Kamis, 27 Maret 2014

0 Apakah Partai Keadilan dan Pembangunan di Turki, Islamis atau Liberalis?

Menurut para pengamat politik yang mengikuti perkembangan peta politik di Turki, ancaman kelompok Islamis terhadap sistem sekularisme negara Turki sudah muncul secara signifikan sejak era tahun 1970-an.

Namun ketegangan antara kelompok sekuler dengan Islamis di Turki baru mencapai puncaknya sejak Partai AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) di Turki menjadi partai berkuasa yang mengantarkan Recep Tayyeb Erdogan sebagai perdana menteri dan Abdullah Gul sebagai presiden Turki.

Di bawah pemerintahan AKP, sejarah politik Turki mengalami masa yang paling gemilang serta menarik. Di satu sisi, kelompok elit mengakui dinamisasi kebijakan domestik dan luar negeri di bawah pemerintahan AKP. Di sisi lain, banyak kelompok Muslim di Turki yang masih penuh dengan tanda tanya dengan identitas AKP. Mereka masih mempertanyakan apakah AKP partai Islam atau Partai Liberalisme?

AKP sendiri menyatakan bahwa mereka adalah partai konservatif yang demokratis, tapi latar belakang Islam jajaran pemimpin AKP dan penekanan partai itu pada nilai-nilai Islam, tetap menimbulkan tanda tanya besar sebagian besar orang di Turki


Lahirnya AKP

Peristiwa kudeta di Turki pada bulan Februari 1997 yang berbuntut pada dibubarkannya Partai Fazilet yang dipimpin oleh tokoh Islamis Necmeddin Erbakan, menjadi cikal bakal lahirnya AKP. Ketika itu, dua tokoh Partai Fazilet, Recep Tayyep Erdogan dan Abdullah Gul menyatakan memisahkan diri dari gerakan Islam yang dipimpin Erbakan dan membentuk AKP pada 14 Agustus 2001.

Banyak spekulasi yang bermunculan atas pemisahan diri kedua tokoh dari partai Erbakan, salah satunya adalah, karena alasan ideologi. Menurut pengamat Soner Cagaptay, AKP memiliki akar yang kuat dalam gerakan-gerakan kelompok Islamis di Turki, termasuk Partai Kesejahteraan yang menjadi pelopor gerakan Islamisme di Turki.

"Para pendiri AKP, termasuk ketua partainya, Recep Tayyeb Erdogan yang sekarang menjadi perdana menteri, banyak menimba ilmu dari Partai Kesejahteraan, yang secara eksplisit menyatakan sebagai partai Islam yang bersikap keras terhadap Barat, anti-Semit, antidemokrasi dan anti terhadap elemen-elemen sekularisme," kata Cagaptay.

"Erdogan dan teman-temannya belajar dari pengalaman partai tersebut, terutama saat partai dibubarkan, bahwa kelompok Islamis Turki sebaiknya membenahi diri mereka agar sukses. Pada saat yang tepat, Erdogan memciptakan kembali sebuah partai yang lebih pro-Amerika, pro-Uni Eropa, reformis sekaligus kapitalis," sambung Cagaptay.

Analisis berbeda tentang penyebab pecahnya Erbakan dan Erdogan disampaikan pengamat politik Ozan Örmeci. Ia mengemukakan konsep Daniel Brumberg yang membagi tipe Islamisme dalam tiga katagori, yaitu; radikal atau militan fundamentalis, reformis fundamentalis dan strategis modernisme atau Islam liberal.

Partai yang berbasis radikal fundamentalis tujuannya mengubah sistem sebuah negara dengan menggunakan kekuatan atau kekerasan, untuk membentuk sebuah pemerintahan yang berdasarkan pada hukum Islam.

Partai yang berbasis reformis fundamentalis hampir sama, tujuan akhir mereka adalah membangun sebuah negara berdasarkan hukum Islam. Bedanya, partai ini menerapkan kebijakan-kebijakan yang moderat dan menolak cara kekerasan. Mereka bersedia ikut pemilu untuk menggalang dukungan, dengan target memenangkan pemilu agar bisa melaksanakan agenda tersembunyi mereka.

Sementara partai yang berbasis Islam liberal–partai semacam itu agak langka di Timur Tengah–berusaha menerapkan kebebasan beragama dalam lingkungan demokratis yang seluas-luasnya. Berbeda dengan dua katagori di atas, kelompok Islam liberal tujuannya bukan untuk membentuk negara Islam. Kelompok ini justru ingin membentuk sebuah negara berdasarkan konsep sekularisme.

Melihat perbedaan preferensi dua katagori pertama, juga tidak bisa disimpulkan adanya pemisahan yang sederhana. Prosesnya pemisahannya harus dicermati sejalan dengan perubahan sistem secara global. Di Turki, setiap kekuatan politik Islam berkuasa, akan diikuti kemunculan kelompok-kelompok Islam liberal.

Menurut Ozan Örmeci, dalam beberapa periode belakangan ini, AKP justru sukse "meliberalkan" beberapa kelompok radikal di Turki. "Jadi, ketika kita ingin menjelaskan posisi AKP, kita harus fokus pada dinamisasi partai itu," kata Örmeci.

Pandangan serupa disampaikan pengamat politik Seyfeddin Kara. "Program-program resmi AKP dan ideologinya tidak jauh berbeda dengan platform banyak partai politik di Barat. AKP setia pada ‘demokratisasi’ dan konsep masyarakat sipil, aturan hukum, hak-hak kebebasan yang fundamental, dan kebijakan ekonomi liberal."

"Program partai AKP tidak ada yang merujuk pada Islam atau Muslim, dan tak satu pun kebijakan partai yang memiliki wacana keislaman. Bahkan pemimpin partai, Recep Tayyeb Erdogan, yang dikenal dengan latar belakang keislamannya, sejauh ini tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang mengindikasikan agenda-agenda Islami partainya. Tapi oleh para analis Barat, partai ini tetap dipandang sebagai partai islamis," tukas Kara.

Pertanyaannya sekarang, sejauh mana kemungkinan untuk menyematkan status partai Islam pada AKP?


Agenda AKP

Seperti yang dikatakan Ozan Örmeci, AKP telah berusaha untuk membawa moralitas, integritas dan demokrasi ke garis depan politik, dan untuk menyatukan nilai-nilai atas dasar sistem religius dengan visi sekularisme, Turki bergerak maju ke arah Westernisasi bahkan mengejar keanggotaan penuh di Uni Eropa. Perdana Menteri Erdogan berusaha keras untuk memperkuat hubungannya dengan Barat.

"Berlawanan dengan stereotip demikian luas, AKP nyaris tak sesuai dengan citra sebuah Partai Muslim. Mungkin Demokrat, tapi lebih sebagai partai yang menampilkan citra sebagai partai moderat pemersatu yang mendapat dukungan dari semua segmen masyarakat di Turki.

Perdana menteri dan pemimpin AKP, Erdogan, menolak berbagai deskripsi dan berulang kali menyatakan bahwa pihaknya mendukung rezim liberal berdasarkan laisisme (konsep filosofis yang tidak menanyakan bagaimana kebebasan yang bertentangan dapat hidup berdampingan dalam sebuah masyarakat.

Laisisme adalah pembangunan sebuah ruang yang memungkinkan setiap orang menikmati kebebasan berpendapat-red)," jelas Örmeci. Ia melanjutkan, " Banyak pejabat AKP yang juga membantah keterikatan mereka dengan partai-partai Islam sebelumnya dalam sejarah Turki. Mereka menyebut Partai Keadilan dan Pembangunan sebagai partai konservatif demokratik. "

Pengamat politik lainnya, Bulat Akhmetkarimov mengatakan, "Melihat wacana dan kinerja AKP, Partai Keadilan dan Pembangunan tidak bisa dipandang partai Islam, bahkan sebagai partai Islam yang lunak sekalipun.

Sebaliknya, AKP tampaknya menjadi partai yang bertujuan ingin melestarikan nilai-nilai budaya tradisional dan mengadvokasi prinsip-prinsip liberal dalam politik … Bertentangan dengan tuduhan banyak pihak, AKP tidak pernah berupaya untuk menerapkan atau bahkan membahas kemungkinan mengadopsi hukum Syariah. "

Jadi jika dilihat dari agenda partai, AKP sebenarnya memiliki agenda yang sangat liberal. Meskipun Erdogan menyerukan hak berjilbab bagi mahasiswi, tapi ia menyerukan hak ini dalam standar Uni Eropa.

Walaupun kelihatannya banyak masalah telah dipecahkan, yang memuaskan kaum Muslimin, sebenarnya, itu tidak berasal dari agenda Islami AKP. Sebaliknya, AKP mengevaluasi isu-isu ini dalam konteks kebebasan sipil dalam hubungannya dengan Uni Eropa.

Yang menarik, meskipun banyak kelompok lawan, baik Muslim maupun kelompok kiri, tetap berada di luar garis Periode Tanah Air di era tahun ’90-an, hari ini, mereka ikut aktif dari proses ini.

Jadi, periode yang sedang berlangsung sekarang sangat menarik untuk dipertanyakan. Kalangan sekuler mengatakan bahwa AKP adalah agen transformasi bagi komunitas Muslim secara global, dari sebuah partai berbasis budaya-agama menjadi partai berbasis agama-politik.

