Rabu, 28 Agustus 2013

0 Mengkonversi Sistem Pemerintahan (Pengantar Diskusi Seputar Khilafah)

Mengkonversi Sistem Pemerintahan (Pengantar Diskusi Seputar Khilafah), Namun sebelumnya kita tinjau dulu apa itu khilafah.

Apa itu khilafah

Ramai yang tertanya-tanya apa itu Khilafah dan kenapa perlu adanya Khilafah dalam dunia Islam. Di sini saya akan mengupaskan sedikit sebanyak berkenaan Khilafah dan pentingnya pembentukan Khilafah dalam sistem politik Islam agar umat Islam tahu secara terperinci bahawa Khilafah adalah satu sistem pemerintahan Islam yang diredhai oleh Allah SWT dan pelaksanaanya hanyalah berdasarkan kepada sunnah Rasulullah saw.

hilafah, sebagai sebuah istilah politik maupun sistem pemerintahan, sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru. Hanya saja, keterputusan kaum Muslim dengan akar sejarah masa lalu merekalah yang menjadikan Khilafah ‘asing’, bukan hanya dalam konteks sistem pemerintahan mereka, tetapi bahkan dalam kosakata politik mereka. Kalaupun sebagian kalangan Muslim mengakui eksistensi Khilafah dalam sejarah, gambaran mereka tentang Khilafah bias dan beragam. Ada yang menyamakan Khilafah dengan kerajaan. Ada yang menganggap Khilafah sebagai sistem pemerintahan otoriter dan antidemokrasi. Ada yang memandang Khilafah sama dengan sistem pemerintahan teokrasi. Ada juga yang menilai Khilafah sebagai sistem pemerintahan gabungan antara demokrasi dan teokrasi (baca: teodemokrasi).

Ketika dijelaskan bahwa sistem pemerintahan Khilafah bukan monarki (kerajaan), bukan republik, bukan kekaisaran (imperium) dan bukan pula federasi, sebagian kalangan Muslim sendiri malah ada yang menyindir, bahwa kalau begitu, Khilafah adalah sistem pemerintahan yang ‘bukan-bukan’. Sikap demikian wajar belaka mengingat : (1) Umat sudah lama hidup dalam sistem pemerintahan sekular; (2) Pendidikan politik di bangku-bangku akademis/lembaga pendidikan selalu hanya mengenalkan model-model pemerintahan tersebut monarki, republik, imperium atau federasi tanpa pernah memasukkan sistem Khilafah sebagai salah satu model pemerintahan di luar model mainstream tersebut; (3) Jauhnya generasi umat Islam saat ini dari akar sejarah masa lalu mereka, termasuk sejarah Kekhilafahan Islam yang amat panjang, lebih dari 13 abad.

Tulisan berikut, meski serba ringkas, ingin mengenalkan apa itu Khilafah. Tidak lain agar kita sedikit-banyak mengenal hakikat Khilafah sebagai sebuah sistem pemerintahan Islam yang khas, yang berbeda dengan semua sistem pemerintahan di dunia saat ini.


Definisi Khilafah

1. Khilafah Secara Bahasa.

Khilafah menurut makna bahasa merupakan mashdar dari fi’il madhi khalafa, yang berarti: menggantikan atau menempati tempatnya (Munawwir, 1984:390). Khilafah menurut Ibrahim Anis (1972) adalah orang yang datang setelah orang lain lalu menggantikan posisinya (Al-Mu‘jam al-Wasîth, I/251. Lihat juga: Ibn Manzhur, Lisân al-‘Arab, I/882-883)

Jadi, menurut bahasa, khalîfah adalah orang yang mengantikan orang sebelumnya. Jamaknya, khalâ’if atau khulafâ’. Inilah makna firman Allah Swt.:


وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي

 
Berkata Musa kepada saudaranya, Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku.” (QS al-A’raf [7]: 142).

Menurut Imam ath-Thabari, makna bahasa inilah yang menjadi alasan mengapa as-sulthan al-a’zham (penguasa besar umat Islam) disebut sebagai khalifah, karena dia menggantikan penguasa sebelumnya, lalu menggantikan posisinya (Ath-Thabari, Tafsir ath-Thabari, I/199).

2. Khilafah menurut syariah.

Kata khilâfah banyak dinyatakan dalam hadis, misalnya:


إنَّ أَوَّلَ دِيْنِكُمْ بَدَأَ نُبُوَّةً وَرَحْمَةً ثُمَّ يَكُوْنُ خِلاَفَةً وَرَحْمَةً ثُمَّ يَكُوْنُ مُلْكاً جَبَرِيَةً

 
Sesungguhnya (urusan) agama kalian berawal dengan kenabian dan rahmat, lalu akan ada khilafah dan rahmat, kemudian akan ada kekuasaan yang tiranik. (HR al-Bazzar).

Kata khilâfah dalam hadis ini memiliki pengertian: sistem pemerintahan, pewaris pemerintahan kenabian. Ini dikuatkan oleh sabda Rasul saw :


كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُم الأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ

 
Dulu Bani Israel dipimpin/diurus oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi wafat, nabi lain menggantikannya. Namun, tidak ada nabi setelahku, dan yang akan ada adalah para khalifah, yang berjumlah banyak. (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dalam pengertian syariah, Khilafah digunakan untuk menyebut orang yang menggantikan Nabi saw. dalam kepemimpinan Negara Islam (ad-dawlah al-islamiyah) (Al-Baghdadi, 1995:20). Inilah pengertiannya pada masa awal Islam. Kemudian, dalam perkembangan selanjutnya, istilah Khilafah digunakan untuk menyebut Negara Islam itu sendiri (Al-Khalidi, 1980:226. Lihat juga: Dr. Wahbah az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islâmi wa Adillatuhu, IX/823).

Banyak sekali definisi tentang Khilafah atau disebut juga dengan Imamah yang telah dirumuskan oleh oleh para ulama. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1.  Khilafah adalah kekuasaan umum atas seluruh umat, pelaksanaan urusan-urusan umat, serta pemikulan tugas-tugasnya (Al-Qalqasyandi, Ma’âtsir al-Inâfah fî Ma‘âlim al-Khilâfah, I/8).

2.  Imamah (Khilafah) ditetapkan bagi pengganti kenabian dalam penjagaan agama dan pengaturan urusan dunia (Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyah, hlm. 3).

3. Khilafah adalah pengembanan seluruh urusan umat sesuai dengan kehendak pandangan syariah dalam kemaslahatan-kemaslahatan mereka, baik ukhrawiyah maupun duniawiyah, yang kembali pada kemaslahatan ukhrawiyah (Ibn Khladun Al-Muqaddimah, hlm. 166 & 190).

4.  Imamah (Khilafah) adalah kepemimpinan yang bersifat menyeluruh sebagai kepemimpinan yang berkaitan dengan urusan khusus dan urusan umum dalam kepentingan-kepentingan agama dan dunia (Al-Juwaini, Ghiyâts al-Umam, hlm. 15).

Dengan demikian, Khilafah (Imamah) dapat didefinisikan sebagai: kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum syariah dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Definisi inilah yang lebih tepat. Definisi inilah yang diadopsi oleh Hizbut Tahrir (Lihat: Nizhâm al-Hukm fî al-Islâm, Qadhi an-Nabhani dan diperluas oleh Syaikh Abdul Qadim Zallum, Hizbut Tahrir, cet. VI [Mu’tamadah]. 2002 M/1422 H).


Khilafah vs Non-Khilafah

Sesungguhnya sistem pemerintahan Islam (Khilafah) berbeda dengan seluruh bentuk pemerintahan yang dikenal di seluruh dunia; baik dari segi asas yang mendasarinya; dari segi pemikiran, pemahaman, maqayis (standar), dan hukum-hukumnya untuk mengatur berbagai urusan; dari segi konstitusi dan undang-undangnya yang dilegislasi untuk diimplementasikan dan diterapkan; ataupun dari segi bentuknya yang mencerminkan Daulah Islam sekaligus yang membedakannya dari semua bentuk pemerintahan yang ada di dunia ini.

Dalam buku yang dikeluarkan Hizbut Tahrir berjudul, Azhijah ad-Dawlah al-Khilâfah (Libanon: Beirut, 2005), perbedaan sistem pemerintahan Khilafah dengan non-Khilafah dijelaskan sebagai berikut.

1.  Khilafah bukan monarki (kerajaan).

Islam tidak mengakui sistem kerajaan. Hal itu karena dalam sistem kerajaan, seorang anak (putra mahkota) menjadi raja karena pewarisan; umat tidak ada hubungannya dengan pengangkatan raja. Adapun dalam sistem Khilafah tidak ada pewarisan. Baiat dari umatlah yang menjadi metode untuk mengangkat khalifah. Sistem kerajaan juga memberikan keistimewaan dan hak-hak khusus kepada raja yang tidak dimiliki oleh seorang pun dari individu rakyat. Hal itu menjadikan raja berada di atas undang-undang. Raja tetap tidak tersentuh hukum meskipun ia berbuat buruk atau zalim. Sebaliknya, dalam sistem Khilafah, Khalifah tidak diberi keistimewaan yang menjadikannya berada di atas rakyat sebagaimana seorang raja. Khalifah juga tidak diberi hak-hak khusus yang mengistimewakannya di hadapan pengadilan dari individu-individu umat. Khalifah dipilih dan dibaiat oleh umat untuk menerapkan hukum-hukum syariah atas mereka. Khalifah terikat dengan hukum-hukum syariah dalam seluruh tindakan, kebijakan, keputusan hukum, serta pengaturannya atas urusan-urusan dan kemaslahatan umat.


2.  Khilafah Bukan Kekaisaran (Imperium)


Sistem imperium itu sangat jauh dari Islam. Sistem imperium tidak menyamakan pemerintahan di antara suku-suku di wilayah-wilayah dalam imperium. Sistem imperium memberikan keistimewaan kepada pemerin-tahan pusat imperium; baik dalam hal pemerintahan, harta, maupun perekonomian.

Sebaliknya, Islam menyamakan seluruh orang yang diperintah di seluruh wilayah negara. Islam menolak berbagai sentimen primordial (ashabiyât al-jinsiyyah Islam tidak menetapkan bagi seorang pun di antara rakyat di hadapan pengadilan apapun mazhabnya sejumlah hak istimewa yang tidak diberikan kepada orang lain, meskipun ia seorang Muslim.

Sistem pemerintahan Islam, dengan adanya kesetaraan ini, jelas berbeda dari imperium. Dengan sistem demikian, Islam tidak menjadikan berbagai wilayah kekuasaan dalam negara sebagai wilayah jajahan, bukan sebagai wilayah yang dieksploitasi, dan bukan pula sebagai “tambang” yang dikuras untuk kepentingan pusat saja. Islam menjadikan semua wilayah kekuasaan negara sebagai satu-kesatuan meskipun jaraknya saling berjauhan dan penduduknya berbeda-beda suku. Semua wilayah dianggap sebagai bagian integral dari tubuh negara.


3.  Khilafah Bukan Federasi

Dalam sistem federasi, wilayah-wilayah negara terpisah satu sama lain dengan memiliki kemerdekaan sendiri, dan mereka dipersatukan dalam masalah pemerintahan (hukum) yang bersifat umum. Sebaliknya, Khilafah berbentuk kesatuan. Keuangan seluruh wilayah (propinsi) dianggap sebagai satu-kesatuan dan APBN-nya juga satu, yang dibelanjakan untuk kemaslahatan seluruh rakyat tanpa memandang propinsinya. Seandainya suatu propinsi pemasukannya tidak mencukupi kebutuhannya, maka propinsi itu dibiayai sesuai dengan kebutuhannya, bukan menurut pemasukannya. Seandainya pemasukan suatu propinsi tidak mencukupi kebutuhannya maka hal itu tidak diperhatikan, tetapi akan dikeluarkan biaya dari APBN sesuai dengan kebutuhan propinsi itu, baik pemasukannya mencukupi kebutuhannya ataupun tidak.

