusta Besar berperanan dalam terwujudnya Pertempuran Akhir Zaman. Di tengah-tengah pertempuran itu, Allah kirimkan “Hantaman yang Keras” (al-Bathsyah al-Kubro) yang menghentam tepat bala tentera Rom dan Israel. Sehingga, mereka terbunuh dengan hebatnya. Puncak dari pertempuran itu, Allah menurunkan Isa Putra Maryam (Jesus Crist) untuk membunuh Dajjal dan pengikutnya.

Peperangan Armageddon ini mempunyai rentang waktu yang lama. Sehingga, menyeret semua negara ke dalam dua poros, yaitu puak kaum kafir yang dipimpin oleh Dajjal dan kaum muslimin yang dipimpin oleh Imam Al-Mahdi. Di tengah-tengah berkecamuknya perang ini, turunlah pertolongan Allah kepada kaum muslimin yaitu dengan diturunkannya Isa Al-Masih Putra Maryam Perawan Suci. Isa akan turun di menara putih di timur Damascus ketika waktu malam pagi menjelang fajar bukanlah selepas Subuh. Kemudian Isa masuk ke markas kaum Muslimin dan ikut dalam barisan Solat Subuh. Setelah itu ia bersama Imam Al-Mahdi akan memimpin kaum Muslimin menyerbu seluruh markas kaum kafir, bahkan berhasil membunuh Dajjal dan seluruh orang kafir.

Wallahu Allam bishowab

3 Israel Salah Satu Tanda Akhir Zaman


يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ
Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yg telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut / tunduk. (Al Baqarah Ayat 40)

PUSAT KONFLIK YANG BERKEPANJANGAN

Sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua pusat perhatian politik dunia telah beralih dari Eropa dan Amerika ke Timur Tengah. Sampai hari ini berita-berita konflik yang berdampak global lebih banyak dipusatkan di Timur tengah daripada tempat lain di dunia. Wilayah ini telah menjadi pusat konflik yang selalu mampu memberi akibat keseluruh dunia dalam waktu singkat. Sebagaimana telah dinubuatkan Kitab Suci, pada akhirnya konflik regional yang bersifat global tersebut akan menyalakan sumbu untuk memicu Perang Dunia Ketiga.

Rangkaian tulisan ini akan menyoroti keberadaan dan peran Israel serta peliputan yang realistis tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi akar permasalahan yang terjadi dewasa ini di Timur Tengah, dan akibatnya yang memberi dampak langsung bagi keamanan dunia. Melalui Kitab Suci Tuhan telah menyatakan hal-hal ini jauh sebelumnya, berupa nubuatan yang disampaikan kepada para nabi-Nya ribuan tahun sebelum peristiwanya sendiri terjadi. Ini juga menjadi bukti keakuratan Kitab Suci, yang selama berabad-abad tetap sanggup untuk menjadi sumber pengetahuan bagi gereja-Nya melalui observasi pemahaman atas setiap kebenaran nubuatan-Nya. Setiap (calon) The Covenant Holder mutlak untuk mengerti kebenaran ini mengingat setiap misi profetik yang kita lakukan selalu berurusan dengan keberadaan Israel umumnya dan Yahudi khususnya, melalui penggenapan Visi Global Elohim atas wilayah Pusat Bumi dan Titik Pusat Bumi. Juga untuk menuntun dan menentukan bagaimana kita harus bersikap terhadap kemungkinan terjadinya pertikaian yang lebih besar di wilayah Timur Tengah, terutama pada periode terakhir menjelang saat terjadinya penggenapan atas nubuat Yehezkiel 38 dan 39 (bd. Artikel: Harmageddon).