Ketika kita melihat agenda AKP lebih mendalam, kita akan menemukan dua hal; yang pertama adalah kebijakan ekonomi, dan yang kedua tentang hak-hak sipil.

AKP lahir di tengah-tengah krisis ekonomi Turki yang membawa negara ke jurang kebangkrutan, tetapi AKP mencoba memecahkan masalah ini dengan melakukan reformasi ekonomi yang berani dan melakukan pendekatan ekonomi pasar liberal.

Di sisi lain, di bawah pemerintahan AKP, kebebasan sipil dan kebebasan berekspresi di Turki makin membaik.

Sekali lagi, seperti yang dikatakan Seyfeddin Kara, "AKP secara signifikan juga mampu melawan pengaruh pihak militer, yang sebelumnya memegang kekuasaan yang besar dalam urusan politik dan pernah empat kali melakukan kudeta."

Tapi, ketika gambaran itu dievaluasi kembali, akan terlihat bahwa itu semua merupakan reformasi liberal, bukan reformasi Islam. Hal inilah yang harus dipertimbangkan lebih jauh.


Kritik Elit Sekuler

Sepak terjang AKP di arena politik membuat tidak nyaman para elit sekuler di Turki. Menurut mereka, tindakan politik AKP bertujuan untuk mengubah rezim yang didirikan oleh Mustafa Kemal Ataturk.

"Sejak para sultan mulai melakukan westernisasi Kekaisaran Turki Ustmani pada era 1770-an, Mustafa Kemal Ataturk melanjutkan reformasi itu dan menjadikan Turki sebuah republik sekuler di tahun 1920-an, dan partai-partai politik dalam sistem demokrasi Turki pada abad kedua puluh memainkan peranannya bersama dengan Barat, Turki mengambil sikap pro-Barat dalam kebijakan luar negerinya, menerapkan demokrasi sekuler di dalam negerinya, dan melangkah menuju Uni Eropa (UE). "Tapi, hari ini, situasinya berubah," kata Cagaptay.

Mengacu pada survei yang dilakukan TESEV baru-baru ini, menunjukkan bahwa jumlah orang yang menyatakan diri mereka sebagai Muslim meningkat 10 persen antara tahun 2002 dan 2007, dan hampir setengah dari mereka yang disurvei menyebut diri mereka Islamis. Atas hasil survei itu, kelompok sekuler mengajukan pertanyaan: mau kemana Turki dibawah kekuasaan AKP, dan apa pelajaran yang dapat ditarik dari pengalaman AKP?

Ada kesepakatan antara semua kelompok bahwa "pertama, AKP akan mengedepankan reformasi, probisnis dan prokebijakan Uni Eropa setelah berkuasa." Tapi, menurut Soner Cagaptay, "Begitu transformasi partai menjadi sesuatu yang sinis, AKP akan mulai melemahkan nilai-nilai libeal yang seharusnya ia tegakkan. Sebagai contoh, ia mulai menyewa birokrat dari kelompok eksklusif aliran religius konservatif."

Kelompok sekuler mengkritik bahwa AKP ingin membentuk agenda dan rezim sendiri. Sebagai contoh untuk argumen ini, mereka menyinggung tentang elit baru AKP. "AKP telah menjadi elit baru Turki yang bertanggung jawab secara politik, ekonomi, dan sosial. Partai ini didukung oleh komunitas bisnis yang sedang berkembang, yang memelihara kepentingannya dengan melakukan kontrak dengan pemerintah," kata Soner Cagaptay.

"Sebagai elit baru, AKP membentuk masyarakat Turki berdasarkan citranya sendiri, mempromosikan praktek ortopraksi melalui kebijakan pemerintah, dengan demikian, bukan religiusitas yang meningkat di Turki–seperti makin banyaknya jumlah orang yang salat ke masjid–melainkan sebuah pemerintahan yang sosial konservatif.

Fakta ini menarik, karena meski mereka tahu bahwa AKP tidak bertujuan untuk membuat orang jadi radikal, tapi mereka tidak nyaman dengan pemerintahan sosial konservatif. Konsep ‘sosial konservatif ini penting untuk menentukan apakah AKP merupakan sebuah kelompok baru, yang bukan berbasiskan Islam maupun sekuler.

Namun, pada saat yang sama, kelompok sekuler masih memperdebatkan kebijakan luar negeri AKP Sebagai lawan utama dari rezim Amerika-Uni Eropa, Iran mencoba untuk menjalin hubungan baik dengan Turki. Dan Turki memberi lampu hijau Turki ke Iran, yang memicu kritik. Di sisi lain, dukungan AKP untuk Hamas dan Palestina juga kontroversial.

Bagi kelompok sekuler, kesimpulannya adalah, AKP telah menggeser kebijakan luar negeri Turki "menjaga jarak" dengan Barat, mendorong katalisasi transformasi identitas Turki yang berkaitan dengan keislaman, tapi di sisi lain, AKP juga berupaya menerapkan pandangan yang liberal.

1 Di Antara Tanda-tanda Kiamat dan Peristiwa Akhir Zaman

Assalaamu’alaikum sahabat pengunjung blog berikut saya kumpulkan dan diringkaskan diantara tanda-tanda kecil dan besar kiamat serta peristiwa-peristiwa yang sudah berlaku dan akan berlaku di akhir zaman.  Lihatlah betapa semua ramalan oleh Nabi Muhammad S.a.w sudah pun berlaku terutamanya ramalan tentang peristiwa akhir zaman dan tanda-tanda kecil kiamat. Yang ditunggu-tunggu sekarang hanya lah tanda-tanda besar kiamat saja.

Sebelum itu sebagai peringatan bersama, jangan jadikan panduan ini untuk melihat keburukan pada orang lain saja, itu sudah namanya berburuk sangka kepada orang. Tetapi jadikanlah panduan ini untuk muhasabah diri, dengan melihat kedalam diri kita sendiri. Ini karena biasanya manusia hanya pandai dan nampak kesalahan dan keburukan orang lain, sedangkan keburukan diri sendiri hanya dipandang sebelah mata dan seolah-olah tidak tahu saja, na’uzubillah. Dan adakah kita sudah betul-betulmelakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Al-quran serta mengelakkan dari apa yang dilarang-Nya?  Dan apakah kita sudah tidak termasuk dalam mereka-mereka yang disebut dalam hadits-hadits berikut ini?  Semoga kita menjadi muslim yang betul-betul beriman dan senantiasa bertaubat kepada-Nya sebelum pintu taubat ditutup. Semoga menjadi pengiktibaran bersama, aamiin

Dinasihatkan juga agar berjumpa dengan ustadz dan ulama yang muktabar untuk mendapat penjelasan tentang hadits-hadits ini. 

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.” Surah Al A’raaf : Ayat 187 .


Tanda-tanda awal/kecil kiamat (alamat sughra)
 
- Seorang hamba sahaya perempuan dikawini tuannya.
- Orang-orang miskin dan pekerjaannya mengembala kambing tiba-tiba menjadi para pemimpin manusia banyak.
- Para pengembala yang sama, bermegah-megahan dengan gedung-gedung besar dan tinggi-tinggi. Berlumba-lumba membina bangunan tinggi;- Daripada Abu Hurairah r.a. ia berkata; suatu ketika Rasulullah s.a.w. nampak di tengah-tengah orang ramai. Lalu baginda didatangi oleh seseorang yang menanyakan kepadanya: “Wahai Rasulullah s.a.w. bilakah terjadinya kiamat?” Nabi s.a.w. menjawab dengan bersabda: “Tidaklah orang yang ditanya mengenai masalah itu lebih mengetahui daripada yang bertanya. Akan tetapi aku akan memberitahukan kepadamu tentang tanda-tandanya. Iaitu, jika seorang ammah (hamba perempuan) melahirkan majikannya, itulah yang termasuk di antara tanda-tandanya. Juga apabila orang-orang yang tidak beralas kaki dan tidak berpakaian menjadi pemimpin masyarakat, maka itu juga di antara tanda-tandanya. Demikian pula apabila para pengembala domba berlumba-lumba meninggikan bangunan, maka itulah salah satu tandanya di antara tanda-tanda yang lima, yang mana tidak mengetahui yang sesungguhnya selain Allah SWT.” Kemudian baginda membacakan ayat berikut ini: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sahajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan hujan, serta mengetahui apa yang ada di dalam rahim” - (Riwayat Ibn Majah).

Perhiasan Rumah Sama Dengan Perhiasan Pakaian 
- Rasulullah s.a.w bersabda: Hari Kiamat tidak akan tiba, sehingga manusia membangun rumah dan melukisnya sebagai lukisan pakaian;- (Riwayat Bukhari)

Kebanggaan Masyarakat Dengan Membina Masjid 
- Daripada Anas bin Malik r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Tidak akan tiba hari kiamat, sehingga manusia bermegah-megah dan berlebih-lebihan dalam urusan masjid (Riwayat Abu Dawud).

Masjid Menjadi Tempat Urusan Dunia Saja 
- Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Akan datang kepada manusia suatu masa, percakapan mereka dalam masjid hanyalah mengenai urusan dunia semata. Allah tidak memerlukan mereka. Dan janganlah kamu duduk bersama mereka (pada waktu dalam masjid) - (Riwayat Hakim).

Ahli Ibadah Yang Bodoh Dan Qari Yang Fasik
- Daripada Anas r.a. ia berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Kelak, di akhir zaman, akan ada ahli ibadah yang bodoh dan para qari yang fasik;- (Riwayat Ibnu ‘Adi).