4.  Khilafah Bukan Republik

Sistem republik pertama kali tumbuh sebagai reaksi praktis terhadap penindasan sistem kerajaan (monarki). Kedaulatan dan kekuasaan dipindahkan kepada rakyat dalam apa yang disebut dengan demokrasi. Rakyatlah yang kemudian membuat undang-undang; yang menetapkan halal dan haram, terpuji dan tercela. Lalu pemerintahan berada di tangan presiden dan para menterinya dalam sistem republik presidentil dan di tangan kabinet dalam sistem republik parlementer.

Adapun dalam Islam, kewenangan untuk melakukan legislasi (menetapkan hukum) tidak di tangan rakyat, tetapi ada pada Allah. Tidak seorang pun selain Allah dibenarkan menentukan halal dan haram. Dalam Islam, menjadikan kewenangan untuk membuat hukum berada di tangan manusia merupakan kejahatan besar. (Lihat: QS at-Taubah [9]: 31).

Sistem pemerintahan Islam bukan sistem demokrasi menurut pengertian hakiki demokrasi ini, baik dari segi bahwa kekuasaan membuat hukum—menetapkan halal dan haram, terpuji dan tercela—ada di tangan rakyat maupun dari segi tidak adanya keterikatan dengan hukum-hukum syariah dengan dalih kebebasan. Ini jelas bertentangan dengan Islam yang menjadikan hak membuat hukum hanya ada pada Allah (QS Yusuf [10]: 40).

Atas dasar ini, sistem pemerintahan Islam (Khilafah) bukan sistem kerajaan, bukan imperium, bukan federasi, bukan republik, dan bukan pula sistem demokrasi sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya.


Khilafah, Sisitem Pemerintahan Khas

Sesungguhnya struktur negara Khilafah berbeda dengan struktur semua sistem yang dikenal di dunia saat ini, meski ada kemiripan dalam sebagian penampakannya. Struktur negara Khilafah diambil (ditetapkan) dari struktur negara yang ditegakkan oleh Rasulullah saw. di Madinah setelah beliau hijrah ke Madinah dan mendirikan Negara Islam di sana. Struktur negara Khilafah adalah struktur yang telah dijalani oleh Khulafaur Rasyidin setelah Rasulullah saw. wafat.

Dengan penelitian dan pendalaman terhadap nash-nash yang berkaitan dengan struktur negara itu, jelaslah bahwa struktur negara Khilafah adalah: 
1. Khalifah
2. Para Mu’awin at-Tafwidh (Wuzara at-Tafwidh)
3. Wuzarâ’ at-Tanfîdz
4. Para Wali 
5. Amir al-Jihad
6. Keamanan Dalam Negeri
7.Urusan Luar Negeri
8. Industri
9. Peradilan
10. Mashalih an-Nas (Departemen-departemen)
11. Baitul Mal
12. Lembaga Informas
13. Majelis Umat (Syura dan Muhasabah).


Mengkonversi Sistem Pemerintahan (Pengantar Diskusi Seputar Khilafah)

 
KH Muhyidin Abdusshomad
Penulis buku “Fikih Tradisionalis”, Ketua PCNU Jember
 
Dari sudut pandangan agama, pemerintahan Indonesia adalah sah. Pandangan ini didasarkan pada dua dalil. Yaitu: pertama, presiden Indonesia dipilih langsung oleh rakyat. Menurut Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah (2001:204), sistem pemilihan langsung oleh rakyat sama dengan pengangkatan Sayyidina Ali karamullah wajhah untuk menduduki jabatan Khalifah.

Kedua, presiden terpilih Indonesia dilantik oleh MPR, sebuah gabungan dua lembaga tinggi, DPR dan DPD yang dapat disepadankan dengan ahlu a-halli wa al-‘aqdi dalam konsep al-Mawardi dalam Al-Ahkam as-Sulthoniyah.

Keabsahan pemerintahan Indonesia bukan hanya dapat dilihat dari sudut sistem pemilihan dan mekanisme pelantikan presiden saja, namun juga bisa dilihat dari terpenuhinya maqashidu al-syari’ah (tujuan syar’i) dari imamah (pemerintahan) Indonesia, dalam rangka menjaga kesejahteraan dan kemashlahatan umum. Terkait dengan ini, Imam al-Ghazali mengungkapkan dalam Al-Iqtishad fil ‘Itiqad (1988:147), menyatakan, “Dengan demikian tidak bisa dipungkiri kewajiban mengangkat seorang pemimpin (presiden) karena mempunyai manfaat dan menjauhkan mudharat di dunia ini”.

Dalam konteks ini, pemerintahan Indonesia telah memenuhi tujuan syar’i di atas dengan adanya institusi pemerintahan, kepolisiaan, pengadilan dan lain sebagainya. Alhasil, menurut Ahlussunnah wal Jama’ah, pemerintahan Indonesia adalah pemerintah yang sah. Siapa pun tidak bisa mengingkarinya.

Karena itu, mengkonversi sistem pemerintahan dengan sistem apa pun, termasuk sistem khilafah sentral dengan memusatkan kepemimpinan umat Islam di dunia pada satu pemimpin, adalah tidak diperlukan. Apalagi jika konversi sistem itu akan menimbulkan mudharat yang lebih besar. Seperti timbulnya chaos dalam bidang sosial, politik, ekonomi dan keamanan. Lantaran, timbulnya kevakuman pemerintahan atau pemerintah yang tidak mendapatkan dukungan rakyat luas, sehingga membuka peluang perang saudara antar anak bangsa. (Imam al-Ghazali Al-Iqtishad Fil ‘Itiqad, 1988:148)

Terlebih, mendirikan khilafah mendunia terbantahkan oleh dalil-dalil berikut ini: Pertama, khilafah mendunia tidak memiliki akar dalil syar’i yang qath’i. Adapun yang wajib dalam pandangan agama, adalah adanya pemerintahan yang menjaga kesejahteraan dan kemashlatan dunia. Terlepas dari apa dan bagaimana sistem pemerintahannya. Karena itu, kita melihat para ulama di berbagai negara di belahan dunia memperbolehkan, bahkan tak jarang yang ikut terlibat langsung dalam proses membidani pemerintahan di negaranya masing-masing. Beberapa contoh kasus dari sistem pemerintah di jaman klasik, antara lain: Daulah Mamalik di Mesir, Daulah Mungol di India, Daulah Hafshiyyah di Tunis, dan lain sebagainya.

Kedua, persoalan imamah dalam pandangan Ahlussunnah wal Jama’ah bukanlah bagian dari masalah aqidah, melainkan termasuk persoalan siyayah syar’iyyah atau fiqih mu’amalah. Karena itu, kita boleh berbeda pendapat dalam soal sistem pemerintahan, sesuai dengan kondisi zaman dan masyarakatnya masing-masing dalam mempertimbangkan mashlahah dan mafsadah dari sistem yang dianutnya tersebut.

Ketiga, membentuk pemerintahan agama di suatu daerah, akan membunuh agama itu sendiri di daerah lain. Menegakkan Islam di suatu daerah di Indonesia, sama halnya dengan membunuh Islam di daerah-daerah lain seperti di Irian Jaya, di Flores, di Bali dan lain sebagainya. Daerah basis non Islam akan menuntut hal yang sama dalam proses penegakkan agamanya masing-masing. Bentuk negara nasional adalah wujud kearifan para pemimpin agama di Indonesia, tidak ingin terjebak pada institusionalisasi agama, sebagai tuntutan dari otonomi daerah.

Keempat, masyarakat masih belum siap benar untuk melaksanakan syari’at Islam secara penuh, terutama untuk menerapkan hukum pidana Islam. Seperti bagi pezinah dirajam, pencuri dipotong tangan, sanksi bagi yang tidak melaksanakan sholat dan zakat, dan seterusnya. Penerapan syari’ah Islam secara penuh tanpa mempertimbangkan kesiapan umat Islam akan menyebabkan banyak umat Islam yang tidak mengakui sebagai seorang muslim karena takut terhadap sanksi hukum tersebut. Jumlah 90 persen umat Islam akan mengalami penurunan secara drastis. Sehingga penerapan itu justru merugikan umat Islam sendiri.

Kelima, sulitnya mencari tolok ukur apakah yang dilakukan oleh seorang khalifah itu merupakan suatu langkah politik atau sekedar pelampiasan ambisi kekuasaan, atau itu memang benar-benar melaksanakan perintah Allah ketika terjadi kekerasan dari khalifah yang berkuasa terhadap para ulama sebagaimana dialami oleh imam madzhab yang empat: Imam Maliki, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal dan para pengikut mereka. Sejarah mencatat tidak sedikit dari para ulama yang mendapat perlakuan zalim, diborgol, dipenjara, dan dianiaya, sementara khalifah dalam menjalankan hukuman tersebut melakukannya atas nama agama. Jika demikian yang terjadi maka sudah pasti ulama nahdliyyin akan memenuhi penjara-penjara di seluruh wilayah Indonesia.

Keenam, jika memang disepakati ide formalisasi syari’ah, maka teori syari’ah manakah yang akan diterapkan.Apakah model Wahabi di Saudi Arabia yang memberangus ajaran-ajaran sebagaimana diamalkan oleh kaum nahdliyyin seperti tawassul, tahlil, talqin, dan lain sebagainya atau sistem Syi’ah yang telah membunuh ratusan ulama dan umat Islam, menghancurkan masjid-masjid Ahlus Sunnah sebagaimana yang terjadi di teluk Persi, di bagian wilayah Timur Tengah, atau belahan lain di dunia ini, dan pemerintah yang berkuasa melakukan semua itu, lagi-lagi, atas nama agama. Jika itu yang terjadi, niscaya warga Nahdliyyin akan akan menjadi korban dari pemerintah yang berbeda aqidah tersebut.

Dalil-dalil di atas kian meyakinkan bahwa cita-cita untuk mendirikan khilafah islamiyah akan membawa konsekuensi tersendiri bukan hanya menyangkut tampilan wajah Indonesia tetapi juga kondisi masyarakat yang akan diwarnai oleh konflik dan disistensi dari elemen bangsa yang lain.

Dengan mempertimbangkan pendapat dari Imam al-Ghazali dan al-Baidlawi maka mengkonversi sistem pemerintahan yang ada tidak diperbolehkan menurut syara’, mengingat besarnya ongkos sosial, politik, ekonomi, dan keamanan yang harus ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat. Dalam pandangan ahlusunnah wal jama’ah menghindari mudharat lebih utama dari pada menerapkan kebaikan. Karena itu, menghindari mudharat yang besar lebih kita utamakan dari pada mendapat sedikit kemaslahatan. Sebaliknya, tidak mendapatkan sedikit kebaikan untuk menghindari mudharat yang lebih besar merupakan sebuah bentuk kebaikan yang besar.

Jadi, sistem pemerintahan di dalam pandangan agama bukan sistem untuk sistem melainkan sistem untuk umat. Sehingga sistem apapun yang dianut oleh umat di dalam memenuhi tujuan syar’i dari pemerintahan tidak boleh menimbulkan kerusakan yang mengancam keselamatan jiwa dan harta umat. Sebab sejatinya menurut Imam al-Ghazali, pemerintahan itu didirikan untuk menata umat, agar kehidupan agama dan dunianya aman sentosa dari ancaman dari dalam maupun dari luar (Al-Iqtishad Fil ‘Itiqad, 1988:147).

Senada dengan Imam al-Ghazali di atas, al-Baidlawi juga berpandangan bahwa esensi dari pemerintahan adalah menolak kerusakan dan kerusakan itu tidak dapat ditolak kecuali dengan pemerintahan tersebut. Yaitu sebuah pemerintahan yang menganjurkan ketaatan, mencegah kemaksiatan, melindungi kaum mustad’afin, mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi semua. Esensi dari pemerintahan itu menurutnya adalah keharusan profetik dan intelektual dalam menjaga kedamaian dan mencegah kerusakan dunia (Lihat misalnya dalam Al-Baidlawi, Thawali’ al-Anwar wa Mathali’ al-Andlar, 1998: 348).