KETIDAKSTABILAN TIMUR TENGAH


Lahirnya Negara Israel Raya yang berdaulat di tahun 1948 merupakan babak baru dalam peta politik dunia, khususnya di Timur Tengah. Israel kemudian menjadi permasalahan utama selain masalah minyak bumi, keduanya kemudian menjadi dua faktor penyebab terpenting atas masuknya berbagai kepentingan dan kekuatan global di Timur Tengah. Minyak bumi yang melimpah di Timur Tengah, yang menjadi komoditi utama bagi semua negara di dunia, telah berubah menjadi senjata politik internasional bagi banyak kekuatan dan aliansi global. Semua itu semakin menghadirkan ketidakstabilan politik keamanan di Timur Tengah terlebih lagi ketika eksistensi dan peran Israel kemudian menjadi masalah internasional. Turunnya kekuatan-kekuatan politik dan militer internasional secara langsung juga menambah kompleksnya permasalahan. Penegakkan kedaulatan Israel di Tanah Palestina juga merupakan bagian dari rangkaian strategi Zionisme "Barat" untuk tujuan mengamankan sumber-sumber dan jalur distribusi minyak bumi, sekaligus sebagai "basis" kepentingan Barat di seluruh wilayah Arab. Sampai hari ini, ketika kita berbicara mengenai kestabilan politik di Timur Tengah, maka mau tidak mau kita juga akan berurusan dengan keberadaan penting suatu negara kecil dengan peran besar di wilayah tersebut, Israel.

Sejak lahirnya, Israel terus-menerus ditentang oleh negara-negara disekitarnya (negara-negara Arab dan mereka yang beraliansi dengan mereka karena persamaan agama). Percobaan pengerahan kekuatan untuk menyerang negara kecil ini telah tak terhitung banyaknya sejak 1948, baik oleh kekuatan-kekuatan militer resmi dari suatu negara atau kelompok negara, sampai serangan-serangan terorisme dari kelompok-kelompok militant Islam yang seakan tidak akan pernah berhenti mengisi hari-hari di Israel. Tekanan demi tekanan internasional bahkan ancaman-ancaman embargo eksport Israel tetap tidak mampu menggoyahkan bangsa ini dari keputusan politiknya yang tidak kompromi terhadap segala bentuk terorisme. Uniknya, sejarah mencatat, bahwa Israel selalu dapat mengatasi setiap permasalahannya, baik politik maupun militer, baik ekonomi, kependudukan ataupun "pendudukan" Israel atas daerah-daerah "penyangga" tertentu seperti Lebanon Selatan dan Dataran Tinggi Golan (bd. Artikel Dataran Tinggi Golan), dengan cara-cara yang mengherankan. Sepak terjang mereka seakan terus-menerus mencengangkan para pengamat politik yang sarat dengan setumpuk prediksi dan pengamatan yang terlambat. Tidak dapat dipungkiri bahwa Israel dewasa ini adalah "kartu as" bagi terciptanya kestabilan politik diseluruh Timur Tengah bahkan dunia. Terbukti bahwa konsensus keamanan Timur Tengah yang dibuat tanpa melibatkan Israel sebagaimana yang dilakukan oleh OKI (Organisasi konprensi Islam) adalah harapan yang tidak mungkin mewujudkan apa-apa. Bahkan konsensus internasional setingkat Perjanjian Oslo I dan II yang melibatkan Israel secara aktif juga tidak mampu memberikan jaminan apa-apa. Israel tetap berperan sebagai kunci penentu kestabilan ataupun ketidakstabilan, kalau perlu mereka akan sengaja menciptakan ketidakstabilan internasional untuk tujuan kestabilan territorial. Kekuatan penentu ini membuat seluruh Negara Arab tunduk dan patuh atas dominasi Israel atas seluruh kestabilan Timur Tengah. Dan karena predikat kartu as ini, Israel kemudian menjadi fokus utama keamanan Timur Tengah bahkan dunia sampai hari ini. Kitab Suci telah menubuatkan hal ini ribuan tahun sebelumnya:

Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tangan-Nya untuk menebus sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiopia dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di pulau-pulau di laut. Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi. Kecemburuan Efraim akan berlalu, dan yang menyesakkan Yehuda akan lenyap. Efraim tidak akan cemburu lagi kepada Yehuda, dan Yehuda tidak akan menyesakkan Efraim lagi. Tetapi mereka akan terbang ke barat, ke atas lereng gunung Filistin, bersama-sama mereka akan menjarah bani Timur; mereka akan merampas Edom dan Moab, dan orang Amon akan patuh kepada mereka. (Yesaya 11:11-14).