Golongan yang menjadikan lidahnya sebagai alat untuk mencari makan
 
- Daripada Sa’ad bin Abi Waqash r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Tidak akan terjadi kiamat, sebelum muncul suatu golongan yang mencari makan melalui lidah-lidah mereka, seperti sapi yang makan dengan lidah-lidahnya;- (Riwayat Ahmad).

Melimpahnya Harta Benda Dan Luasnya Perniagaan Serta Banyak Media Massa 
- Dari Umar bin Tsa’lab r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sebahagian dari tanda-tanda dekatnya Hari Kiamat, adalah tersebarnya (melimpahnya) harta benda dan luasnya perniagaan. Dan pena-pena akan bermunculan yang menunjukkan banyaknya bacaan dan tulisan;- (Riwayat An-Nasae’i).

Banyak Orang Menyebut dalil Agama 
- Rasulullah s.a.w. telah bersabda: “Akan muncul di akhir zaman nanti, suatu kaum yang terdiri dari orang-orang muda yang masih mentah fikirannya (cetek faham agamanya). Mereka banyak mengucapkan perkataan Khairil Bariyah (firman Allah dan hadis Rasul), tetapi iman mereka masih lemah. Pada hakikatnya mereka telah keluar agama seperti anak panah yang lepas dari busurnya. Di mana sahaja kamu dapat menemuinya, maka hapuskanlah mereka itu, siapa yang dapat menghapus mereka, kelak akan mendapat pahala di hari kiamat.“ -(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan dapat dilihat juga sekarang banyak orang-orang bukan Islam yang menggunakan hujjah-hujjah dari AlQuran dan Al Hadits yang mana mereka membuat komentar menurut kefahaman mereka sendiri sedangkan mereka tidak faham dengan Islam.

Al-Quran Sebagai Alat Propaganda
- Ali bin Thalib r.a. berkata bahawa beliau mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak akan muncul di antara umatku suatu kaum yang membaca Al-Quran bukan seperti lazimnya kamu membaca, dan sembahyangmu jauh berbeza dengan cara mereka bersembahyang. Mereka membaca Al-Quran dengan mengira bahawa Al-Quran itu sebagai alat propaganda mereka, padahal Al-Quran itu berisi peringatan yang harus mereka junjung. Bacaan mereka itu tidak melebihi kerongkongnya (tidak sampai meresap ke dalam hati). Mereka itu sebenarnya keluar dari Islam, bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya;- (Riwayat Muslim)

Menunjuk-Nunjuk Ketika Berdoa
- Dari Saad r.a. bahawa Nabi s.a.w. bersabda: ” Kelak akan terdapat kaum yang berlebih-lebih (menunjuk-nunjuk) dalam berdoa “ (Riwayat Ahmad).

Merasa Rendah Dalam Ibadah
- Dari Abu Sa’id Al-Kudri r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Akan muncul di antara kamu suatu kaum, kamu merasa rendah dalam melakukan solat dibanding dengan mereka, amal perbuatanmu jika dibandingkan dengan perbuatan mereka dan puasa-mu jika dibanding dengan puasa mereka. Mereka membaca Al-Quran tetapi tidak sampai melalui tenggoroknya. Mereka sebenarnya keluar dari agama bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya, jika di hujung panah dilihat, tidak ada bekas apa-apanya juga di kayunya tidak ada apa-apanya juga di bulunya tidak terdapat apa-apa, tetapi berlumba-lumba dalam senarnya;- (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Imam Yang Melambatkan Waktu Solat
- Dari Ibnu Ame r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya nanti selepas peninggalanku akan terjadi; para imam mengakhirkan solat dari waktunya. Oleh kerana itu hendaklah kamu mengerjakan solat tepat pada waktunya. Jika kamu datang bersama mereka untuk mengerjakan solat, maka bersolatlah kamu;- (Riwayat Thabrani).

Al-Quran Hanya Tinggal Tulisannya Saja
- Dari Ali r.a bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Hampir datang suatu zaman, di mana agama Islam hanya tinggal namanya sahaja, dan dari Al-Quran hanya tinggal huruf dan tulisannya sahaja. Masjid-masjid indah dan megah, tetapi sunyi daripada petunjuk. Ulama mereka adalah yang paling jahat di antaranya yang ada di bawah langit. Dari mereka (ulama) itu akan muncul berbagai-bagai fitnah dan fitnah itu akan kembali ke lingkungan mereka sendiri (umat Islam);- (Riwayat Baihaqi).

Kaum Yang Meminum Ayat-Ayat Al-Quran
- Dari Uqbah bin Amir r.a. bahwa Rasulullah s.a.w bersabda : Kelak akan muncul suatu kaum dari umatku. Mereka meminum Al-Quran seperti meminum susu - (Riwayat Thabran.).

Ulat-ulat Qurra’
- Dari Abu Umamah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak pada akhir zaman akan ada ulat-ulat qurra’ (ahli baca Al-Quran). Barangsiapa yang berada pada masa itu, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari mereka;- (Riwayat Abu Nu’aim).

Serbuan Musuh Islam Terhadap Kaum Muslimin
-Daripada Tsauban r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda; “Hampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa dan seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka”. Maka salah seorang sahabat bertanya “Apakah dari kerana kami sedikit pada hari itu?” Nabi s.a.w. menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gerun terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’.”

Seorang sahabat bertanya, “Apakah wahan itu hai Rasulullah?” Nabi kita menjawab, “Cinta pada dunia dan takut pada mati”- (Riwayat Abu Daud )

Orang Mukmin Lebih Hina Daripada Hewan
- Dari Anas r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Akan datang atas manusia suatu masa, di mana keadaan orang mukmin pada masa itu lebih hina daripada domba” ;- (Riwayat Ibnu Asakir).

Ulama Yang Merugikan Umat Dan Agama
- Abdullah bin Abbas r.a berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya akan terdapat (akan ada) orang-orang dari umatku yang pandai (amat faham dan ahli) tentang urusan agama dan membaca Al-Quran, mereka berkata:“Kami datang kepada para Raja (pemimpin), biar kami memperolehi keduniaan mereka dan kami tidak akan mencampurkan mereka dengan agama kami.” Tidak terjadi hal yang demikian itu, seperti (umpamanya) tidak akan dapat dipungut dari pohon yang berduri melainkan duri. Demikian pula, tidak akan dapat diambil manfaat dari mendekatkan diri kepada mereka itu melainkan beberapa kesalahan belaka;- (Riwayat Ibnu Majah).

Menggadaikan Agama Karena Dunia

- Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Akan timbul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang dibuat daripada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan percakapan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala (mempunyai tujuan-tujuan yang jahat). Allah s.w.t. berfirman kepada mereka: “Apakah kamu tertipu dengan kelembutan Ku?, Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepada Ku?. Demi kebesaran Ku, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim ( cendikiawan ) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu)” (Riwayat Tirmidzi).

Empat Macam Golongan Mengerjakan Ibadat Haji

- Dari Anas bin Malik r.a. bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: “Kelak apabila akhir zaman terdapat empat macam golongan mengerjakan ibadat haji yaitu: 1) Para pemimpin mengerjakan ibadat haji hanya untuk ‘makan angin’, 2) Terdapat orang kaya pergi haji hanya untuk berniaga, 3) Ramai fakir miskin pergi haji dengan tujuan untuk mengemis, 4) Ahli qira’at (pembaca Al-Quran) mengerjakan ibadat haji hanya untuk mencari nama dan kemegahan.”

Penduduk Mekkah Akan Meninggalkan Kota Mekkah
- Umar r.a berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Kelak penduduk Mekkah akan keluar meninggalkan Mekkah; kemudian yang meninggalkan itu tidak akan kembali lagi kecuali hanya sebahagian kecil sahaja. Kemudian yang sedikit itu menjadikan kota itu penuh bangunan. Kemudian mereka keluar lagi dari kota itu dan tidak kembali selamanya “;- (Riwayat Ahmad).

Daripada Abu Umamah r.a. bahawa Nabi s.a.w. bersabda: Kelak akan ada orang-orang dari Umatku (Islam) memakan berbagai macam makanan dan memakai berbagai pakaian, banyak berbicara tanpa difikirkan dahulu apa sebetulnya yang dibicarakan itu, maka itulah seburuk-buruk manusia dari sebahagian Umatku (Islam) - (Riwayat Thabrani dan Abu Nu’aim).

Menyalahgunakan Takdir

- Dari Jabir r.a berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: ‘”Kelak pada akhir zaman ada suatu golongan yang berbuat maksiat kalau ditanya mereka berkata’ Allahlah yang mentakdirkan perbuatan itu kami lakukan.’ Orang yang menentang pendapat mereka pada zaman itu bagaikan orang yang menghunus pedangnya dalam jihad fisabilillah.”

- Ilmu agama sudah tidak dianggap penting lagi.
- Ilmu agama sudah tidak lagi difahami dan tidak dipelajari para manusia.

Ilmu Agama Akan Beransur-ansur Hilang
-Daripada Abdullah bin Amr bin ‘ash r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda;- “Bahwasanya Allah s.w.t. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah s.w.t. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain.” - (Riwayat Muslim)

Umat Islam Mengikuti Langkah-Langkah Yahudi Dan Nasrani
- Daripada Abu Sa’id Al-Khudri ra. berkata, bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu akan mengikuti mereka.” Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nasrani yang kau maksudkan?” Nabi s.a.w. menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka” - (Riwayat Muslim).