KH. MA Sahal Mahfudz menyatakan sikap NU pada saat khutbah iftitah Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Sukolilo Surabaya, 28 Juli 2006: ”NU juga sejak awal mengusung ajaran Islam tanpa melalui jalan formalistik, lebih-lebih dengan cara membenturkannya dengan realitas secara formal, tetapi dengan cara lentur. NU berkeyakinan bahwa syari’at Islam dapat diimplementasikan tanpa harus menunggu atau melalui institusi formal. NU lebih mengidealkan substansi nilai-nilai syari’ah terimplementasi di dalam masyarakat ketimbang mengidealisasikan institusi. Kehadiran institusi formal bukan suatu jaminan untuk terwujudnya nilai-nilai syari’ah di dalam masyarakat”.

Dalam kaitan ini, sikap NU jelas, keinginan untuk mengkonversi sistem pemerintahan, tidak memiliki akar syara’, malahan bertentangan dengan serangkaian hasil ijtihad para ulama NU yang dirumuskan di berbagai institusi pengambilan keputusan dan kebijakan tertinggi organisasi. Bagi NU, Pancasila, UUD 1945 dan NKRI adalah upaya final umat Islam Indonesia dalam mendirikan negara dan membentuk pemerintahan.

sumber : www.nu.or.id

Senin, 26 Agustus 2013

0 Benarkah Ajaran Nabi Ibrahim Sampai Di Tanah Jawa Indonesia (2)

Benarkah Ratu Saba (Bilqis) Berasal dari Jawa???
Sejak masih kecil kita sudah diajarkan tentang sejarah Candi Borobudur yang merupakan Candi Budha terbesar di Indonesia yang dibangun pada masa dinasti Syailendra. Lalu kenapa bisa dikatakan dibangun oleh Nabi Sulaiman? Duluan mana Budha dengan Nabi Sulaiman? mari kita lihat dulu latar belakang secara agama. 

Ratu Balqis Tunduk Kepada Nabi Sulaiman

Setelah membangunkan Baitul Muqaddis, Nabi Sulaiman menuju ke Yaman. Tiba di sana, disuruhnya burung hud-hud (sejenis pelatuk) mencari sumber air. Tetapi burung berkenaan tiada ketika dipanggil. Ketiadaan burung hud-hud menimbulkan kemarahan Sulaiman. Selepas itu burung hud-hud datang kepada Nabi Sulaiman dan berkata: "Aku telah terbang untuk mengintip dan terjumpa suatu yang sangat penting untuk diketahui oleh tuan..."

Firman Allah, bermaksud: "Maka tidak lama kemudian datanglah hud-hud, lalu ia berkata; aku telah mengetahui sesuatu, yang kamu belum mengetahuinya dan aku bawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

"Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah..."

Mendengar berita itu, Nabi Sulaiman mengutuskan surat mengandungi nasihat supaya menyembah Allah kepada Ratu Balqis. Surat itu dibawa burung hud-hud dan diterima sendiri Ratu Balqis. Selepas dibaca surat itu, Ratu Balqis menghantarkan utusan bersama hadiah kepada Sulaiman. Dalam al-Quran diceritakan: "Tatkala utusan itu sampai kepada Nabi Sulaiman, seraya berkata; apakah patut kamu menolong aku dengan harta?

"Sesungguhnya apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikannya kepadamu, tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

"Kembalilah kepada mereka, sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi tawanan yang tidak berharga."

Utusan itu kembali ke negeri Saba dan menceritakan pengalaman yang dialami di Yaman kepada Ratu Balqis, sehingga dia berhajat untuk berjumpa sendiri dengan Sulaiman. Keinginan Ratu Balqis untuk datang itu diketahui Nabi Sulaiman terlebih dulu. Beliau segera memerintahkan seluruh tentaranya yang terdiri dari manusia, hewan dan jin untuk membuat persiapan bagi menyambut kedatangan Ratu Balqis. Nabi Sulaiman kemudian menitahkan untuk memindahkan singasana Ratu Balqis ke istana beliau.

Surah An-Naml

38. Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."

39. Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya."

40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."

41. Dia berkata: "Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)."

Manakala Ratu Balqis tiba, ia ditanya oleh Sulaiman: "Seperti inikah singgahsanamu?" Dengan terperanjat, Ratu Balqis menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku" Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke istana Nabi Sulaiman. Namun, ketika berjalan di istana itu, sekali lagi Ratu Balqis terpedaya, karena menyangka lantai istana Sulaiman terbuat dari air, sehingga ia menyingkap kainnya.

Firman Allah yang bermaksud: Dikatakan kepadanya; masuklah ke dalam istana. Maka tatkala dia (Ratu Balqis) melihat lantai istana itu, dikiranya air yang besar dan disingkapkannya kedua betisnya.

Berkatalah Sulaiman; "sesungguhnya ia istana licin yang diperbuat daripada kaca". Berkatalah Balqis; "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman dan kepada Allah, Tuhan semesta alam."

Peristiwa itu menyebabkan Ratu Balqis berasa sangat aib dan menyadari kelemahannya, sehingga dia memohon ampun atas kesilapannya selama ini dan akhirnya dia diperisterikan oleh Nabi Sulaiman.




Arkeolog Dari Inggris Menemukan harta karun Milik Ratu Saba

Cerita raja cantik Ratu Balqis atau juga Ratu Sheba /Saba sangat menarik untuk di  ikuti, banyak film yang mengangkat tentang kecantikan ratu Balqis,  selain kecantikannya yang sangat tersohor ratu ini memiliki harta yang sangat banyak, dan masih menjadi misteri dimanakah kekayaanya di simpan,  seperti halnya kekayaannya Raja Sulaiman.

Arkeolog  dari Inggris mengklaim telah menemukan tambang harta karun  milik Ratu  Sheba, yang juga sohor dengan sebutan Ratu Bilqis dari Kisah  Nabi  Sulaiman yang tertera dalam sejarah Habeshan, Injil, dan Al-Quran.

Ia diyakini  pemimpin kerajaan kuno Sheba. Wilayah kekuasaannya meliputi Ethiopia dan Yaman di era modern. Seperti dimuat situs sains, Discovery.com,  15 Februari 2012,  tambang emas Sang Ratu ditemukan tersembunyi di  sebuah bukit di dataran  Gheralta, utara Ethiopia. Sebuah lokasi tambang  yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya, di teritorial kerajaan Sheba  yang pernah  berkuasa selama 3.000 tahun.

"Salah satu yang saya sukai dari arkeologi adalah, kemampuannya  berhubungan  dengan legenda dan mitologi. Fakta bahwa kami mungkin  menemukan tambang  Ratu Bilqis sangat luar biasa," kata  Louise  Schofield, arkeolog  sekaligus kurator museum Inggris, kepada The Observer.

Berdasarkan  Perjanjian Lama, Ratu Sheba / Ratu Saba menempuh perjalanan panjang  dari  kerajaannya yang misterius untuk menemui Raja Sulaiman di  Yerusalem.  Ratu itu membekali diri dengan para pengiring, unta yang  membawa muatan  sarat rempah, emas, dan batuan berharga.

Bertemu  dengan Sulaiman, Ratu Sheba terpukau dengan kebijaksanaan Sang  Nabi,  juga kemegahan kerajaannya. Sebelum pergi, ia memberi hadiah 120  talen  emas, atau setara dengan 4,5 ton!

Legenda menyebut, ia melahirkan anak Sulaiman. Keturunannya, Menelik, menjadi raja-raja Abyssinia.

Schofield  menemukan tambang kuno tersembunyi di balik batu 20 kaki yang  diukir  dengan gambar matahari dan bulan sabit. "Simbol dari negeri  Sheba," kata dia.

"Saya  merangkak di bawah batu, waspada dengan ular kobra yang disebut  tinggal  di sini, dan berjumpa dengan sebuah prasasti Bahasa Sheba,  bahasa yang  dipakai Sang Ratu."

Terkubur  sekitar empat meter di bawah permukaan bukit dikelilingi oleh  burung  bangkai, terowongan menampilkan simbol tengkorak kuno di pintu  masuknya.  Menurut Schofield, itu adalah pahatan Sheba.

Ia  menambahkan, keberadaan struktur tambang kuno itu tak disadari,  meski faktanya, penduduk setempat mendulang emas di sungai yang ada didekatnya.

Tak  jauh dari lokasi tambang, arkeolog menemukan sisa-sisa kolom dan  batu  halus berukir yang mungkin adalah bagian dari sebuah kuil  terkubur,  yang  diyakini didedikasikan untuk Dewa Bulan Sheba. Situs  dari medan  peperangan, lengkap dengan tulang kuno, juga ditemukan di  dekatnya.

Ukuran  yang tepat dari tambang, yang pintu masuk terhalang oleh batu  besar,  belum ditentukan. Namun, uji yang dilakukan oleh seorang pencari  emas mengarah ke dugaan, ada ruang luas di bawah tanah, dengan  terowongan  yang cukup besar untuk dilalui dengan berjalan kaki.

Penggalian situs besar-besaran akan dilakukan setelah Schofield mendapatkan sumber pendanaan yang diperlukan.



Para Ahli Genetika Temukan Jejak Ratu Balqis

Para ilmuwan yang berhasil membongkar DNA orang-orang Ethiopia  modern menemukan berbagai petunjuk yang mengarah pada kebenaran legenda Ratu Sheba,yang dalam tradisi Islam juga dikenal dengan Ratu Balqis.

Dalam hikayat disebutkan bahwa Ratu Sheba mengunjungi Jerusalemdan memiliki anak, Menelik, dengan Raja Sulaiman dari Israel, sekitar 3.000tahun yang lalu.

Para peneliti genetika  dari Inggris dan Ethiopia mengatakan genom orang-orang Ethiopia sangat  mirip dengan orang-orang Israel dan Suriah dan percampuran genetika diketahui dimulai kira-kira 3.000 tahun lalu.

Profesor Chris Tyler-Smith, pakar dari Inggris yang melakukan penelitian mengatakan, genetika bisa menjadi petunjuk kejadian sejarah.

"Dengan menganalisis genetika orang-orang Ethiopia dan beberapa orang dari kawasan Afrika lain, kita  bisa mengetahui bahwa gen masuk keEthiopia sekitar 3.000 tahun lalu dan  ini sesuai dengan hikayat Ratu Sheba," papar Tyler-Smith.

Sejarah Migrasi Manusia

Luca Pagani, pakar dari Universitas Cambridge yang juga terlibat dalampenelirian ini menambahkan, "Bukti genetika yang kami temukan jelasmendukung kebenaran legenda Ratu Sheba."

Mengomentari  temuan ini, Dr Sarah Tishcoff dari Jurusan Biologi danGenetika  Univeristas Pennsylvania, Amerika Serikat, mengatakan, Ethiopia  akan menjadi kawasan penting untuk diteliti di masa depan.

"Penelitian  ini mengungkap sejarah Ethiopia, baik di masa sekarangmaupun di masa  lalu. Kawasan Ethiopia memainkan perang penting dalam sejarah migrasi manusia," kata Tishcoff.

Legenda Ratu Sheba dan Raja Sulaiman tercantum dalam buku Ethiopia, Kebra Nagast atau Kejayaan Raja-Raja, yang ditulis pada abad ke-13.

Nama Ratu Sheba atau Ratu Balqis juga disebut di Injil dan Quran.


Namun KH. Fahmi Basya berpendapat lain, berikut penjelasan dan alasannya:

Berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, ternyata Candi Borobudur adalah bangunan yang dibangun oleh Tentara Nabi Sulaiman termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai Arsy Ratu Saba. Sejatinya Prince Of Saba atau Ratu Balqis adalah Ratu Boko yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung-patung di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting.