SUMBER AWAL PERTIKAIAN

Seluruh isi dari Kitab Suci kita terfokus pada satu lokasi geografi yang khusus, suatu daerah yang disekitar Laut Mediteranian, yang memiliki bermacam-macam nama, seperti: Tanah Kanaan. Tanah Israel, Tanah Palestina, atau sering juga disebut Tanah Suci. Pada zaman Patriarch (Abraham, Ishak, Yakub), wilayah ini dikenal sebagai tanah orang Kanaan. Yoshua kemudian mengalahkan mereka dan menjadikan wilayah itu sebagai Tanah Israel. Israel berpegang kepada janji Elohim-Nya yang telah memberikan Tanah Kanaan ini menjadi milik pusaka 12 suku Israel sejak zaman Abraham. Raja Daud kemudian membeli wilayah orang Yebus, tempat pengirikan Arauna (lokasi Gunung Moriah) yang kemudian menjadi pusat kota Yerusalem setelah berdirinya Bait Suci Yahudi (dibangun oleh Raja Salomo). Sejak saat itu Yerusalem menjadi bagian yang tak perpisahkan dari keberadaan Israel (Israel tanpa Yerusalem adalah bukan Israel; Yerusalem tanpa Israel adalah bukan Yerusalem). Israel adalah Yerusalem dan Yerusalem adalah Israel (bd. Artikel: Yerusalem Pusat Bumi).

Secara kronologis penguasaan Israel di wilayah itu bermula pada janji Tuhan kepada Abraham (Kejadian 18), kemudian atas perintah Tuhan, Abraham mempersembahkan anaknya, Ishak, di Gunung Moriah, dan seribu tahun kemudian Raja Daud membeli lokasi itu dari orang Yebus (Arauna), selanjutnya Raja Salomo membangun Bait Suci Pertama di lokasi tersebut. Dari catatan Midras (buku suci Yahudi), di lokasi ini juga Tuhan mengambil debu dan tanah untuk dibentuk menjadi manusia Adam. Juga lokasi pendirian mezbah pertama oleh Nuh (sebelum mezbah di Ararat), dan lokasi dimana Yakub melihat langit terbuka dan ada tangga untuk malaikat turun naik. Kita lihat, betapa pentingnya arti Gunung Moriah bagi orang Israel. Dan melalui penjabaran pengetahuan Visi Global Elohim maka kita mengerti bahwa bukan kebetulan saja lokasi tersebut terus-menerus dinyatakan dalam penggambaran yang sama di dalam Kitab Suci Perjanjian Lama maupun perjanjian Baru, karena lokasi puncak Gunung Moriah ini adalah Titik Pusat Bumi (bd. MS: Pusat Bumi dan 12 Wilayah Bangsa-bangsa).

Setelah robohnya Bait Suci Pertama oleh Nebukadnezar, orang Yahudi kemudian membangunnya kembali, dan diselesaikan oleh Raja Herodes (Romawi) menjadi Bait Suci Kedua di lokasi yang sama. Tahun 70 masehi Bait Suci Kedua ini dirobohkan kembali oleh perintah Jenderal Titus (Romawi) karena pemberontakan orang Yahudi. Dan sejak saat itu tempat tersebut menjadi reruntuhan puing-puing selama kurang lebih 600 tahun. Dalam periode silih bergantinya pendudukan bangsa-bangsa atas Yerusalem lokasi Gunung Moriah kembali mendapat perhatian. Antara tahun 600 s/d 700 Yerusalem berada dibawah pendudukan bangsa Arab, dimana mereka membersihkan reruntuhan Bait Suci dan membangun dua mesjid di Gunung Moriah, Al-Aqsa dan Dome Of The Rock (Mesjid Umar). Sejak saat itulah pertikaian dimulai dan berlanjut terus bahkan sampai dengan hari ini. Issu-nya bukan lagi hanya pada keberadaan status Gunung Moriah tetapi telah melebar jauh sampai kepada masalah legalitas eksistensi Israel diatas Tanah Palestina, terutama sejak lahirnya Mandat Inggris tahun 1948 yang menyatakan berdirinya Negara berdaulat Israel Raya di Tanah Palestina. Sementara bangsa Yahudi, di pihak lain, menyatakan tuntutan yang sama atas Tanah Kanaan dan Gunung Moriah yang telah "dibeli" oleh leluhur mereka Raja Daud, mereka mempertanyakan legalitas kedua mesjid diatas lokasi reruntuhan Bait Suci mereka.