Terlepasnya Islam Satu Demi Satu
- Dari Umamah Al-Bahili dari Nabi s.a.w. bersabda: “Sungguh akan terlepas pegangan Islam satu demi satu. Setiap terlepas salah satu pegangan, maka orang-orang akan berebutan untuk bergantung kepada yang lain. Adapun yang pertama kali terlepas itu adalah persoalan hukum, sedangkan yang terakhir adalah perkara sholat.” - (Riwayat Ahmad).

Penyakit Umat-umat Dahulu
- Daripada Abu Hurairah r.a. katanya: Aku mendengar RasuIullah s.a.w. bersabda: “Umat ku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pernah menimpa umat-umat dahulu”. Sahabat bertanya, “Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?” Nabi s.a.w. menjawab, “Penyakit-penyakit itu ialah (1) terlalu banyak seronok, (2) terlalu mewah, (3) menghimpun harta sebanyak mungkin, (4) tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, (5) saling memarahi, (6) hasut menghasut sehingga jadi zalim menzalimi” - (Riwayat Hakim).

Sifat Amanah Akan Hilang Sedikit Demi Sedikit
- Daripada Huzaifah bin AI-Yaman r.a. katanya, “Rasulullah s.a.w. pernah memberitahu kami dua 2 buah hadis (mengenai dua kejadian yang akan berlaku). Yang pertama sudah saya lihat sedang yang kedua saya menanti-nantikannya. Rasulullah saw. memberitahu bahawasanya amanat itu turun ke dalam lubuk hati orang-orang yang tertentu. Kemudian turunlah al-Quran. Maka orang-orang itu lalu mengetahuinya melalui panduan al-Quran dan mengetahuinya melalui panduan as-Sunnah. Selanjutnya Rasulullah saw. menceritakan kepada kami tentang hilangnya amanah, Ialu beliau bersabda, “Seseorang itu tidur sekali tidur, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, kemudian tertinggallah bekasnya seperti bekas yang ringan sahaja. Kemudian ia tertidur pula, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, maka tinggallah bekasnya seperti lepuh di tangan (menggelembung di tangan dari bekas bekerja berat seperti menggunakan kapak atau cangkul). Jadi seperti bara api yang kau gillingkan dengan kaki mu, kemudian menggelembunglah ia dan engkau melihat ia meninggi, padahal tidak ada apa-apa”. Ketika Rasulullah saw. menceritakan hadis ini beliau mengambil sebiji batu kecil (batu kerikil) lalu menggilingkannya dengan kakinya. ”Kemudian berpagi-pagi (jadilah) orang ramai berjual beli, maka hampir sahaja tiada ada seorang juga pun yang suka menunaikan amanah, sampai dikatakan orang bahawasanya di kalangan Bani Fulan (di kampung yang tertentu) itu ada seorang yang sangat baik memegang amanah, sangat terpercaya dan orang ramai mengatakan, “Alangkah tekunnya dalam bekerja, alangkah indahnya pekerjaannya, alangkah pula cerdik otaknya. Padahal di dalam hatinya sudah tiada lagi keimanan sekali pun hanya seberat timbangan biji sawi.” “Maka sesungguhnya telah sampai masanya saya pun tidak mempedulikan manakah di antara kamu semua yang saya hendak bermubaya’ah (berjual beli). Jikalau ia seorang Islam, maka agamanya lah yang akan mengembalikan kepada ku (maksudnya agamanya lah yang dapat menahannya dari khianat). Dan jikalau ia seorang Nasrani atau Yahudi, maka pihak yang bertugaslah yang akan menggembalikannya kepada ku (maksudnya jika dia seorang Nasrani atau Yahudi maka orang yang memegang kekuasaan / pemerintahlah yang dapat membantu aku untuk mendapatkan semua hak-hak ku daripadanya.) Ada pun pada hari ini maka saya tidak pernah berjual beli dengan kamu semua kecuali dengan Fulan dan Fulan (orang-orang tertentu sahaja)”- (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Tahun-tahun yang penuh tipu muslihat
- Daripada Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh muslihat, dimana akan dibenarkan padanya orang yang berdusta, dan akan didustakan orang yang benar. Akan dipercaya orang yang berkhianat, dan akan dituduh berkhianat orang yang terpercaya. Serta akan bertutur padanya Ruwaibidhah. Maka ada yang menanyakan: Apa itu Ruwaibidhah? Dijawab baginda s.a.w. : yaitu, orang yang bodoh dan hina ditugaskan menangani kepentingan umum - (Riwayat Ibn Majah)

- Lahirnya para Dajjal (tukang dusta) yang jumlahnya hampir 30 orang semuanya mengaku sebagai utusan Allah (yang didewa-dewakan)
- Adanya 2 golongan besar sama berbunuhan, dengan semboyan sama-sama akan menegakkan agama Islam.

Dajjal Sang Pendusta
- Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak akan terjadi Hari Kiamat sebelum dimunculkan para dajjal sang pendusta, yang jumlahnya hampir mendekati tiga puluhan, di mana masing-masing mengaku; bahawa dirinya adalah Rasul Allah.” - (Riwayat Muslim).

Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi s.a.w. bersabda, : “Akan keluar dajjal dan khazzab di kalangan umatku. Mereka akan berkata sesuatu yang baru di mana kamu dan bapa-bapa kamu belum pernah mendengarnya. Awasilah mereka dan jagalah diri kamu daripada disesatkan oleh mereka.””;- [Musnad Ahmad, 20/349].

Abu Hurairah r.a. berkata, “Nabi s.a.w. bersabda, : “Qiamat tidak akan tiba sehingga muncul 30 dajjal, semua mengaku sebagai utusan Allah, harta bertambah, berlaku huru-hara dan al-Harj berleluasa.” Seorang sahabat bertanya, “Apakah harj?” Baginda bersabda, “ Bunuh-membunuh.” - [Musnad Ahmad, 2/457].

Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi s.a.w. bersabda, :“Qiamat tidak akan tiba selagi belum muncul 30 dajjal, semua berbohong mengenai Allah dan RasulNya.”- [Musnad Ahmad, 2/450].

Ibn Umar r.a. berkata, “Daku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda, :“Di kalangan umat ku akan ada 70 Penyeru, yang mengajak manusia kepada neraka jahannam. Daku boleh beritahu nama mereka dan kaum mereka jika daku mahu.”

Golongan Pendusta Di Bidang Hadits
- Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kelak akan ada di antara generasi akhir dari umatku orang-orang yang meriwayatkan kepada kamu hadis yang belum pernah – juga bapa-bapa kamu – mendengarnya. Untuk itu, hindarilah mereka.” - (Riwayat Muslim).

Orang yang mewarnakan rambutnya dengan warna hitam
- Daripada Ibn Abbas r.a. berkata bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda; Akan ada di akhir zaman nanti orang-orang yang mengecat rambut mereka dengan warna hitam, seperti tembolok burung merpati, dan mereka tidak akan mencium baunya syurga - (Riwayat Abu Dawud)

Lelaki menyerupai wanita dan wanita menyerupai lelaki
- Rasulullah s.a.w. bersabda: Di antara tanda-tanda dekatnya Hari Kiamat adalah laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki - (Riwayat Abu Nu’aim).

Mendidik anjing lebih baik dari mendidik anak
- Daripada Abu Dzar r.a berkata, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila zaman (Kiamat) semakin hampir, mendidik anjing lebih baik daripada mendidik anak, tidak ada rasa hormat kepada yang lebih tua, dan tidak ada rasa kasih sayang kepada yang lebih kecil, anak-anak zina semakin ramai, sehingga laki-laki menyantap perempuan di jalanan, mereka tidak ubahnya seperti kambing yang berhati serigala;- (Riwayat Thabrani dan Hakim).

Orang Yang Baik Berkurangan Sedang Yang Jahat Bertambah Banyak
- Daripada Aisyah r.a. berkata, aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak akan berlaku hari qiamat sehingga anak seseorang menjadi punca kemarahan (bagi ibu bapanya) dan hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas) dan akan bertambah ramai orang yang tercela dan akan berkurangan orang yang baik dan anak-anak menjadi berani melawan orang-orang tua dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik”;- (Riwayat Thabrani).

Ulama Tidak Dipedulikan
- Daripada Sahl bin Saad as-Saaidi r.a. berkata: Rasulullah s.a.w bersabda; ‘Ya Allah! Jangan kau temukan aku dan mudah-mudahan kamu (sahabat) tidak bertemu dengan suatu masa di mana para ulama sudah tidak diikut lagi, dan orang yang penyantun sudah tidak disegani lagi. Hati mereka seperti hati orang Ajam (pada fasiqnya), lidah mereka seperti lidah orang Arab (pada fasihnya).”;- (Riwayat Ahmad).

- Ilmu agama dicabut (banyaknya A’lim Ulama’ yang meninggal dunia).

Ketiadaan Imam Untuk Sembahyang Berjemaah
- Daripada Salamah binti al-Hurr r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Lagi akan datang suatu zaman, orang ramai berdiri tegak beberapa masa. Mereka tidak dapat memulakan sembahyang berjamaah kerana tidak mendapatkan orang yang boleh menjadi imam”;- (Riwayat Ibnu Majah).