Hasil riset tersebut juga menyimpulkan bahwa Suku Jawa disebut juga sebagai Bani Lukmankarena menurut karakternya suku tersebut sesuai dengan ajaran-ajaran Lukmanul Hakimsebagaimana tertera dalam Alqur’an. Perlu diketahui bahwa satu-satunya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo serta meninggalkan negeri bernama Sleman di Jateng (Jawa Tengah). Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud (baca: ayahnya) yang dikatakan didalam Alqur’an

dijadikan Khalifah di Bumi (menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah SYAILENDRA, menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = gunung dan indra = raja.


Negeri saba’ yang dahulu di kuasai Ratu Bilqis, jaman Nabi Sulaiman mungkinkah Indonesia yang dimaksud ? Didalam alquran ayat 18 surat SABA (34) kita disuruh untuk melakukan perjalanan ke Saba.

“Berjalanlah padanya beberapa malam dan siang dengan aman (QS.34 ayat 18)”

Ada yang mengatakan bahwa Negeri Saba itu adalah Indonesia dengan pusat pemerintahan di Jawa dan Arsy Saba yang dipindahkan atas perintah Nabi Sulaiman adalah Borobudur yang dipindahkan dari Ratu Boko, yang selama ini orang mengira adalah di Yaman.

Ada beberapa point yang menjadi bukti berdasarkan Alquran bahwa Saba itu adalah di pulau Jawa dan bukan di Yaman.

Di ilmu sejarah kita Candi Borobudur didirikan pada abad ke 7 tapi menurut teori paruh waktu bahwa penelitian terhadap batu tersebut tidak bisa dihitung
umurnya dengan Isotop C .

Sehingga bisa ditarik hipotesa bahwa Borobudur tidak dibuat pada abad ke 7.

Mengenai fenomena 19

Kita semua tidak memungkiri bahwa fenomena 19 di dalam Al-Quran itu berasal dari kalimat Bismillaahhirrahmaanirrahiim yang terdiri dari 19 huruf .Kalimat ”Bismillaahhirrahmaanirrahiim” ini yang memperkenalkannya kepada kita adalah Nabi Sulaiman. Ketika dia berkirim surat kepada Ratu Saba’ Kop Surat dari Surat Sulaiman itu adalah kalimat “Bismillaahhirrahmaanirrahiim”.

Isi suratnya adalah :”Allaa ta’luu ‘alaiyya, wa’tuunii muslimin” (Jangan menyombong kepada ku dan datanglah kepada ku dengan menyerah diri”. Jadi, dapat dikatakan bahwa Fenomena 19 itu sudah diketahui oleh Nabi Sulaiman. Sebab itu di Borobudur ada Fenomena 19.

Karena yang membuat Borobudur itu bukan manusia saja, tetapi juga Jin, maka segaris lurusnya tiga candi Borobudur, Pawon dan Mendut, bukanlah hal yang kebetulan. Karena Jin bisa melihatnya dari atas.

Untuk apa mereka membuat ketiga candi itu (Candi Borobudur, Candi Pawon, Candi Mendut) segaris lurus?

Jawabannya adalah untuk membuat gambar Gerhana. Dengan demikian mereka memberitakan bahwa Borobudur itu gambar Matahari, Pawon adalah gambar Bulan, dan Mendut adalah gambar Bumi. Itu diibaratkan Mendut mewakili manusia. Sebab di sana ada sebuah patung manusia sebagai wakil penduduk bumi, yaitu manusia.

Mengapa Borobudur itu gambar matahari ? karena si Ratu Saba’ itu dulunya kan menyembah matahari, jadi ‘Arsy dia itu ada nuansa mataharinya.

Mengapa candi-candi itu menggambarkan Mihrab-Mihrab? Ya dikarenakan di dalam Al-Quran, jin-jin yang bekerja atas paksaan Sulaiman itu, mereka membuat mihrab-mihrab

“12. Dan untuk Sulaiman, angin bertiup pada pagi hari sebulan dan bertiup pada petang hari sebulan. Dan kami alirkan baginya mata air dari tembaga, dan kami mudahkan sebagian dari Jin bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya, dan siapa dari mereka berpaling dari perintah kami, niscaya kami rasakan baginya dari azab api yang bernyala.

13. Mereka kerjakan untuknya apa yang ia kehendaki dari Mihrab-Mihrab dan Patung-patung dan Piring-piring seperti Kolam-Kolam dan Kuali-Kuali yang tetap”(Al-Quran, surat Saba’, ke 34 ayat 12-13) 
Negeri Saba (Ratu Bilqis) dari Tanah Jawa Versi KH. Fahmi Basya 1
 
 
Negeri Saba (Ratu Bilqis) dari Tanah Jawa Versi KH. Fahmi Basya 2

Negeri Saba (Ratu Bilqis) dari Tanah Jawa Versi KH. Fahmi Basya 3

Keraguan Temuan Fahmi Basha :   

- “Budha sendiri lahir 500 SM, sedangkan Salomon (Nabi Sulaiman) sekitar 975-935 SM” Jadi, duluan Budha daripada nabi Sulaiman, berarti Borobudur umat Budha" (wikipedia.com)

- Ratu Sheba, (Bahasa Arab Malikat sabaa ملكة سبأ , Nigist Saba Bahasa Amharik: ንግት ሳባ), mengacu pada Kitab Suci agama Yahudi, Perjanjian Baru, Al-Qur'an, dan sejarah Ethiopia, adalah penguasa Sheba, sebuah kerajaan kuno di mana arkeologi modern memperkirakan bahwa tempatnya sekarang adalah Eritrea, Ethiopia atau Yaman. Namanya tidak disebutkan dalam teks Alkitab, dalam tradisi Ethiopia ia disebut dengan Makeda (kemungkinan berarti, "bukan cara ini / bukan demikian"), dan dalam tradisi Islam namanya adalah Bilqis. Nama lain untuknya adalah Nikaule atau Nicaula.(wikipedia.com)

- Studi arkeologi modern mendukung pandangan bahwa kerajaan Sheba Alkitab adalah kuno Semit peradaban Saba di Arabia Selatan, di Yaman , antara 1200 SM sampai 275 Masehi dengan ibukotanya Marib . Kerajaan jatuh setelah perang sipil yang panjang tapi sporadis antara beberapa dinasti Yaman mengklaim kerajaan,yang mengakibatkan munculnya akhir Kerajaan Himyarite.

Deskripsi serupa di Alkitab Ibrani yang ditemukan di Strabo tulisan dan Asyur sejarah tentang Shabiin. Peradaban mereka membentang sejauh Aqaba dengan koloni kecil untuk melindungi rute perdagangan, koloni ini termasuk Yatsrib dan pusat Arab kerajaan Kindah dan utara Ethiopia di mana para arkeolog menemukan sebuah kuil kuno yang didedikasikan untuk Sabaean kepala dewa El-Maqah Studi tentang sejarah dan budaya kerajaan ini masih tambal sulam. Terutama kronologi peristiwa sejarah dan raja-raja yang terkenal karena ketidakstabilan di Yaman (http://en.wikipedia.org/wiki/Sheba)


- Dalam Alkitab, Josephus, dan Talmud. Menurut Yosefus, dia adalah ratu Mesir dan Ethiopia, dan dibawa ke Palestina spesimen pertama balsam, yang tumbuh di Tanah Suci dalam waktu sejarawan ("Ant." Viii. 6, § § 5-6). Negara di mana ia memerintah biasanya seharusnya telah distrik Saba di Arabia selatan, tetapi meskipun eksplorasi menyeluruh oleh wisatawan terbaru dan ulama, tidak ada referensi ke Ratu Sheba telah ditemukan di berbagai prasasti Sabean. R. Jonathan (c. 250 CE ) Menegaskan bahwa frase tidak mengacu pada Ratu, tapi untuk kerajaan, dan karenanya untuk seorang raja, yang kontemporer dikatakan telah Ayub (BB 15b). (Sumber : http://www.jewishencyclopedia.com/articles/13515-sheba-queen-of)

0 Benarkah Ajaran Nabi Ibrahim Sampai Di Tanah Jawa Indonesia (1)

Sebagai seorang Muslim maka saya percaya bahwa Apa yang difirmankan Allah dalam Al-Quran adalah kebenaran. Dalam salah satu ayatnya Allah berfirman :

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (QS 3:96)

Ya, rumah yang mula-mula itu adalah Ka’bah. Di ayat diatas berhubung kalimat “tempat beribadat” diapit tanda (…), maka bisa juga diartikan sebagai rumah yang pertama ada. Tetapi berhubung kalimat selanjutnya berhubung dengan ber’kah dan petunjuk, maka bisa diartikan sebagai rumah pertama di bumi dan rumah pertama untuk beribadah. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bentuk Ka’bah pertama kali?. Apakah bentuknya berupa Kubus seperti bentuk sekarang?.

Berhubung tidak ada sumber pasti bagaimana bentuk Ka’bah pertama kali maka aku asumsikan bentuk Ka’bah pertama kali kemungkinan Piramid. Kok bisa?.

Ka’bah yang kita lihat sekarang adalah Bangunan berbentuk Kubus dengan ruang yang pernah mengalami beberapa renovasi mengingat usia dan adanya bencana. Renovasi kemungkinan dilakukan untuk meremajakan, merubah bentuk atau memperluas ruang. Renovasi yang pernah terjadi antara lain ketika Ka’bah dibangun kembali setelah rusak gara-gara banjir sekitar tahun 600 M dimana pada saat itu Rasulullah (sebelum jadi nabi), menjadi pihak yang meletakkan kembali Hajar Aswad (Batu Hitam), yang sempat menjadi perselisihan petinggi Suku Quraisy.

Pada jaman kuno ribuan tahun sebelum Masehi daerah gurun Arab dimana sekarang terletak kota Mekah, merupakan tempat yang terisolasi. Hal itu bisa kita lihat bahwa wilayah Arab hampir tidak pernah menjadi tempat jajahan kerajaan-kerajaan Kuno yang besar semisal Romawi, Alexander Agung, Persia atau Yunani. Jika bangsa India pernah sampai ke Arab itu juga jauh ribuan tahun setelah jaman Ibrahim. Jadi secara kebudayaan masih tertinggal dan kuno.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar baitullah (Ka’bah) bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(Al-Quran 2:127)

Kalau kita baca QS 2:127 diatas, kita bisa memahami lain lagi bahwa seolah-olah sebelum Ibrahim dan Ismail sampai ke lembah Bakah (Mekah), Ka’bah sebenarnya sudah ada. Hal itu bisa kita baca dari kallimat “meninggikan dasar-dasar”, lantas siapa yang membangun dasar Baitullah (Ka’bah) sebelum mereka hadir?. Apakah Adam atau Nuh atau malaikat?. Seperti kita ketahui ada beberapa riwayat yang mengatakan bahwa sebelum ada manusia Malaikat sering melakukan thawaf diatas daerah tersebut (hanya Allah yang tahu).

Untuk membangun bangunan dengan batu yang luasnya sekitar 100 m2 dan dengan ketinggian yang cukup tinggi (Lihat QS 2:127 diatas ) Hal itu pasti agak sulit untuk dikerjakan oleh 2 orang (Ibrahim dan Ismail), mengingat mereka harus mengecor atap (kecuali tanpa atap atau beratap kayu, meski sepertinya tidak mungkin). Hal itu akan lebih mudah dilakukan jika bentuknya Piramid baik bentuk runcing atau setengah runcing. sehingga lebih mudah membangunnya.


GAMBAR 1. KEMUNGKINAN BENTUK AWAL KA’BAH

Ketika masih berjumlah sedikit, peribadatan kemungkinan dilakukan DI DALAM Ka’bah

GAMBAR 2. BENTUK KA’BAH SEKARANG

 
Nabi Ibrahim selain sebagai manusia yang membangun Tempat Ibadah pertama kali, juga merupakan Imam bagi seluruh manusia. Itulah mengapa pengaruhnya menyebar ke banyak bangsa di dunia, termasuk bentuk tempat ibadah yang menyerupai Ka’bah. Nabi Ibrahim sebagai Imam bagi umat manusia

Pada awalnya tentu pengaruh yang disebarkan oleh nabi Ibrahim adalah ajarannya yang monotheisme (Tauhid) dan bentuk tempat ibadahnya. Jika ajarannya menyebar maka bentuk tempat ibadahnya juga akan menyebar. Itulah mengapa pada jaman kuno bentuk rumah ibadah mereka hampir semuanya berbentuk menyerupai Ka’bah (Piramid).