Pertikaian etnis, ras, dan religi, ini secara langsung menjadi andil terbesar atas penyebab ketidakstabilan seluruh Timur Tengah. Yahudi, Kristen/Katolik, dan Islam telah mengambil bagian masuk ke wilayah politik untuk mempertahankan kepentingan-kepentingan religius mereka di Yerusalem. Disini konflik hebat bermula, dengan melibatkan begitu banyak Negara di dunia dengan segala alasan ikatan dan kepentingannya (untuk sebanyak mungkin mengambil keuntungan), terutama ketika minyak bumi menjadi "barang mewah" karena semakin langkanya sumber-sumber dunia. Kita juga dapat memasukkan kekayaan ratusan jenis kandungan mineral dan uranium di Laut Mati, yang nilainya diperkirakan melebihi nilai kekayaan Amerika Serikat dan Eropa yang dijadikan satu. Harta karun yang telah lama dilirik oleh kekuatan-kekuatan besar di dunia. Tanah Israel benar-benar menggenapi sebutan dirinya sebagai tanah yang melimpah dengan "susu dan madu" dimana bangsa-bangsa akan memperebutkannya, sebagaimana telah dinubuatkan.


YAHUDI DAN ISRAEL

Secara geografis, fakta-fakta yang terdapat di dalam Kitab Suci terpusat pada suatu wilayah Tanah Palestina. Nama Palestina sendiri berarti "negeri orang Filistine", yang bukan berkonotasikan Negara tetapi lebih kepada wilayah tempat masyarakat Filistine berdiam, mereka juga pendatang di tanah kosong ini. Mereka berasal dari banyak bangsa (bd. Kejadian 10) dan datang bermukim secara tetap di beberapa wilayah di tanah tersebut setelah periode Abraham yang pertama. Orang Samaria juga bermukim di tanah yang sama. Keberadaan orang Israel dimulai pada zaman Abraham, sampai mereka (generasi Yakub) kemudian pergi ke Mesir dan menjadi budak selama 430 tahun. Kemudian dibebaskan oleh Musa dan kembali ke tanah tersebut oleh Yoshua. Setelah pemerintahan yang terpecah (Yehuda dan Israel) dibawah anak Raja Salomo, Israel kembali menjadi budak di Babelonia. Raja Nebukadnezar baru membebaskan mereka 70 tahun kemudian. Orang Israel yang kembali ke Tanah Palestina kemudian disebut sebagai "orang Yahudi" tanpa melihat suku mereka. Penyebutan "Yahudi" ini lebih berkonotasikan agama dan tradisi budaya mereka, sedangkan nama "Israel" berkonotasi kepada asal bangsa atau negara mereka. Pengertian ini terus berlanjut sampai hari ini. Di awal Perjanjian Baru, Rasul Paulus dari suku Banyamin menyebut dirinya seorang Yahudi (KIS 21:39). Sejak tahun 1948 penyebutan "orang Israel" lebih diartikan sebagai warga negara, baik berasal dari keturunan Israel maupun dari keturunan Arab dan Druse, juga dari bangsa-bangsa lain yang menjadi warga negara Israel.

Pentingnya kita membedakan Israel dan Yahudi karena nubuatan Kitab Suci berurusan dengan kedua hal spesifik tersebut. Selain itu, kalau kita ke Israel dan bertanya kepada seseorang Israel yang bukan beragama Yahudi: "apakah kamu Yahudi?" , maka ia akan menjawab: "bukan", walaupun ia seorang keturunan dari salah satu suku Israel. Penyebutan Israel berkaitan dengan negaranya, sedangkan penyebutan Yahudi berkaitan dengan agamanya. Pembedaan ini akan sangat membantu kita untuk mengerti keberadaan mereka, dan bagaimana atau secara apa Tuhan berurusan dengan bangsa ini. Penggenapan nubuat firman Tuhan tentang lahirnya kembali Negara Israel Raya setelah 2500 tahun diaspora, misalnya, bukan pekerjaan Tuhan secara langsung, tetapi menjadi bagian dari target Zionisme International yang berada dibawah naungan Organisasi Illuminati, suatu bentuk organisasi kepanjangan tangan Iblis yang akan menggenapi target menjelang penutupan akhir zaman, terutama menggenapi nubuat kitab Wahyu 13:7-8 (kita akan membahas ini kemudian). Sedangkan bangkitnya Yahudi di ujung akhir zaman ini merupakan penggenapan nubuat yang secara langsung dikerjakan oleh Tuhan sendiri dalam kerangka menghadirkan kembali Bait-Nya dan ibadahnya (sebagaimana dinyatakan dalam kitab Daniel 9:27 dan 2 Tesalonika 2) untuk penyelesaian dan penutupan selama-lamanya Perjanjian Daging dengan Israel. Selanjutnya Israel dan Yahudi akan berjalan menuju penggenapan kitab Roma 11 dan Ibrani 8 dan, 10 dimana mereka akan masuk kedalam Perjanjian Baru (perjanjian roh) sesaat menjelang kedatangan Yeshua Hamasiah kembali.