Zaman Kekeliruan

- Anas ibn Malik berkata, “Nabi s.a.w. bersabda: “Zaman Dajjal adalah zaman kekeliruan. Manusia akan percaya pendusta dan tidak percaya orang yang berkata benar. Manusia tidak percaya orang yang amanah dan mempercayai orang yang khianat. Dan Ruwaibidhah akan diberi perhatian.” Sahabat bertanya “Siapakah Ruwaibidhah itu?” Sabda Baginda, “Orang-orang yang menentang Allah yang diberi penghargaan untuk berucap kepada masyarakat.”  [Musnad Ahmad, 3/220].

Akibat Berhenti Menyeru Kebaikan Dan Mencegah Kemungkaran

- Anas ibn Malik r.a. berkata, “Ditanya kepada Nabi s.a.w, “Ya Rasulullah, (apa akibat) apabila kami berhenti menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran?” Nabi s.a.w. bersabda: “Apa yang telah berlaku kepada Bani Israel, akan berlaku kepada kamu. Apabila zina berleluasa di kalangan pemimpin kamu, ilmu pada urusan orang yang terendah di kalangan kamu dan kuasa dimiliki oleh orang yang rosak di kalangan kamu.””;- [Riwayat Ibnu Majah, juga Kitab al-Fitan (Hadith 4015), 2/1331; Musnad Ahmad 3/187.].

Manusia Yang Berhati Syaitan
- Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kelak akan datang di akhir zaman segolongan manusia, di mana wajah-wajah mereka adalah wajah manusia, namun hati mereka adalah hati syaitan; seperti serigala-serigala yang buas, tidak ada sedikit pun di hati mereka belas kasihan. Mereka gemar menumpahkan darah dan tidak pernah berhenti dari melakukan kekejian. Apabila kamu mengikuti mereka, maka mereka akan memperdaya kamu. Akan tetapi apabila kamu menghindar dari mereka, maka mereka akan mencela kamu. Apabila berbicara dengan kamu, maka mereka akan membohongi kamu. Dan apabila kamu memberinya kepercayaan, maka mereka akan mengkhianati kepercayaan yang kamu berikan. Anak kecil mereka bodoh, pemuda mereka licik, sementara yang tua tidak menyuruh berbuat baik dan melarang yang mungkar. Mereka itu sentiasa membanggakan diri dalam kehinaan. Dan meminta apa yang ada pada mereka bererti kesusahan. Orang yang sopan-santun di tengah mereka adalah sesat, dan orang yang menyuruh kepada perbuatan ma’ruf malah menjadi tertuduh, orang beriman di kalangan mereka adalah lemah, sedangkan orang fasik menjadi mulia. Sunnah di tengah mereka menjadi bidaah, sedangkan bidaah itu sendiri adalah sunnah. Maka ketika itulah mereka dikuasai oleh orang-orang paling jahat di antara mereka. Sedangkan orang pilihan apabila ia menyeru, pasti tidak akan dihiraukan.”;- (Riwayat Thabrani).

Hilangnya Amanat Dan Munculnya Orang-Orang Gemuk
- Dari Zahdam bin Mudlorrib r.a. mendengar Imron bin Khushoin berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Sesungguhnya sebaik-baik kamu adalah yang hidup pada masaku, kemudian orang-orang yang hidup selepas mereka, kemudian orang-orang yang hidup selepas mereka.” Imron berkata: “Aku tidak mengerti; Apakah Rasulullah s.a.w. berkata tentang peristiwa-peristiwa selepas zamannya, dua kali atau tiga kali (generasi)?” Kemudian sabda Rasulullah: “ Sesudah mereka ada suatu kaum yang berhak menjadi saksi tapi diminta kesaksiannya (tidak dijadikan sebagai saksi), mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya, mereka bernazar (berjanji) tidak menepatinya. Dan kalau sudah terjadi demikian muncullah orang-orang gemuk di antara mereka” - (Riwayat Muslim).

Dilema Antara Berbuat Maksiat Dan Meninggalkannya
- Abu Hurairah r.a berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: ” Kelak akan datang atas umatku; suatu masa di mana seseorang dihadapkan pada dua pilihan antara kelemahan dan kemaksiatan (kejahatan, kecabulan, pengkhianatan dan sebagainya). Barangsiapa mendapati (berada) pada masa itu, hendaklah ia memilih kelemahan dan meninggalkan kecabulan (penyelewengan) “;- (Riwayat Hakim).

Orang yang rusak akhlak
- Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi s.a.w. bersabda: “Dunia ini tidak akan Qiamat selagi orang yang paling seronok ialah orang yang rosak akhlak anak kepada orang yang rosak akhlak.”;- [Riwayat Ahmad, Musnad, 2/358.].

Golongan Anti Hadith
- Daripada Miqdam bin Ma’dikariba r.a. berkata: Bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda, “Hampir tiba suatu masa di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas katilnya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis daripada hadisku maka ia berkata : “Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah (al-Quran) sahaja. Apa yang dihalalkan oleh al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan”. Kemudian Nabi s.a.w. melanjutkan sabdanya: “Padahal apa yang diharamkan oleh Rasulullah s.a.w. samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan oleh Allah s.w.t.”;- (Riwayat Abu Daud)

Munculnya Golongan Yang Engkar Pada As-sunnah
- Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Akan datang suatu kaum yang mematikan (menolak untuk menggunakan dasar) as-sunnah dan menyangkal tentang agama. Maka atas merekalah laknat Allah, laknat orang-orang yang melaknat, laknat Malaikat serta laknat semua manusia;- (Riwayat Ad Dailami).

Pemimpin Yang Diktator
- Dari Abu Hurairah r.a. berkata, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda:“Sesungguhnya di kalangan kamu nanti akan tertanam kemahuan besar kedudukan (politik) dalam kerajaan. Sesungguhnya yang demikian itu akan menjadikan kamu menyesal dan susah pada Hari Kiamat; Sebaik-baik ibu adalah yang mahu menyusui anak (ertinya sebaik-baik pemimpin adalah yang memperhatikan kepentingan rakyat), dan seburuk-buruk ibu adalah ibu yang tidak mahu menyusui anaknya (ertinya seburuk-buruk pemimpin adalah pemimpin yang tidak memerhatikan kepentingan rakyat);- (Riwayat Bukhari dan Nasae’i).

Pemimpin Yang Menipu Rakyat
- Ka’ab bin Ujrah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Akan datang di kemudian hari nanti, setelah aku tiada; beberapa pemimpin yang berdusta dan berbuat aniaya. Maka barang siapa yang membenarkan kedustaan mereka dan membantu (mendukung) tindakan mereka yang aniaya itu, maka ia bukan termasuk umatku, dan bukanlah aku daripadanya. Dan ia tidak akan dapat sampai datang ke telaga (yang ada di syurga);- (Riwayat Tirmidzi, Nasae’i dan Hakim).

Iman Yang Semakin Lemah
- Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Dahulukanlah amal soleh di mana pada waktu itu akan terjadi huru-hara dahsyat bagaikan malam yang gelap gelita, seseorang pada pagi harinya beriman lalu pada petang harinya menjadi kafir, atau petang harinya kafir, lalu pagi harinya menjadi mukmin. Ia menjual agamanya dengan keduniaan” ;- (Riwayat Muslim).

Abu Umamah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Kelak akan terjadi suatu fitnah, yang keadaan mukmin sedang petang harinya menjadi kafir, kecuali orang yang Allah dihidupkan dengan ilmu yang manfaat” ;- (Riwayat Ahmad dan Thabrani).

Pemimpin Yang Menyembunyikan Hak Rakyat
- Dari Ubadah bin Shamit r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesudahku nanti ada pemimpin-pemimpin yang menguasai urusanmu. Mereka mengetahui urusanmu, sedangkan kamu sendiri tidak mengetahuinya. Mereka menyembunyikan atasmu sesuatu yang menjadi hakmu sedang kamu mengetahuinya. Barangsiapa yang menemui kejadian seperti itu, maka janganlah mentaati orang yang berbuat durhaka kepada Allah Azza Wa jalla;- (Riwayat Thabrani dan Hakim).

Pemimpin Yang Membuat Kerusakan
- Ibnu Mas’ud r.a berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Nanti kamu sekalian akan dikuasai para pemimpin yang selalu membuat kerosakan, dan Allah tidak akan memberikan perbaikan/pertolongan kepada mereka. Barangsiapa di antara mereka taat kepada Allah, maka bagi mereka akan mendapat pahala dan kamu harus bersyukur. Dan barangsiapa di antara mereka yang membuat maksiat kepada Allah, maka mereka akan mendapat dosa dan kamu harus bersikap sabar;- (Riwayat Thabrani).

Ramai Pemimpin Tetapi Tidak Dapat Menjamin Ketenteraman
- Dari Abdurrahman Al-Anshari r.a bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sebahagian dari tanda-tanda dekatnya Hari Kiamat adalah banyaknya bacaan (ramai yang pandai membaca) dan sedikit di antara mereka yang mengerti agama, banyak umara’ (pemimpin) tetapi ketenteraman berkurang;- (Riwayat Thabrani).