Piramida Suku Inka (Amerika Latin)
Piramida Mesir

Piramid yang tadinya kecil dan berada di gurun tandus telah menyebar ke berbagai penjuru dunia dan tiba di berbagai bangsa besar yang memiliki peradaban lebih maju. Sehingga pengaruh bangunan piramid yang sampai ke bangsa besar tersebut pada akhirnya berubah menjadi bentuk piramid yang besar pula .

Tetapi kita harus mengakui bahwa ajaran yang dibawa oleh nabi Ibrahim tidak bisa bertahan pada masing-masing bangsa itu. Yang setelah berjalannya waktu masing-masing bangsa membuat kreasinya sendiri dengan mengukir pahatan (relief) pada dinding piramid. Hal ini juga terjadi ketika para Musyrikin Mekah pada saat itu menempatkan patung-patung disekitar Ka’bah sebagai bentuk lain dari relief.

Ajaran yang pada awalnya adalah Monoteisme juga berubah menjadi ajaran Pagan, dimana hampir semua bangsa yang mempunyai Piramid membangun Piramid tidak untuk beribadah kepada Tuhan Yang Satu tetapi untuk menghormati Tuhan mereka yaitu Dewa Matahari atau Tuhan buatan lainnya dan juga sekaligus sebagai tempat pemakaman. Tetapi Tuhan selalu mengutus banyak utusan untuk meluruskan ajaran Nabi Ibrahim yang menyimpang, sehingga ajaran yang tadinya menyimpang lambat laun kembali ke monotheisme. Misalnya Musa yang harus mengingatkan Penguasa Mesir (Fir’aun) agar kembali menyembah Allah.

Piramid di Indonesia, khususnya Candi-candi di Jawa kemungkinan pengaruh Ka’bah pada jaman nabi Ibrahim. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa artikel yang menyinggung mengenai “Bani Jawi” yang merupakan keturunan dari nabi Ibrahim. Kata “Jawi” dalam kesusatraan Jawa merupakan kata “halus” dari Jowo (Jawa).  Di dalam masyarakat Jawa kata-kata seperti “Tiyang Jawi (orang Jawa)” , “Serat Jawi (lembaran sastra Jawa)”, Aksara Jawi (Huruf Jawa)  dan Babad Tanah Jawi sudah umum. Seperti kita ketahui bahasa Jawa itu bahasa yang paling ribet di seluruh dunia. Karena dalam 1 suku ada tingkatan-tingkatan bahasa yang bisa mencapai 6 tingkatan atau lebih dari bahasa yang paling kasar sampai paling halus, dimana tidak semua orang Jawa menguasainya.

Orang Jawa sebelum datangnya Islam percaya akan adanya monoteisme dan Politeisme. Dan bahwa di dalam naskah-naskah Kuno Bangsa Jawa disebutkan bahwa Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa. Brahma merupakan nama lain Ibrahim.

Pendapat mengenai Bani Jawi yang merupakan keturunan Nabi Ibrahim bisa anda cari sendiri di Google. Secara sempit Bani Jawi mengacu ke Jawa tetapi secara Luas Bani Jawi antara lain meliputi “Sunda, Melayu , Sumatra, Bugis dll” yang berasal dari garis Ketura (Istri nabi Ibrahim yang lain).  Menurut beberapa penulis Nusantara adalah Atlantis dulunya, dimana merupakan pusat peradaban pada jaman dulu. Khusus untuk Jawa ada yang istimewa bahwa hampir 50% fosil manusia purba dari seluruh dunia ditemukan disini (daerah Sangiran).

Jika anda membaca ceritera pembangunan Candi Perambanan (secara mistik), diceritakan bahwa pembangunan Candi perambanan dilakukan oleh ribuan Jin atas kehendak “Bandung Bandawasa” terhadap “Dewi Rorojonggrang (Ratu Boko)” dimana pembangunannya secara singkat. Hal ini mirip kisah “Nabi Sulaiman” terhadab “Ratu Balqis”. Meski alur ceritanya tidak sama persis 100%.

Kompleks Istana Ratu Boko yang terletak di sekitar Jogja diperkirakan dibangun pada abad 8 M. Tetapi kemungkinan lebih tua dari itu. Kompleks Ratu Boko merupakan kompleks isatana Purbakala yang luas, dan mungkin terluas di Indonesia. Kompleks Ratu Boko bila disaksikan dari udara adalah seluas pada gambar dibawah ini.


Dari gambar diatas bisa kita lihat bahwa luas istana Ratu Boko berhektar-hektar.  Dibawah ini adalah gambar sisa-sisa istana Ratu Boko yang masih tersisa.
Salah satu tokoh yang ahli dalam matematika Al-Quran yaitu Fahmi Basa bahkan mengungkapkan beberapa hal menarik sebagai berikut (sumber republika) :

Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tongkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.
Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: ‘Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman’.” (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.
Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml 27 : 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml 27 : 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. “Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri,” katanya menjelaskan.

Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.
Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata ‘Wana’ bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah ‘maja’ yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. “Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.” (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata ‘su’merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan ‘Su’.

Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. “Pergilah kamu dengan membawa suratku ini.” (QS An-Naml [27]: 28). Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. “Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman,” kata Fahmi menegaskan.


Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A’lam. (Republika)

Fahmi Basa menyimpulkan bahwa Candi Borobudur Prambanan dan daerah sekitarnya merupakan peninggalan  nabi Sulaiman. Tentu banyak pendapat yang menentang. Karena dari segi tahun sejarah mungkin beda. Tetapi jika mendapat pengaruh mungkin bisa saja. Paling tidak artikel ini bisa menambah wawasan keagamaan kita. Tidak mengapa jika anda tidak setuju.

Yang  menjadi pertanyaan sekarang adalah kapan sebenarnya dan berapa lama  kira-kira candi-candi itu (khususnya Borobudur & Prambanan) dibangun?

lanjut benarkah Ajaran Nabi Ibrahim Sampai Di Tanah Jawa Indonesia (2)


Minggu, 25 Agustus 2013

0 Tabligh Akbar : Nubuwat Perang Akhir Zaman di Negeri Suriah

Kegiatan Tabligh Akbar ; Aksi Solidaritas bertema : “Nubuwat Perang Akhir Zaman di Negeri suriah  yang sukses diselenggarakan di kota Bandung,(09/03/2013). Acara yang sangat penting untuk diketahui umat ini diselenggarakan di Masjid PUSDAI, Kota Bandung. Dalam acara tersebut, Umat Islam tersadarkan bahwa mereka mempunyai beban kewajiban untuk meringankan penderitaan yang dirasakan oleh saudara-saudara Muslimnya di bumi Syam, khususnya di Suriah. Allahu Akbar!

Kegiatan Tabligh Akbar & Aksi Solidaritas di atas diselenggarakan oleh Komunitas Dakwah dan Sosial (KODAS BANDUNG)  bekerjasama dengan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Forum Islam Peduli Suriah (FIPS), dan ditujukan untuk menyadarkan umat Islam akan keberadaanya di akhir zaman, di mana rangkaian kezholiman yang semakin bergejolak di bumi Syam, dan Nubuwat Perang Akhir Zaman yang sudah berada di ambang pintu.

Acara dibuka oleh Akh Fadli dari MPI (Mahasiswa Pecinta Islam) dengan memberikan gambaran perang akhir zaman yang akan terjadi berdasarkan Nubuwat Rosululloh dalam hadits yang shahih, dimana Ibu kota Damaskus adalah tempat yang dinubuwatkan oleh Rosululloh SAW., akan turunya Imam Al Mahdi yang akan menjadi pemimipin kaum Muslimin dengan membawa bendera tauhid dan tegaknya sistem khilafah di bumi Allah azza wajala.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemateri pertama, yaitu Ustadz Imtihan Syafi’i, Lc, mewakili Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) dengan menjelaskan bahwa peperangan yang terjadi di Suriah adalah belum bagian dari nubuwat akhir zaman. Suatu ketika ia bertanya kepada salah satu Syekh di Suriah, yakni DR. Abdulloh Ghoni, yang  termasuk ahli hadits, bahwa peperangan yang terjadi di Suriah adalah sebuah muqoddimah (pembukaan) dimana awal pintu gerbang dari Nubuwat Perang Akhir Zaman, karena masih banyak tahapan yang akan dialami kaum Muslimin.

Kemudian Ustadz Imtihan Syafi’i banyak bercerita tentang pengalamannya ketika berada si Suriah, bahwasanya pengamalan Tauhid dan Aqidah Wala wal Baro sungguh benar-benar nyata di Bumi Suriah, bumi Jihad kaum Muslimin, dan ia banyak mendapati karomah dan kesyahidan yang nampak yang terjadi pada para Mujahidin di Suriah. Ia juga menambahkan bahwasanya kemenangan–kemenangan yang diraih para Mujahidin dalam setiap operasi Mujahidin tidak terlepas dari keta’atan dan tawakal kepada Allah azza wajala.

Acara dilanjutkan dengan pembicara kedua, yaitu Akhi Angga Dimas S. Farm, selaku anggota Forum Islam Peduli Suriah (FIPS). Dalam penyampaiannya, Angga memaparkan sejarah masa jabatan Hafidz Assad dimana dialah tokoh yang menghapuskan dien Islam dan menanamkan kebencian yang luar biasa terhadap Islam. Hal itu terlihat pada peristiwa pembantaian aktivis Islam pada tahun 1982 yang menewaskan 40.000. kaum Muslimin. Kemudian Hafidz Assad adalah tokoh yang mencetuskan “The state Of Terorism” suatu Negara yang menyebarkan teror kepada rakyatnya sendiri untuk memperluas kekuasaanya. Hal ini pula yang pernah dicoba untuk diadopsi oleh soeharto, Presiden ke II RI, sehingga terjadi peristiwa pembantaian umat Islam dimana–mana, seperti pembantaian Tanjung Periuk dan peristiwa yang lainya yang pernah terjadi di Indonesia .

Selanjutnya Angga Dimas, relawan perawat yang pernah berperan di Suriah ini, memaparkan    peta politik yang terjadi di  Timur Tengah dengan menjelaskan bahwasanya ada hubungan gelap antara Rezim Bashar Assad dengan Zionis Israel, dan Iran yang mengkelabui umat Islam bahwasaya Iran dan Suriah benar-benar memusuhi zionis. Padahal mereka bermain di balik layar. Hal ini agar mengarahkan permusuhan umat Islam kepada zionis saja, agar hanya fokus ke konflik Palestina saja, dan menyurutkan semangat Jihad kaum Muslimin untuk berjihad di bumi Suriah.

Penyampaian materi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Maman Abdurrohman. Dalam penyampaianya beliau mengupas berbagai macam sekte Syi’ah khususnya berkaitan dengan Syi’ah Nusairiyah yang dianut oleh Rezim Basar Assad. Beliau banyak menghimbau kaum Muslimin, khusunya warga Bandung, untuk benar-benar memegang erat tali Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, agar terhindar dari pemahaman  Syiah dan para pelakunya, dimana Bandung adalah salah satu basis sekte sesat Syi’ah di Indonesia.

Alhamdulillah, acara diakhiri dengan dialog dan tanya jawab. Selain itu juga diadakan pemutaran video dan penggalangan dana. Antusias umat Islam kota Bandung terlihat dimana para mustami (pendengar) yang hadir cukup banyak hingga acara selesai, yakni adzan dzuhur.

Semoga acara Tabligh Akbar ; Aksi Solidaritas ini mendapat Ridho Allah SWT., serta dapat membuka mata, telinga, dan sanubari kaum Muslimin untuk  berjalan di atas manhaj dakwah tauhid wal Jihad. Allahu Akbar!