PERJANJIAN FISIK


Disisi lain, kita juga harus melihat keberadaan Israel di dalam cara pandang yang obyektif seturut dengan nubuatan firman Tuhan mengenai mereka, positif maupun negatif. Bila kita hanya mengikuti kecenderungan untuk melihat mereka dari sisi yang positif secara nubuatan, kita akan kehilangan banyak pengertian penting yang berkaitan dengan Israel dan status mereka dihadapan Elohim, juga otoritas mereka di bumi ini. Firman Tuhan cukup banyak menggambarkan keberadaan orang Israel di akhir zaman secara negatif, dimana penyesatan-penyesatan terjadi atas mereka, dimana okultisme telah masuk kedalam ibadah-ibadah mereka, juga dimana mereka akan mengambil alih kepemimpinan dunia dalam seluruh jalur kehidupan manusia di bumi ini, melalui lahirnya seorang pemimpin dunia, Anti-kris.

Salah satu unsur penting untuk mengerti Israel secara obyektif adalah pengetahuan tentang posisi mereka sebagai umat yang terikat di dalam ikatan Perjanjian Daging/phisik (Flesh/material Covenant) (bd. MS: Perjanjian Manusia). Pengertian ini akan membawa kita kepada suatu ketentuan utama Tuhan yang hanya berlaku atas orang Yahudi. Prinsip tersebut lahir karena ikatan perjanjian, yaitu bahwa seluruh bumi ini berada dibawah otoritas Yahudi. Orang Yahudi telah menjadi ahli waris Elohim karena statusnya sebagai "anak" Elohim secara daging/phisik. Sehingga apa yang diwariskan Tuhan kepada mereka adalah semua keberadaan phisik (material), baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, yang ada di bumi ini. Prinsip ini adalah ketentuan hukum Elohim yang secara tegas dinyatakan Tuhan di dalam Kitab Ulangan 32 dimana seluruh bumi dibagi menjadi 12 wilayah dan setiap wilayah diberi nama setiap suku Israel. Pemberian nama atas suatu wilayah berarti penyerahan otoritas atas wilayah tersebut (bd. MS: 12 Wilayah Bangsa-bangsa; Yerusalem Pusat Bumi).

Karena hanya mereka yang terikat perjanjian material dengan Tuhan, maka hanya mereka juga yang berhak atas warisan phisik Elohim. Kita dapat membandingkan keberadaan kita (gereja Tuhan) yang terikat perjanjian spiritual dengan Tuhan (bd. MS: Perjanjian Baru 1&2). Yang mewarisi segala sesuatu yang spiritual di muka bumi ini, Semua otoritas spiritual di bumi telah diwariskan-Nya kepada "anak" Elohim secara roh, yaitu gereja-Nya. Dan bila berbicara mengenai kwalitas, maka perjanjian Tuhan dengan gereja-Nya berada jauh lebih mulia karena didasari oleh janji-janji yang lebih tinggi (bd. Ibrani 8:6) (bd. MS: Hukum Roh). Prinsip yang terlihat (material) adalah sementara dan yang tidak terlihat (spiritual) adalah bersifat kekal (
bd. MS: Korintus 4:18) dapat lebih memberikan gambaran mengenai kwalitas hubungan perjanjian kita dengan Tuhan.

Fakta bahwa nubuat Kitab Suci adalah ya dan amin dapat kita lihat di ujung akhir zaman ini. Bahwa semua penguasaan dunia, apakah itu politik, sosial, teknologi, keuangan/ekonomi, bahkan strategi militer, dan agama-agama dunia, dikuasai dan dikendalikan oleh Yahudi sebagai pemegang otoritas bumi (kita akan membahasnya lebih lanjut). Disini posisi Amerika Serikat dan juga Uni Eropa adalah bagian dari keberadaan Yahudi (melalui peta penyebaran/diaspora Yahudi kita akan mendapatkan gambaran lengkap bahwa USA & Eropa, juga sebagian Russia, adalah "keturunan" dari 10 suku Israel yang "hilang" sejak ribuan tahun). Ini juga merupakan penjelasan mengenai mengapa Rasul Paulus yang diutus hanya di wilayah Asia Kecil padahal ia memegang mandat Tuhan untuk memberitakan Injil Keselamatan atas bangsa-bangsa (the gentiles) (kita juga akan membahasnya kemudian).