Pemimpin Yang Diingkari Rakyat
- Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak akan ada pemimpin yang kamu mengenalnya, tetapi kamu mengingkari (perbuatan)nya. Barangsiapa yang menentang mereka (tidak mengikuti dan tidak mendukung perbuatannya), mereka akan selamat. Barangsiapa yang menjauhi mereka, ia akan aman sentosa, barangsiapa yang bergaul (mendukung) dengannya, maka ia akan binasa;- (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Thabrani).

Dari Ummi Salmah r.a. bahwa Rasulullah s.a.w bersabda: Nanti akan ada penguasa; Kamu sekalian mengenalnya, tetapi kamu mengingkarinya. Barangsiapa yang membencinya, maka ia akan bebas; barangsiapa yang mengingkarinya dia akan selamat, tetapi mereka ada juga pengikutnya - (Riwayat Muslim dan abu Daud).

Umat Islam akan tertimpa penyakit orang kafir
- Daripada Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Umatku (Islam) nanti akan ditimpa penyakit masyarakat; yaitu: berupa kejahatan, kebencian, kesombongan, bermegah-megahan, perselisihan dalam hal dunia, saling benci-membenci dan saling hasut-menghasut, sehingga terjadilah kerusakan (kehancuran perpaduan umat)” – (Riwayat Hakim).

Daripada Anas bin Malik r.a. berkata Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya sebahagian tanda-tanda dekatnya hari kiamat adalah hilangnya kemanfaatan ilmu, makin kentara kebodohan, diminumnya khamar (arak), meluasnya perzinaan dengan terang-terangan, banyaknya wanita dan sedikitnya lelaki sehingga lima puluh  wanita mempunyai satu pelindung lelaki - (Riwayat Bukhari).

Zaman Di Mana Halal Dan Haram Dianggap Sama Oleh Manusia
- Daripada Abu Hurairah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Akan datang kepada manusia suatu masa, di mana kala itu seseorang tidak lagi mempedulikan dari mana ia memperolehi hartanya, apakah dari yang halal atau haram” – (Riwayat An Nasa’i).

- Tersebarnya perzinaan karena memperolehi izin rasmi untuk mendirikan tempat pelacuran/perzinaan dari setiap pemerintah yang bersangkutan.

- Segala minuman keras seperti khamr (arak) sama diminum dengan berleluasa dan bebas, peminumnya sudah tidak lagi mengenal dosa, bahkan sebagai kebanggaan.

Dikatakan manusia halalnya riba, arak, perzinaan, pakaian dari sutera dan kecapi-kecapi (alat-alat muzik);- Sabda Rasulullah s.a.w: “Nanti pada akhir zaman akan terjadi gempa bumi dan penyakit kolera dan perubahan-perubahan ini terjadi apabila muzik-muzik, biduanita-biduanita telah maharajalela dalam kehidupan umat manusia dan minuman keras (arak) telah dihalalkan” – (Riwayat Thabrani).

Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya nanti akan benar-benar terjadi; akan ada suatu kaum dari Umatku (Islam) yang mengatakan halalnya perzinaan, pakaian sutera, arak dan kecapi-kecapi (alat-alat muzik).” (Riwayat Thabrani)

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sungguh akan ada beberapa orang dari umatku yang meminum khomr (arak), mereka namakan dengan nama lain. Kepala mereka itu dilalaikan dengan bunyi-bunyian (muzik) serta nyanyian, lalu Allah tenggelamkan mereka ke dalam bumi dan akan menjadikan mereka itu seperti kera dan babi” – (Riwayat Ibnu Majah).

Rasulullah s.a.w bersabda: “Kelak pada akhir zaman akan ada dari umat ini suatu kaum yang tingkah lakunya akan jadi seperti kera dan babi. Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah! Tidakkah mereka bersaksi bahawa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah?” Rasulullah menjawab: “Betul, mereka juga berpuasa, sembahyang dan haji.” Mereka bertanya lagi: “Lalu mengapa keadaan mereka menjadi begitu?” Rasulullah menjawab: “Mereka mengadakan nyanyian-nyanyian, menabuh gendang disertai para biduanita dan penari, lalu pada malam harinya mereka mengadakan pesta minum-minuman dan bermain-main maka pada pagi harinya mereka berubah menjadi tingkah lakunya seperti kera dan babi. Dan sungguh akan ada seorang yang pergi berbelanja ke kedai atas suruhan temannya, setelah ia kembali kepadanya, lalu ia berubah tingkah lakunya seperti menjadi kera dan babi” – (Riwayat Ibnu Abi Dunia).

Ditimpa tanah runtuh dan berbagai bala bencana
- Dilaporkan dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi s.a.w. bersabda: “Demi Dia yang mengutuskan daku dengan kebenaran, bumi ini tidak akan hancur sehingga penghuninya ditimpa tanah runtuh, ditimpa hujan batu dan berubah menjadi binatang.” Orang bertanya, “Bilakah terjadi demikian wahai Rasulullah?” Sabda Baginda, “Apabila kamu melihat wanita menunggang di atas pelana, penyanyi berleluasa, saksi-saksi memberi keterangan palsu menjadi kebiasaan dan lelaki meniduri lelaki dan wanita meniduri wanita.” – [al-Haithami, Kitab al-Fitan].

Dua Golongan Yang Akan Menjadi Penghuni Neraka
-Daripada Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ada dua golongan yang akan menjadi penghuni Neraka yang belum lagi aku melihat mereka. Pertama, golongan (penguasa) yang mempunyai cemeti-cemeti bagaikan ekor lembu yang digunakan untuk memukul orang. Kedua, perempuan yang berpakaian tetapi bertelanjang, berlenggang lenggok waktu berjalan, menghayun-hayunkan bahu. Kepala mereka (sanggul di atas kepala mereka) bagaikan bonggol (goh) unta yang senget. Kedua-dua golongan ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan dapat mencium bau wanginya. Sesungguhnya bau wangi syurga itu sudah tercium dari perjalanan yang sangat jauh daripadanya”(Riwayat Muslim).

- Jumlah orang lelaki lebih sedikit kerana sedikitnya bayi lelaki yang lahir, dan ramai kaum lelaki yang sama, mati/meninggal dunia.

Daripada Abdillah ia berkata, bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Mendekati hari kiamat kelak, hanya akan diberikan salam kepada orang-orang tertentu. Juga akan marak kegiatan perdagangan, sehingga isteri-isteri pun ikut terlibat membantu suaminya dalam berdagang. Dan juga akan terjadi pemutusan hubungan persaudaraan” – (Riwayat Ahmad).

Perdagangan, perniagaan, terputusnya persaudaraan, saksi palsu, tersebar luasnya tulisan-tulisan
- Thariq ibn Shibab berkata, “Kami sedang duduk bersama Abdullah ibn Mas’ud apabila datang seorang lelaki memberitahu waktu solat sudah tiba. Maka kami pun bangun dan menuju ke masjid. Selesai sholat, tampil seorang lelaki kepada Abdullah ibn Mas’ud dan berkata, “As-salamu’alaika wahai Abu Abdur Rahman.” Jawab beliau, “Allah dan RasulNya telah berkata benar.” Semasa pulang kami bertanya sesama sendiri, “Kamu dengarkah apa jawapan beliau? Siapakah yang akan tanya beliau mengenainya?” Daku berkata, “Biar saya yang tanya beliau, lalu daku pun bertanya beliau sebaik sahaja beliau keluar. Beliau meriwayatkan dari Baginda s.a.w, : “Sebelum Qiamat tiba, terdapat satu ucapan khusus untuk orang kenamaan; perdagangan tersebar luas sehingga wanita akan turut suaminya dalam perniagaan; perhubungan keluarga akan putus; saksi palsu berleluasa sedang saksi benar akan sukar ditemui dan tulisan tersebar luas.”  [Riwayat Ahmad, Musnad, 1/407].

Bahaya Kemewahan
- Daripada Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Bahawasanya kami sedang duduk bersama Rasulullah s.a.w. di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus’ab bin Umair r.a. dan tiada di atas badannya kecuali hanya sehelai selendang yang bertampung dengan kulit. Tatkala Rasulullah s.a.w.melihat kepadanya baginda menangis dan menitiskan air mata kerana mengenangkan kemewahan Mus’ab ketika berada di Mekkah dahulu (kerana sangat dimanjakan oleh ibunya) dan kerana memandang nasib Mus’ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang terpaksa meninggalkan segala harta benda dan kekayaan di Mekkah). Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: “Bagaimanakah keadaan kamu pada suatu saat nanti, pergi di waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi di waktu petang dengan pakaian yang lain pula. Dan bila diangkatkan satu hidangan diletakkan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghias) rumah kamu sepertimana kamu memasang kelambu Ka’bah?”. Maka jawab sahabat, “Wahai Rasulullah, tentunya di waktu itu kami lebih baik daripada di hari ini. Kami akan memberikan penumpuan kepada masalah ibadat sahaja dan tidak usah mencari rezeki”. Lalu Nabi s.a.w. bersabda, “Tidak! Keadaan kamu di hari ini adalah lebih baik daripada keadaan kamu di hari itu” - (Riwayat Tirmidzi).

Penyelewengan, Maksiat dan Penghindarannya
- Dari Anas r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Akan datang atas manusia, suatu masa, yang mereka tidak sanggup lagi mencari penghasilan kecuali dengan jalan maksiat (antara lain penyelewengan), sehingga orang berani berdusta dan bersumpah, maka apabila masa itu sudah terjadi (timbul), hendaklah kamu lari menghindari perbuatan itu.” Baginda ditanya: “Ya, rasulullah! Ke tempat mana kita akan lari menghindar?” Baginda menjawab: “Kepada Allah: Kepada Kitab-Nya dan kepada sunnah Nabi-Nya”;- (Riwayat Ad Dailami).