0 BUMI SYAM, PINTU GERBANG PERANG AKHIR ZAMAN

Sudah ada saudara kita yang telah menterjemahkan khutbah Syaikh al-Arifi ke dalam bahasa Indonesia. Khotbahnya yang membuat hati ini bergetar dan tergerak untuk berjihad melawan kafir Syi'ah pimpinan thaghut bashar assad laknatullah dan turut menolong saudara-saudara kita di Bumi Syam, Suriah.

Semoga Allah merahmati beliau dalam naungan dan pertolongan-Nya pada khutbah yang beliau sampaikan. amin

“Syam adalah bumi yang berbarokah yang diberkahi oleh Allah ta’ala tempat berkumpulnya umat ini seluruhnya yang tidak akan didapati keutamaan itu pada beberapa negeri-negeri lain sebagaimana keutamaan ada pada kota Makkah dan madinah, maka Syam pun demikian. Syam, bumi di mana manusia akan dihimpun di sana pada hari kiamat, Syam, bumi di mana kaum muslimin akan berperang dalam pertempuran terbesar yang sering disebut pertempuran dahsyat antara kaum muslimin dan musuh-musuhnya. Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda: “pada hari kiamat hari al-Malhamah Al-Kubra, ada sebuah basis milik kaum muslimin disebuah wilayah yang disebut al-Ghuwthah, di dalamnya ada kota yang disebut Damsyiq (Damaskus), itulah posisi terbaik kaum muslimin saat itu.

Keberuntungan bagi Syam! gembiralah wahai syam

Keberuntungan bagi Syam!

Keberuntungan bagi Syam!

Inilah sabda Sayyiduna Rosulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka para sahabat pun bertanya, “kenapa?” Rosulullah menjawab, “itu para malaikat Allah yang
membentangkan sayap-sayapnya di atas awan Syam.”

Tanya pada Syam hari ini, tentang Khalid bin Kholid, pahlawan yang gagah berani,

tanyakan pada debu-debu Homs, tentang agungnya pribadi Khalid bin Walid Radhiyallahu anhu.

Tanyakan pada Khalid yang berada di kuburnya, bila beliau melihat apa yang menimpa anak cucunya di sana, Bila beliau melihat apa yang terjadi pada anak-anak perempuan beliau di negerinya.negeri syam

Bagaimana perasaanmu, wahai Khalid, dan di Homs, ada kubur Khalid yang kau sentuh itu. Maka goncanglah kubur itu terhadap pengunjung karena marahnya.

Tanyakan pada Syam, tentang Ubadah ibnu Shaamith radhiyallahu anhu. Beliaulah yang telah mengajarkan Al Qur’an pada para sahabat.

Tanyakan pada Syam, tentang sang muadzin berpribadi luhur, yaitu Bilal ibnu Rabbah radhiyallahu anhu.

Tanyakan pada Syam, tentang lebih dari 900 orang sahabat. Mereka (sahabat) yang telah masuk di sana, atau yang pernah tinggal disana, atau yang pernah berperang di negeri itu atau yang telah dimakamkan di sana.

Wahai manusia!!! Saksikanlah!!! Hari ini anak-anak disembelih di Syam!!! Mereka itu anak-anak kita!!! Dan anak-anak perempuan diperkosa!!! Itu terjadi hari ini!!! Mereka anak cucu Khalid!!! Mereka anak cucu Ubadah, wanita keturunan Abu Umamah, mereka wanita keturunan Miqdad, keturunan Mu’adz bin Jabbal. Dan bahwa para pria yang sedang berperang di sana mereka itu anak cucu para pahlawan islam. Angkatlah panji kejayaan di atas bukitnya!!! Tempuhlah jalan kemuliaan di bawah awan langitnya!!! Inilah negeri Syam!!!derita suriah

Wahai kaumku,,,wajah sangar muncul, setelah tersingkap dari tabirnya!!! Demi Allah, Aku melihat sendiri bahwa singa-singa telah menata barisan di Damaskus dan gerbangnya. Wahai kaum muslimin…demi Allah, kita telah saksikan pada hari ini. Bahkan apa yang saksikan sejak 3 tahun ini atas kebrutalan rezim Suriah sungguh demi Allah, tak kuasa lisan menceritakannya. Tak tahan mata ini menyaksikannya. Seorang gadis remaja dilempar di tengah jalan ditelanjangi pakaiannya padahal ia dikenal sebagai muslimah yang sopan dan berhijab. 100 makhluk jahat menganiaya dan memperkosanya sedang orang-orang hanya bisa bersembunyi di balik tembok. Ketika salah seorang pria berusaha menolong malah ditembaki hendak dibunuh. Hingga pria itu pun terbunuh. Mereka menghujaninya dengan tembakan. Ditempat yang lain pria dipaksa berkata “laa ilaaha illa basyar” tapi ia menolak aqidahnya menolak, harga dirinya menolak, keimanannya menolak, nuraninya menolak, tauhidnya menolak. Mereka tetap menyiksanya, lalu mereka gali lubang dan menguburnya hidup-hidup, hingga tanah mencapai jenggotnya, mereka tetap memaksa katakan: laa ilaaha illaa basyar”. Tapi dia tetap menyeru: “Laa Ilaaha Illallaah” . karena dia paham siapakah Sang Raja. Siapakah Yang Maha Raja!!! Allah!!!

Siapakah Yang Maha Menolong!! “Allah” .
Siapakah Yang Maha Kuasa!!! “Allah”. Siapakah Yang Maha Kuat!!! “Allah”.telunjuk
Siapakah Yang Maha Perkasa!! Allah” .
Siapakah Yang Maha Membalas Kejahatan!!! “Allah”.
Siapakah Yang Berkuasa atas segalanya! “Allah”.
Siapakah Yang akan menolong saudara kita!! “Allah” .

Siapa Yang Maha Memiliki Selain Allah Jalla wa’alaa . Laa Ilaha Illallaah. Berbuat apa saja yang Dia kehendaki dan menghukum apa saja yang Dia inginkan. Laa ilaha illallaah. Engkaulah Yang Maha Merubah sesuai Keinginan-Mu.

Mereka masih saja menyembelih dan menyembelih. Dan tidaklah mereka beritakan tentang Baniyas, pada pengkhianat dan lainnya, kecuali mereka memberitakan apa yang benar-benar mereka alami kejadiannya. Saat itu anak-anak dikumpulkan, lalu disembelih dengan belati-belati dan orang yang di sekelilingnya telah disembelih diantara korban berumur 2 hingga 3 tahun dengan sayatan pisau. Apa yang sudah kita lakukan? Wanita-wanita diperkosa di hadapan anak-anaknya. Para pria disembelih, dipotong-potong di depan anak-anak dan istrinya. Demi Allah, inilah yang menimpa kalian. Ungkapan apalagi yang bisa gambarkan pemandangan ini. Kalian punya hak untuk marah ketika mendengar ini semuanya!!!

marahlah !!! marahlah!!! Marahlah!!! Sungguh Allah tidak mencipta suatu kaum untuk menjadi hina.

Marahlah!!! Sungguh bumi ini akan tunduk kepada orang-orang yang sedang marah.

Marahlah!!! sungguh jika hari ini saja kau tunduk, kau akan terus tunduk selama ribuan tahun.

Marahlah!!! Allah tidak ridho akan sikap menghinakan diri pada umat, padahal Rabb manusia lebih baik dari seluruh alam.

Marahlah!!! Jika dirimu yang ditemukan anak-anakmu di antara serpihan puing-puing bangunan dan kau dapati ibumu tertimpa reruntuhan dari berbagai arah dan kau saksikan saudarimu pertahankan kehormatannya dari orang-orang jahat.

Marahlah!!! Bila matamu gemetaran melihat para pemudi menolak semua kedzaliman orang-orang fasik.

Marahlah!!! Bila dihadapanmu terpajang foto anak-anak Homs yang mati kelaparan.

Marahlah!!! Bumi ini takkan lupa akan ringkikan kudanya meski lewat bertahun-tahun. masjid-di-suriah-hancur

Marahlah!!! Jangan hiraukan celoteh kaum banci penggembos jihad. Bumi ini akan bertekuk lutut, tunduk di bawah kaki para Syuhada.

Marahlah!!! Sungguh kemarahan ini akan menghidupkan bumi ini.

Marahlah!!! Jangan hiraukan siapapun yang mencelamu.

Jangan kau sembunyi dari hajat kaum muslimin. Dari kepentingan dan kebutuhan mereka. atau Allah pasti menolak segala hajatmu. Sungguh pisau belati yang digunakan untuk menyembelih anak-anak Suriah berada dijalan yang digunakan untuk memutus leher anak-anak kita. Jika bukan kita yang menolong mereka, sungguh kaum Shafawiyah itu sedang menonton penyembelihan kita dan penyembelihan anak-anak kita dan pemotongan jasad-jasad kita, mereka lakukan ini sebagai ritual dalam agamanya, yang mengharap pahala darinya. Dihadapan kita ada musuh-musuh jahat yang menyimpan dendam bekerjasama memerangi kita. Saudara kalian minta pertolongan kalian. Masjid-masjid pun menghiba pertolongan….menara masjid yang sebelumnya digunakan hanya untuk mentauhidkan Allah semata, kini terpasang di sana spanduk bertuliskan “yaa Husain” .

siapa yang gembira atas semua ini? Apakah kita akan memilih berdiam diri setelah kejadian ini? Wahai para pemilik harta. Sungguh pembebasan Syam, dan kemerdekaan Syam dari anak cucu keturunan Khalid bin Walid dan Ubadah. Mereka butuh pertolongan kalian, mereka berperang mewakili jihad kalian.

Aku bersumpah! Demi Allah!!! Andai Shafawiyun hari ini mendapat kemenangan dalam perang Suriah, dan berkuasa atas Syam, langkahSuriah-mujahidin_islampos_negeri-syam selanjutnya adalah negeri-negeri kaum muslimin. Di Mesir kemarin, yang telah berkumpul 100 ulama dan mujahidin. Berkumpul 100 ulama yang mewakili lebih dari 70 jama’ah dan organisasi. Mereka datang dari 50 negara yang hingga kini sedang membahas nasib Suriah. Dan semalam para ulama telah mengeluarkan putusan dan pengumuman bahwa wajibnya jihad fie Sabilillah!!! Tiada kejayaan bagi umat ini bila tanpa jihad.

Tiada kejayaan kecuali dengan jihad. Demi Allah, kita tak kan mampu mencabut kehinaan ini kecuali dengan jihad. Dan tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad, kecuali pasti akan hina. Lalu kaum kafir dan kehinaan selalu menunggangi tengkuknya.”

Translator: Arroji Afwa Rabbihi

0 Siapa Teroris Yang Sebenarnya

Siapa yang membantai 800.000 jiwa kaum muslim di PALESTINE hanya 3 (tiga) hari pada PERANG SALIB?

Siapa yang membantai 1.500.000 jiwa kaum muslim di SPANYOL pada inkuisisi oleh RATU ISABELLA III?

Siapa yang membantai 20 juta penduduk asli AUSTRALIA SUKU ABORIGIN untuk dirampas dan ditempati tanah mereka ??

Siapa yang membantai lebih dari 100 juta penduduk asli di AMERIKA UTARA SUKU INDIAN untuk dirampas dan ditempati tanah mereka ?

Siapa yang menjadikan 180 juta orang AFRIKA sebagai BUDAK dan 88% dari mereka MATI dan dilempar ke SAMUDERA ATLANTIK?

Siapa yang memulai PERANG DUNIA PERTAMA?

Siapa yang memulai PERANG DUNIA KEDUA?

Siapa yang menjatuhkan BOM ATOM di JEPANG dan menewaskan ribuan orang di HIROSHIMA dan NAGASAKI?

Siapa yang membantai 6 juta orang di CINA pada saat Invasi ke CINA?