Dengan pengetahuan ini kita akan mengerti mengapa Iblis dan setan-setannya (dalam hirarkhi-hirarkhi puncaknya) memakai orang Yahudi sebagai alat mereka untuk menguasai dunia. Bahkan Anti-kris / Dajjal dulu yang akan muncul kembali juga dipastikan sebagai keturunan Yahudi, dan bukan dari bangsa-bangsa lain yang jelas tidak memiliki otoritas fisik atas bumi menurut hukum Allah.


Rasullulah SAW berkata :

- Rasulullah bersabda, “Ayah dan Ibu Dajjal itu melewati perkawinannya selama 30 tahun tanpa melahirkan satu anak pun. Kemudian lahirlah dari mereka seorang anak laki-laki yang buta sebelah matanya. Ia menjadi orang yang paling berbahaya dan paling sedikit manfaatnya (bagi kedua orang tuanya dan bagi umat manusia). Kedua matanya tertidur, tetapi hatinya tetap terjaga.” (HR . Riwayat Imam Ahmad dalam musnadnya) 

Dia (Dajjal) adalah orang kafir,’ sementara aku adalah seorang muslim? Bukankah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa dia (Dajjal) adalah orang yang tidak memiliki anak, sementara aku telah meninggalkan anak-anakku di Madinah? Bukankah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa dia (Dajjal) tidak akan pernah memasuki Madinah dan Makkah, sementara aku datang dari Madinah menuju Makkah?” Abu Sa’id al-Khudri berkata, “Hampir saja aku menerima alasannya,” kemudian dia berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku mengenalnya dan mengetahui tempat kelahirannya, dan di mana dia sekarang.” Abu Sa’id berkata, “Aku berkata kepadanya, ‘Celakalah engkau pada hari-harimu.’” (Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah bab Dzikru Ibni Shayyad XVIII/51-52, Syarh an-Nawawi)

- Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan Dajjal. Beliau bersabda: “Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak (bermata sebelah) sedangkan Allah tidaklah pecak” (Sahih Jami’ Shogir 3495/ Al-Bani)

- Tidak akan tegak hari kiamat sampai keluar tiga puluh Dajal pendusta, semuanya berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari, no.7121, Abu Dawud, no.4334, dan Tirmidzi, no.2218) 

- Dajjal akan keluar dari Yahudiyah Ashbahan dan 70.000 orang Yahudi akan menjadi pengikutnya. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
“Dajjal akan keluar dari Yahudiyah Ashbahan dan 70.000 orang Yahudi yang memakai mahkota akan jadi pengikutnya.” (HR. Ahmad 3: 224. Haditsnya hasan kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

- Nabi bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya tidak ada makhluk di muka bumi ini sejak Allah menciptakan Adam sampai hari kiamat yang fitnahnya lebih besar daripada Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946)

- "Rasulullah bersabda : Dajjal akan turun dari daerah dataran bergaram yang bernama Marriqanah. Maka yang banyak mengikutinya adalah para wanita, sampai seorang laki-laki pulang ke rumahnya menemui istrinya, ibu dan anak perempuan serta saudara perempuan dan bibinya kemudian mereka ikat karena khawatir kalau-kalau keluar menemui Dajjal dan mengikutinya." (HR. Ahmad (7/190) dan dishahihkan oleh Ahmad Asyakir)

- Ketika Dajal sedang berkuasa dengan perbuatan-perbuatannya yang merusak di bumi, Allah mengutus Isa bin Maryam kemuka bumi di menara putih sebelah timur Damaskus untuk membunuh Dajal, dan tugasnya pun berhasil, Nabi Isa berhasil membunuh Dajal di Bab Lûd (dekat Baitul Maqdis, Palestina). (Lihat HR. Muslim 2937)


Wallahu Allam bishowab
 

Resensi Akhir Zaman • All Rights Reserved