Orang sudah tidak mempedulikan halal dan haram – “Akan datang suatu masa kepada manusia, di mana orang tidak lagi mempedulikan apa yang diperolehnya apakah itu usaha yang halal atau yang haram”;- (Riwayat Nasae’i).

Dalam riwayat lain Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan datang kepada manusia suatu zaman, yang tidak peduli lagi seseorang di zaman itu dari mana harta diambil, (apakah yang diambilnya itu halal atau haram)” (Riwayat Nasae’i).

Maraknya Rasuah
- Mu’az bin Jabal berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Ambillah pemberian, selama itu berbentuk sebuah pemberian. Sedangkan jika telah menjadi bentuk suap, maka dalam agama, janganlah kamu mengambilnya. Tidaklah keengganan kamu meninggalkannya lalu mencegah kamu dari kemiskinan dan keperluan hidup. Ingat, lingkaran Islam selalu berputar, maka berputarlah bersama Al-Quran ke mana pun ia mengarah. Ingat, Al-Quran dengan penguasa akan berbeza arah. Maka dari itu, janganlah kamu memisahkan diri dari Al-Quran. Ingat, kelak akan berkuasa atas kamu pemimpin-pemimpin yang akan memutuskan untuk diri mereka sesuatu yang tidak diputuskan untuk kamu. Jika kamu membangkang kepada mereka, maka sudah tentu mereka akan membunuh kamu. Akan tetapi, apabila kamu mematuhinya, maka mereka pasti akan menyesatkan kamu. Para sahabat bertanya: “Apa yang harus kami lakukan pada waktu seperti itu wahai Rasulullah?” Baginda menjawab: “Lakukanlah seperti yang dilakukan oleh para pengikut Isa bin Maryam, di mana mereka menyebar dengan membawa gergaji, lalu memikul kayu. Kerana, mati dalam ketaatan kepada Allah jauh lebih baik daripada hidup dalam keadaan bermaksiat kepadaNya”;- (Riwayat Tabrani).

Maraknya praktik riba
- Daripada Abu Hurairah r.a. berkata Rasulullah s.a.w. bersabda: Sungguh akan datang kepada manusia suatu masa, di mana tidak tersisa dari mereka seorang pun kecuali menjadi pemakan riba. Dan barangsiapa yang tidak mahu memakannya, maka pasti ia akan terkena oleh debunya;- (Riwayat Ibnu Majah)

Rasulullah s.a.w bersabda: Akan datang suatu masa, di mana manusia menganggap halal riba dengan nama jual beli - (Riwayat Ibnul Qayyim).

- Meluapnya jumlah kaum wanita melebihi kaum lelaki dengan perbandingan 50 berbanding seorang lelaki.
- Banyak terjadi gempa bumi.

Keluarnya Sumber kekayaan dan perang di Timur Tengah (Iraq).

Munculnya Galian-galian Bumi
- Daripada Ibnu Omar r.a. berkata: “Pada suatu masa dibawa ke hadapan Rasulullah s.a.w. sepotong emas. Dan emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dikutip. Emas itu telah dibawa oleh Bani Sulaim dari tempat tambang (galian) mereka. Maka sahabat berkata: “Hai RasuIullah! Emas ini adalah hasil dari galian kita”. Lalu Nabi s.a.w. menjawab, “Nanti kamu akan dapati banyak galian-galian, dan yang akan menguruskannya adalah orang-orang yang jahat” - (Riwayat Baihaqi).

Rakus Terhadap Hal Dunia
- Sabda Rasulullah s.a.w.: (Jika) Hari Kiamat telah hampir terjadi; tidak bertambah manusia kecuali loba (rakus akan harta benda), dan mereka tidak bertambah dekat kepada Allah, kecuali akan menambah jauh dari Allah ( dari ajaran agama);- (Riwayat Thabrani)

Rasulullah s.a.w. bersabda: Apabila akhir zaman, adalah kekuatan agama manusia terletak pada dinar dan dirham (harta);- (Riwayat Turmidzi)

Ramai Orang Kaya Tinggal Di Lereng Gunung
- Rasulullah s.a.w bersabda: Sungguh akan ada beberapa kaum yang bertempat tinggal di dekat (lereng) gunung, lalu orang-orang fakir datang kepada mereka untuk sesuatu keperluannya, kemudian mereka berkata: “Kembalilah kepada kami esok.” Kemudian Allah menyatukan gunung itu atas mereka - (Riwayat Bukhari).

Peperangan Di Kawasan Sungai Furat (Iraq) Kerana Merebut Kekayaan
- Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: ‘Tidak terjadi hari qiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates iaitu sebuah sungai yang ada di lraq) menjadi surut airnya sehingga ternampak sebuah gunung daripada emas. Ramai orang yang berperang untuk merebutkannya. Maka terbunuh 99 daripada  100 orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata: “Mudah-mudahan akulah orang yang terselamat itu”. Di dalam riwayat lain ada disebutkan; “Sudah dekat suatu masa di mana sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu ternampak perbendaharaan daripada emas, maka barangsiapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun daripada harta itu”;- (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Tentera Yang Kejam
- Dari Abu Umamah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Kelak pada akhir zaman akan ada angkatan tentera sejak pagi-pagi dalam kemurkaan Allah, dan waktu petang juga dalam kemurkaan Allah. Oleh kerana itu waspadalah kamu sekalian! Jangan sampai kamu sekalian dijadikan perisai buat mereka;- (Riwayat Thabrani).

- Zaman sudah dekat-mendekati.

Masa berlalu bagaikan kobaran api;- Daripada Anas bin Malik r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Tidak terjadi kiamat, hingga waktu terasa saling berdekatan. Satu tahun seperti satu bulan dan satu bulan laksana satu minggu. Satu minggu bagaikan satu hari, dan satu hari ibarat satu jam, serta satu jam laksana kobaran api (cepat sekali berlalu);- (Riwayat Tirmidzi).

- Banyak terjadi perkara fitnah-memfitnah.


Fitnah bagaikan malam yang gelap-gelita
- Daripada Anas bin Malik r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Mendekati hari kiamat akan terdapat berbagai macam fitnah laksana bahagian malam yang gelap-gelita. Kala itu seseorang menjadi Mukmin di pagi hari, berbalik menjadi kafir memasuki petang hari. Dan menjadi Mukmin di petang hari, berbalik menjadi kafir memasuki pagi hari. Orang-orang pun akan menjual agamanya dengan harta benda duniawi;- (Riwayat Tirmidzi).

- Banyaknya haraj, yakni bunuh-membunuh (Pembunuhan bermaharajalela dalam masyarakat kesan dari jahiliyah moden).

Pembunuhan demi pembunuhan

- Daripada Abu Hurairah r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Tidak akan terjadi kiamat, hingga munculnya banyak kekacauan. Lalu para sahabat bertanya: Apa yang dimaksud ‘harj’ (kekacauan) itu, wahai Rasulullah? Nabi s.a.w. menjawab: Pembunuhan demi pembunuhan;- (Riwayat Muslim).

- Banyaknya harta bagi setiap orang, sehingga menjadi bingung untuk membelanjakannya.

- Ramai orang yang bermegahan dalam gedung-gedung besar dan banyaknya pasar.

Rasulullah bersabda : “Kiamat hampir saja akan berdiri apabila sudah banyak perbuatan bohong, masa (waktu) akan terasa cepat dan pasar-pasar akan berdekatan (kerana saling banyaknya)” (sahih Ibnu Hibban).

Binatang buas dan benda-benda padat berbicara
- Daripada Abu Said al Khudri r.a. berkata bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Demi Dzat yang telah menciptakan diriku dengan kekuasaan-Nya, tidak akan terjadi Hari Kiamat sebelum binatang-binatang buas berbicara dengan manusia. Sebelum seseorang diajak berbicara oleh hujung serta tali-tali seliparnya. Dan pahanya akan mengkhabarkan kepadanya tentang apa yang dilakukan oleh isterinya sesudahnya;- (Riwayat Tirmidzi)

Bagaikan Menggenggam Bara Api
- Daripada Anas bin Malik r.a. berkata, bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Akan datang kepada manusia suatu masa di mana orang yang berpegang kepada agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api;- (Riwayat Tirmidzi)

Punca Kebinasaan Seseorang
-Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Selagi akan datang suatu masa di mana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali bila ia lari membawanya dari suatu puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu lubang kepada lubang yang lain. Maka apabila zaman itu telah terjadi, segala pencarian (pendapatan kehidupan) tidak dapat dicapai kecuali dengan perkara yang membabitkan kemurkaan Allah s.w.t. Maka apabila ini telah terjadi, kebinasaan seseorang adalah berpunca dari menepati kehendak isterinya dan anak-anaknya. Kalau ia tidak mempunyai isteri dan anak, maka kebinasaannya adalah berpunca dari menepati kehendak kedua orang tuanya. Dan jikalau orang tuanya sudah tiada lagi, maka kebinasaannya adalah berpunca dari menepati kehendak kaum kerabatnya (adik beradiknya sendiri) atau dari menepati kehendak jirannya”. Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah s.a.w., apakah maksud perkataan engkau itu ? (kebinasaan seseorang dari kerana isterinya, atau anaknya, atau orang tuanya, atau keluarganya, atau jirannya?)”. Nabi s.a.w. menjawab, “Mereka akan mencelanya dan mengaibkannya dengan kesempitan kehidupannya. Maka dari kerana itu ia terpaksa melayan kehendak mereka dengan menceburkan dirinya di jurang-jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya”;- (Riwayat Baihaqi)