Siapa yang membantai 2 (dua) juta orang di KAMBOJA selama Perang Saudara?

Siapa yang membunuh lebih dari 2 (dua) juta orang di FILIPINA selama invasi di Filipina?

Siapa yang membantai lebih dari setengah juta orang TIBET selama 6 dekade terakhir?

Siapa yang membantai lebih dari 2 juta orang di VIETNAM selama PERANG VIETNAM?

Siapa yang menjatuhkan BOM KIMIA dan BIOLOGIS pada bangsa VIETNAM?

Siapa yang menjual bom paling canggih dan mesin-mesin terbaik untuk membunuh jutaan manusia di dunia?

Siapa yang membunuh ratusan orang kulit hitam di Amerika dan tidak menganggap mereka sebagai manusia sampai 1960-an ?

Siapa supremasi kulit putih?

Siapa yang tidak menganggap perempuan sebagai manusia sampai tahun 1940-an ?

Dan masih banyak kekejian, kebiadaban dan pemusnahan massal yang tercatat dalam sejarah manusia bahkan sampai detik ini...

APAKAH KAUM MUSLIM YANG MELAKUKAN SEMUA ITU ???!!!

BUKAN...! BUKAN KAUM MUSLIMIN!!!

Lalu mengapa jika ada kaum KAFIR SALIBIS atau KAFIR PENYEMBAH KUBURAN, HEWAN dan PATUNG yang melakukan PEMBANTAIAN dan PEMBUNUHAN kalian malah sebut mereka melakukan "PEMBELAAN DIRI"???

Tapi jika ada seorang Muslim melawan atas tindakan barbar kaum KAFIR, maka kalian men capnya SEBAGAI TERORIS ??!!!

Kalian menginginkan kami seperti seekor KAMBING agar diam saja ketika KALIAN MENGGOROK LEHER-LEHER KAMI, ketika kami meronta dan melawan maka seenaknya kalian sebut kami TERRORIS!

Nama itulah yang kalian sematkan pada saudara-saudara kami di Suriah, Palestina, Irak, Afghanistan, Chechnya, Bosnia, Somalia, Bangladesh, Patani, Moro, Uighur, Mali, Poso, Ambon, dll.

Kalian sengaja sematkan pada kami nama tersebut lewat media-media kafir sekuler yang kalian miliki, kalian tutup-tutupi kekejaman kaum KAFIR dan kalian putar balikan KENYATAAN dengan KEBOHONGAN!

Hanya orang-orang bodoh dan dungu saja yang percaya kepada kalian...

JADI SIAPA TERORIS YANG SEBENARNYA?

1."Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." (QS. Al Maidah : 54)

2. Amerika Dan Eropa Akan Segera Menyadai Mekanisme Sistem Mahdi (Harun Yahya)

0 Tabligh Akbar Zikir, Jihad Vs Terorisme : Siapa Teroris Sebenarnya?

Pada tanggal 5 Desember 2009 di Masjid Al Munawwarah digelar Tabligh Akbar bertema : Zikir, Jiihad vs Terorisme. Dalam acara yang dibanjiri kaum Muslimin dari berbagai tempat ini hadir Ustadz Abu M. Jibriel Abdul Rahman dan Ustadz Muhammad Arifin Ilham. Bangsa ini berhutang banyak dengan kata jihad dan pekikan Allahu Akbar, begitu ungkap Ustadz Arifin Ilham dalam inti ceramahnya. Sementara itu Ustadz Abu Jibriel dalam paparannya menjelaskan bahwa teror dan terorisme versi hukum internasional (PBB yang mewakili kepentingan Amerika dan negara-negara adi daya lainnya) adalah perang terhadap Islam, dan umat Islam!

Hubungan Zikir Dengan Jihad

Adakah kaitan antara zikir dan jihad? Ustadz Abu M Jibriel yang berkesempatan tampil pertama dalam acara Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Majelis Ilmu Ar Royyyan menjelaskan bahwa zikir yang tidak membuahkan jihad akan hampa dan kosong. Sedangkan jihad yang tidak disertai dengan zikir maka akan jauh dari kemenangan dan kejayaan. Beliau mengutip firman Allah SWT :

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (QS. Al Anfal : 45)

Jihad fie sabilillah merupakan puncak amal Islam yang paling tinggi. Tetapi ketinggian ini tidak pernah bisa dipisahkan dengan dzikrullah, karena dzikrullah menjadi inti dan ruhul 'amali Islam termasuk jihad fie sabilillah.

Ustadz M Jibriel dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan bahwa ketinggian derajat suatu amal terkait dengan jenis amal itu sendiri, dan nilai lebih akan diraih padanya terkait juga dimanakah tempat melakukan amal tersebut. Sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits-hadits, bahwa shalat di masjidil Haram lebih tinggi derajatnya 100 ribu kali di tempat yang lain dan jika shalat dilaksanakan di medan jihad, maka akan mencapai 2 juta shalat dibandingkan di tempat lain. Demikian pula amalah dzikrullah, jika seorang mujahid berzikir di medan jihad, pahalanya digandakan menjadi 70 ribu kali.

Rasulullah SAW bersabda :

"Berbahagialah bagi orang yang banyak menyebut (nama) Allah dalam jihad, karena sesungguhnya ia memperoleh dengan satu kata (yang ia ucapkan) tujuh puluh ribu hasanan, dan setiap satu hasanan dari padanya ia mendapat sepuluh kali lipat yang semisal dari sisi Allah sebagai tambahan." (HR. Thabrani dan Hamim)

Ustadz Abu M Jibriel juga menceritakan sebuah kisah yang menarik dari hadits Rasulullah SAW perihal keutamaan berjihad. Abu Hurairah r.a. berkata :

"Ada seorang sahabat Rasulullah SAW., melewati bukit yang disana terdapat mata air yang segar, maka itu menarik perhatiannya dan membuatnya takjub, lantas ia berkata : 'Andaikan aku mengasingkan diri dari manusia dan menetap disini, akan tetapi tidak akan aku lakukan sampai aku meminta izin kepada Rasulullah SAW."

Lalu ia pergi menghadap Rasulullah, dan menceritakan hal itu. Kemudian Beliau bersabda :

"Jangan engkau lakukan, karena sesungguhnya keberadaan seseorang di antara kalian dalam jihad fie sabilillah adalah lebih utama daripada sholatnya di rumahnya selama 70 tahun. Tidakkah kalian suka, Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga ? berperanglah kalian jalan Allah! Barangsiapa yang berperang di jalan Allah sekedar waktu orang memerah susu onta, maka wajib baginya masuk surga." (HR. At Tirmidzi 1584, dan Al Hamim, hadits Hasan Shahih)

Ustad Abu Jibriel juga mengutip hadits lainnya, yakni :

"Tiada seorang yang masuk surga ingin kembali lagi ke dunia, meski ia memiliki seluruh kekayaan yang ada di muka bumi, kecuali orang yang mati syahid, ia berangan-angan bisa kembali ke dunia kemudian terbunuh dalam jihad hingga sepuluh kali, lantaran apa yang dilihatnya dari kemuliaan yang diberikan padanya." Dalam riwayat lain dikatakan:lantaran apa yang dilihatnya dari keutamaan syahadah (mati syahid)." (HR. Bukhari 2606, Muslim 3489, At Tirmidzi 1585, Ahmad 12309, 13417)

Akhirnya, Ustadz Abu Jibriel menyimpulkan bahwa kaitan antara jihad dan zikir sangatlah erat bagaikan ruh dan jasad. Dengan demikian, memisahkan salah satunya berarti menghilangkan kesempurnaan peranannya.

Sementara itu, Ustadz Arifin Ilham yang tampil kedua, mengawali ceramahnya dengan lantunan zikir yang biasa Beliau lakukan. Menurut Beliau, zikir dan jihad adalah inti sari bahkan puncak tertinggi ajaran Dienul Islam. Musuh-musuh Islam dengan sengaja membuat provokasi menampilkan ajaran jihad sebagai simbol ajaran kekerasan dan menjadikannya sebagai isu terorisme agar kaum Muslimin menjauhi dan membencinya.

Jihad dan zikir adalah dua hal yang dapat dibedakan tapi tak dapat dipisahkan, begitu lanjutnya. Tentu ketika Mujahidin berzikir dengan lafadz "Allahu Akbar" merontokkan mental musuh dan membuat ketakutan yang luar biasa pada hati musuh-musuh Allah. Beliau mengutip firman Allah SWT :

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), Maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (QS. Al Anfal : 45)

Ustadz Arifin Ilham juga menegaskan bahwa bangsa ini berhutang banyak dengan kata jihad dan pekikan Allahu Akbar, Surabaya berubah menjadi lautan api dengan pekikan takbir Allahu Akbar-nya Bung Tomo yang histeris yang membakar semangat pengorbanan jihad di jalan Allah, para pejuang kemerdekaan bangsa ini juga memiliki simbol 'Hidup Mulia atau Mati Syahid' karena memang mereka sebelumnya adalah para santri, sebut saja Jenderal Soedirman yang terkenal itu.

Siapa Teroris Sebenarnya ?

Dalam lanjutan ceramahnya, Ustadz Abu Jibriel menegaskan bahwa istilah atau kata terorisme telah dipergunakan oleh Amerika sebagai instrumen kebijakan standar untuk memukul atau menindas lawan-lawannya dari kalangan Islam. Perang melawan terorisme telah menjadi teror baru bagi masyarakat, khususnya kaum Muslimin yang berdakwah dan bercita-cita menegakkan dan menjalankan syariat secara kaafah.

Adapun Ustadz Arifin Ilham menegaskan tidak ada kaitannya kata jihad dengan terorisme. Menurut Beliau, perlu direnungkan bersama bahwa pidana terorisme bisa saja dilakukan institusi resmi atau negara atau yang dikenal dengan istilah terorisme negara (state terorism).

Ungkapan di atas diperkuat oleh paparan dari Ustadz Abu Jibriel bahwa teror oleh negara selama ini telah dilakukan oleh Amerika. Menurut Ustadz Abu Jibriel terlalu banyak dan panjang catatan peristiwa sejarah Amerika yang dapat membuktikan bahwa Amerika adalah teroris sejati (The Real Terrorist). Amerika dengan dukungan sekutunya NATO, berhasil menekan PBB untuk mengembargo Irak, pasca Perang Teluk Kedua (1991). Kaum Muslimin menjadi korban, tidak kurang 1,5 juta orang meninggal. Belum lagi mereka yang cacat dibombardir tentara multinasional dalam Perang Teluk Kedua ini.

Contoh serupa terjadi di negeri-negeri kaum Muslimin lainnya, seperti Afghanistan, dan Pakistan. Bahkan contoh kasus negeri Muslim Palestina yang dijajah sejak tahun 1948 oleh Israel atas restu Amerika dan sekutunya, lebih menunjukkan lagi bahwa Amerika benar-benar teroris sejati. Serangkaian teror yang dilakukan agresor Israel atas kaum Muslimin Palestina tidak pernah mendapatkan sanksi. Tentu saja karena Israel dibesarkan dan dibela oleh Amerika. Setiap tahun, Amerika memberikan bantuan ekonomi kepada Israel tak kurang dari $ 3 Miliar dolar USA. Ini belum terhitung bantuan militer yang dipergunakan untuk melakukan politik terornya kepada bangsa Muslim Palestina yang tak bersenjata.

Akhirnya, dalam penutup ceramahnya, Ustadz Abu Jibriel menyimpulkan bahwa teror dan terorisme versi hukum internasional (PBB yang mewakili kepentingan Amerika dan negara-negara adidaya lainnya) adalah perang terhadap Islam dan umat Islam, terutama umat Islam yang ingin hidup di dunia ini dengan merdeka penuh, bertauhid, dan membela orang bertauhid, serta ingin menjalankan Islam secara kaafah.

Ustad Arifin Ilham dalam penutupnya juga menegaskan bahwa musuh-musuh Islam memang sengaja memprovokasi menampilkan jihad dengan terorisme agar kaum Muslimin menjauhi dan membencinya. Beliau berpesan, jangan pernah takut dicela, dicacimaki hanya gara-gara menegakkan Islam, menampilkan kebenaran yakinlah akan janji Allah dalam firman-Nya :

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." (QS. Al Maidah : 54)

Wallahu'alam bis Showab!

sumber :www.arrahmah.com

Rabu, 21 Agustus 2013

0 Amerika Dan Eropa Akan Segera Menyadai Mekanisme Sistem Mahdi

Harun Yahya - Mereka takut dalam menghadapi fundamentalis Islam dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka baru saja mulai belajar bahwa sistem Mahdi akan menjadi solusi. Mereka baru saja mulai belajar bahwa Islam para sahabat akan menjadi solusi. Semoga Tuhan melarang, mereka menganggap Islam sebagai menakutkan, sebagai sistem mengerikan seperti sistem antikristus.

Mereka bertanya-tanya apa yang harus dilakukan untuk menghindari bencana itu. Mereka baru saja belajar tentang Islam dari para sahabat. Freemasonry telah kagum untuk mempelajarinya. Para Templar telah kagum untuk mempelajarinya. Eropa hanya belajar tentang hal itu sekarang. Mereka berdua senang dan kagum. Jadi Eropa akan segera mendukung sistem Mahdi dengan segala dayanya. Karena tidak ada solusi lain. Amerika juga akan mendukung sistem Mahdi dengan segala dayanya. Israel mendukung sekarang. 

Anggota terkemuka negara Israel telah mengatakan bahwa jika persatuan Islam datang sekitar, mereka akan sepenuhnya mendukung. Mereka mengatakan mereka ingin Uni Islam Turki. Mereka mengatakan sistem ini akan membawa perdamaian ke seluruh dunia. Tapi jika ekstrimisme pecah di Mesir, maka mereka akan menghancurkan Mesir. Karena di mana Anda memiliki fundamentalisme, tempat seperti ini cocok untuk umat Islam jatuh keluar dengan satu sama lain. Dengan tidak perlu untuk intervensi eksternal sama sekali. Kemudian ekstrimis semua jatuh keluar dengan satu sama lain. Ekstrimis tidak memiliki kesadaran atau logika. Karena mereka kejam, sistem mereka didasarkan pada kebencian. Mereka hanya ingin ditampilkan seseorang untuk membenci. Berikut adalah Wahhabi untuk Anda, Anda katakan, dan mereka mengatakan mereka akan membunuhnya segera. Berikut adalah Syiah untuk Anda, Anda katakan, dan mereka mengatakan mereka akan membunuhnya segera. Berikut adalah Sunni untuk Anda, Anda katakan, dan mereka mengatakan mereka akan membunuhnya segera. Ketika Anda menunjukkan kepada mereka seorang Kristen mereka sudah percaya bahwa mereka harus memotong dia untuk bit. Mereka menganggap Yahudi sebagai setan. Mereka menganggap membunuh orang Yahudi dengan membunuh setan. Orang dengan jenis logika dapat melakukan segala jenis kemaksiatan.

Ketika ada gambar fundamentalisme di Turki, ketika ada oposisi terhadap Israel, orang-orang di Mesir kemudian bersuka cita. Kita tidak harus menaikkan isu-isu yang tidak perlu. Sebagai contoh, saya berbicara tentang Mavi Marmara insiden untuk tamu yang datang ke sini dan mengatakan bahwa Israel harus meminta maaf. Kami berbicara di sini. 

Mereka mengatakan mereka tidak bisa meminta maaf, tapi aku bersikeras. Saya mengatakan kepada mereka itu tidak akan mencemarkan atau mempermalukan mereka. Mereka kembali dan berbicara kepada pemerintah. Kemudian mereka mengubah posisi mereka dan mengatakan mereka akan meminta maaf. Aku berbicara kepada mereka tentang membayar kompensasi. Aku bahkan mengatakan berapa banyak. Tapi mereka juga mengalahkan tentang semak duri itu. Mereka harus membayar kompensasi, bahkan hanya sedikit, segera. subjek Mereka juga meningkat. 

Ada kebuntuan yang tidak perlu. Israel dan Turki harus bergandengan tangan dan mengikuti kebijakan yang penuh kasih dan rasional. Israel melakukan tindakan panik, takut. Hal ini tidak menggunakan tenaga seimbang. Turki perlu menjelaskan bahwa hal itu bisa tenang saudara-saudara Muslim kita di Palestina, dan bahwa hal itu dapat menjamin keamanan Israel. Sebagai imbalannya, ia harus meminta mereka untuk membunuh dengan penindasan mereka dan pos pemeriksaan polisi. Turki harus mengatakan, "Saya penjamin." Saya berbicara dengan Israel di sini. "Kami akan setuju ke Turki menjadi penjamin," kata mereka. Mereka mengatakan mereka akan setuju untuk itu, dan mereka akan membuka perbatasan jika Turki memberikan jaminan. Ini akan menjadi hal yang mulia bagi Turki untuk memberikan jaminan.

Kita juga harus merangkul orang-orang Kristen. Semua Eropa dan Amerika adalah orang Kristen. Hal ini sangat salah untuk mengabaikan keberadaan miliaran Kristen. Sama halnya dengan orang Yahudi. Ada ratusan ayat-ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang orang-orang Yahudi. Ini adalah pelanggaran hati nurani yang baik untuk menyangkal keberadaan mereka atau mencoba untuk menghancurkan mereka. Itu adalah posisi yang mengerikan bagi seorang Muslim. Mereka berteriak, "Kami akan berubah di mana-mana menjadi Khaybar lain [pertempuran Khaybar] dan menghancurkannya." Saudaraku, Anda dapat memiliki kedamaian dalam jenis iklim? Dunia Kristen tidak akan mengizinkan Israel dihapus dari dunia di depan mata mereka. Orang lain dari hati nurani yang baik akan berpikir dengan cara yang sama. Jadi Muslim yang berakhir penderitaan.

Beberapa orang yang berpikiran lemah menyarankan hal semacam itu, dan seluruh dunia Muslim yang didera oleh produktivitas yang buruk, perselisihan dan sakit.

Tidak perlu untuk memperpanjang masalah ini. Mari kita berteman dengan Israel dan Kristen. Mari kita mengadopsi pendekatan penuh kasih. Negara-negara Islam harus bersatu dalam arti sekuler. Mari kita membangun Persatuan Islam. Saya mendukung Yahudi Ortodoks hidup dengan keyakinan ortodoks mereka. Mereka adalah orang yang sangat manis. Kita bisa memberi nasihat, tapi kami tidak harus menyakiti mereka. Biarkan mereka hidup dalam kebebasan. Sama dengan Muslim ortodoks. Biarkan mereka hidup bebas dengan cara itu jika yang membuat mereka senang, asalkan mereka tidak merugikan orang lain. Orang-orang yang berwarna-warni. Kita harus membiarkan orang-orang Yahudi Ortodoks tinggal di Yerusalem dan Libanon dan dimanapun mereka inginkan. Ini adalah dosa terhadap tekanan mereka. Mereka menangis dan menderita sangat sangat. Biarkan mereka hidup dalam damai.

Komunitas Mahmut Effendi adalah salah satu yang ortodoks. Itulah yang membuat mereka bahagia, jadi biarkan mereka hidup seperti itu. Biarkan mereka hidup dengan semua keyakinan mereka. Mengapa menekan mereka?
Tetapi sistem Mahdi harus memerintah. Harus ada sistem Mahdi yang berbicara tentang cinta, kasih sayang dan kasih sayang.

Kutipan video Percakapan Adnan Oktar pada A9TV tanggal 02 Agustus, 2013

Teks Asli :

AMERICA AND EUROPE WILL SOON RECOGNIZE THE SYSTEM OF THE MAHDI

They are terrified in the face of fundamentalist Islam and have no idea what to do. They have only just begun learning that the system of the Mahdi will be the solution. They have only just begun learning that the Islam of the Companions will be the solution. May God forbid, they regard Islam as terrifying, as a nightmarish system like the system of the antichrist. They are wondering what to do to escape that scourge. They have only just learned about the Islam of the Companions. Freemasonry has been amazed to learn it. The Templars have been amazed to learn it. Europe is only learning about it now. They are both delighted and amazed. So Europe will soon support the system of the Mahdi with all its might. Because there is no other solution. America will also support the system of the Mahdi with all its might. Israel is supporting it now. Leading members of the state of Israel have said that if Islamic unity comes about, they will fully support it. They said they want Turkish-Islamic Union. They say this system will bring peace to the whole world. But if extremism breaks out in Egypt, then they will crush Egypt. Because where you have fundamentalism, such a place is ideally suited for Muslims to fall out with one another. With no need for external intervention at all. Then the extremists all fall out with one another. Extremists have no consciousness or logic. Since they are ruthless, their systems are based on hatred. They just want to be shown someone to hate. Here is a Wahhabi for you, you say, and they say they will kill him right away. Here is a Shiite for you, you say, and they say they will kill him right away. Here is a Sunni for you, you say, and they say they will kill him right away. When you show them a Christian they already believe they should cut him to bits. They regard Jews as satan. They regard killing Jews as killing satan. People with that kind of logic can commit any kind of immorality.

When there is an image of fundamentalism in Turkey, when there is opposition to Israel, people in Egypt then rejoice. We must not escalate unnecessary issues. For example, I spoke about the Mavi Marmara incident to guests who came here and said that Israel should apologize. We spoke here. They said they could not apologize, but I insisted. I told them it would not dishonor or embarrass them. They went back and spoke to the government. Then they changed their position and said they would apologize. I spoke to them about paying compensation. I even said how much. But they also beat about the bush on that. They should have paid some compensation, even just a little, right away. They also escalated the subject. There was an unnecessary deadlock. Israel and Turkey should be hand in hand and follow a loving and rational policy. Israel is carrying out panicky actions, out of fear. It is not using balanced power. Turkey needs to explain that it can calm down our Muslim brothers in Palestine, and that it can ensure the security of Israel. In return, it must ask them to do away with their oppression and police checkpoints. Turkey must say, “I am a guarantor.” I spoke to Israelis right here. “We will agree to Turkey being a guarantor,” they said. They said they would agree to that, and they would open the borders if Turkey gives guarantees. It would be a glorious thing for Turkey to give guarantees.


We must also embrace Christians. All of Europe and America are Christian. It is very wrong to ignore the existence of billions of Christians. The same with Jews. There are hundreds of verses of the Qur’an that talk about Jews. It is a breach of good conscience to deny their existence or try to destroy them. That is a terrifying position for a Muslim. They shout out, “We will turn everywhere into another Khaybar [the battle of Khaybar] and destroy it.” My brother, can you have peace in that kind of climate? The Christian world will not permit Israel to be wiped from the world before its very eyes. Other people of good conscience will think in the same way. So it is Muslims who end up suffering.


A few weak minded people suggest that kind of thing, and the whole Muslim world is wracked by poor productivity, strife and pain.

There is no need to prolong these issues. Let us be friends with Israel and Christians. Let us adopt a loving approach. Islamic countries must unite in a secular sense. Let us establish Islamic Unity. I favor Orthodox Jews living by their orthodox beliefs. They are very sweet people. We can give them advice, but we must not harm them. Let them live in freedom. The same with orthodox Muslims. Let them live freely in that way if that makes them happy, so long as they do not harm anyone else. These people are colorful. We must let Orthodox Jews live in Jerusalem and Lebanon and wherever they wish. It is a sin to distress them. They are weeping and suffering very terribly. Let them live in peace.

Mahmut Effendi’s community is an orthodox one. That is what makes them happy, so let them live like that. Let them live by all their beliefs. Why pressurize them?

But the system of the Mahdi must rule. There must be a system of the Mahdi that talks about love, affection and compassion.

Excerpt from Mr. Adnan Oktar's Live Conversation on A9TV dated August 02nd, 2013


 

Resensi Akhir Zaman • All Rights Reserved