Bencana Yang Akan Menimpa Umat Islam Di Akhir Zaman
- Abdullah ibn Umar berkata, Rasulullah s.a.w. telah menghampiri kami lalu bersabda: “Wahai Muhajirin, kamu akan ditimpa 5 bencana; semoga Allah tidak mengizinkan kamu hidup untuk menyaksikannya: (1) Apabila zina berleluasa, ketahuilah bahawa ia tidak berlaku tanpa ditimpa penyakit-penyakit baru yang tidak pernah diketahui/dialami oleh manusia sebelumnya. (2) Apabila manusia menipu dalam timbangan, ia tidak berlaku tanpa ditimpa kemarau dan kebuluran ke atas orang ramai serta ditindas oleh pemerintah mereka. (3) Apabila manusia tidak memberi zakat, ketahuilah bahawa hujan akan tertahan ke atas mereka. (4) Apabila manusia memutuskan perjanjian mereka dengan Allah dan RasulNya, ketahuilah bahawa Allah akan menghantar musuh kepada mereka untuk merampas kepunyaan mereka. (5) Apabila pemerintah mereka tidak memerintah mengikut Kitabullah, ketahuilah bahawa Allah SWT akan pecah-belahkan mereka dan menjadikan mereka berbalahan sesama mereka.”;- (Riwayat Ibn Majah, Kitab al-Fitan (Hadith 4019), 2/ 1332).

Tanda-tanda akhir / besar kiamat (alamat kubra)

Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab: “Kami sedang berbincang tentang hari qiamat”. Lalu Nabi saw. bersabda: “Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”.  Hadith Riwayat Muslim

Keterangan hadith di atas

Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadis ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar-besar, akan terjadi di saat hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah:

1 – Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir dan menyebabkan kepala mereka menjadi hitam seperti kepala kambing yang disalai atas bara api.

2 – Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya. Dia akan keluarl dari arah pertengahan antara Laut Syam dan Laut Yaman di Timur Tengah, mengaku sebagai Nabi Isa a.s, tuhan orang Kristian dan Bani Israel.

Nabi s.a.w. bersabda: “Dajjal akan muncul di suatu tempat di timur bernama Khurasan. Pengikutnya adalah manusia yang berwajah seperti perisai yang telah dipalu tukul.”;- [Riwayat Tirmidzi, Abwab al-Fitan, 2338, 6/495.]

3 – Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.  Ianya juga sebagai bukti besar Islam bahawa Dajjal adalah bukannya Nabi Isa a.s yang diwar-warkan sebagai tuhan Kristian dan Yahudi.

Turunnya Nabi Isa dari langit
- Abu Hurairah r.a. berkata, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda; Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, sungguh amat dekat saat turunnya Isa putera Maryam di kalangan kamu sekelian yang bertindak sebagai seorang hakim yang adil. Ia akan memecahkan semua kayu palang salib, membunuh babi, melenyapkan pajak gadai dan pada waktu itu harta melimpah ruah, sehingga seorang pun tidak ada yang mahu menerima harta yang disedekahkan kepadanya, hingga satu sujud lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di dalamnya. Kemudian Abu Hurairah berkata: ” Bacalah, jikalau engkau semua menginginkannya:” Tidak ada sama sekali dari golongan ahli kitab, melainkan mereka hanya beriman kepada Isa a.s. sebelum mangkat baginda iaitu setelah turunnya ke bumi dan sebelum tibanya hari kiamat. Pada hari kiamat Isa a.s. akan menjadi saksi atas semua orang.

Isa a.s. mencari Dajjal;- Daripada Urwah bin Mas’ud Ats Tsaqafi berkata, “Saya mendengar Abdullah bin Amr berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Dajjal itu akan keluar dari kalangan umatku, kemudian ia menetap selama empat puluh. Yang meriwayatkan hadis ini berkata: “Saya tidak mengerti apakah yang dimaksudkan itu empat puluh  hari atau empat puluh  bulan atau empat puluh tahun…” Selanjutnya baginda bersabda: “Allah mengutus Isa mencari Dajjal itu kemudian membinasakannya. Setelah itu manusia menetap seperti biasa selama tujuh 7 tahun. Tidak ada pertengkaran antara dua 2 orang (pada waktu itu umat manusia hidup dalam kerukunan - (Riwayat Muslim).

Perang melawan Yahudi;- Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Hari Kiamat tidak akan tiba, sehingga (Kaum Muslimin) memerangi Kaum Yahudi, sehingga batu tempat orang Yahudi bersembunyi itu pun berkata: “Hai, Orang Islam! Ini ada orang Yahudi, bunuhlah!” -  Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim.

Umat Islam Memusnahkan Orang-Orang Yahudi;-Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: ”Tidaklah akan berlaku qiamat, sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sehingga kaum Yahudi itu bersembunyi di sebalik batu dan pohon kayu, lalu batu dan pohon kayu itu berkata: “Hai orang Islam, inilah orang Yahudi ada di belakang saya. Kemarilah! Dan bunuhlah ia! “, kecuali pohon gharqad (semacam pohon yang berduri), kerana sesungguhnya pohon itu adalah dari pohon Yahudi (oleh sebab itulah ia melindunginya)” - (Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim).

Nabi Isa a.s kemudiannya akan wafat di madinah.

4 – Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, yaitu apabila mereka berjaya menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.

Telah diriwayatkan bahawa, Rasulullah s.a.w telah masuk ke rumahnya dengan rasa ketakutan sambil berkata  ”Laa Ilaaha Ilallah, celaka bangsa Arab dari bahaya yang telah dekat, ini telah terbuka dinding Yakjuj Makjuj sebesar ini sambil melingkarkan jari telunjuk dengan ibu jarinya.

Zainab bin Jahsy bertanya: “Ya Rasulullah! Dapatkah kami binasa, padahal masih ramai solihin di antara kami?” Jawab Rasulullah s.a.w.: “Ya,! Jika telah banyak kejahatan.”;-  Riwayat Muttafaq Alaihi.

Tirai dinding Yakjuj Makjuj
- Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Nabi s.a.w bersabda: ”Allah telah membuka tirai dinding Yakjuj Makjuj sebesar ini; sambil melengkungkan jari telunjuk dengan ibu jari” - Hadith riwayat Muttafaq Alaihi

Hancurnya Yakjuj Makjuj dan seluruh isi alam menjadi sesuci salju dan melimpah ruahnya sumber rezeki dan kekayaan berkat doa Nabi Isa a.s.

Rasulullah s.a.w bersabda:- ”Maka hilanglah segala permusuhan dan benci-membenci di kalangan manusia dan hilanglah segala bisa dari keseluruhan binatang yang berbisa sehingga anak kecil memasukkan tangannya ke dalam mulut ular, maka ular itu tidak menggigitnya dan tidak ada apa-apa kemudharatan. Anak kecil boleh bermain dengan singa, bahkan serigala yang biasanya menerkam kambing akan terbalik seakan-akan menjadi anjing pemeliharanya. Bumi ini akan dipenuhi dengan keamanan dan keselamatan seperti mana dipenuhkan sesuatu bejana dengan air. Pendapat akan menjadi satu ( tiada perselisihan antara ummat) dan tidak disembah kecuali hanya Allah dan segala peperangan akan berhenti dan orang Quraisy kembali memegang tampuk kepimpinan (maksudnya kepimpinan Imam Mahdi)” - Hadith Riwayat Ibnu Majjah.

Daripada Nawas bin Sam’an r.a. (dalam hadis yang panjang) berkata, bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda;-”Maka dikirim oleh Allah, Yakjuj dan Makjuj; mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi. Barisan depan mereka melalui Danau Tibris, lalu mereka minum air Danau itu sampai habis. Kemudian barisan terakhir lewat pula di situ, lalu mereka mengusapkan: “Sesungguhnya di sini dahulunya pernah ada air.” Nabi Isa a.s. dan rakan-rakannya terkepung (sehingga kekurangan makanan), sehingga seekor kepala sapi (kepala lembu) bagi masing-masing mereka, lebih berharga dari seratus dinar bagi setiap orang di hari itu. Maka berdoalah Isa a.s. dan rakan-rakannya (supaya Yakjuj Makjuj binasa). Lalu Allah mengirim penyakit hidung pada kenderaan Yakjuj Makjuj, maka di waktu pagi mereka semuanya mati sekaligus. Kemudian Nabi Isa a.s. dan rakan-rakannya turun dari bukit dan didapatinya tidak ada tempat terluang agak sejengkal, melainkan telah dipenuhi oleh bangkai busuk. Maka berdoalah Nabi Isa dan rakan-rakannya kepada Allah (supaya bangkai busuk itu hilang), lalu dikirim oleh Allah burung-burung sebesar unta, maka diangkutnya bangkai-bangkai itu dan dilemparkannya ke tempat yang dikehendaki Allah, kemudian Allah menurunkan hujan lebat, yang tidak membiarkan sebuah rumah pun yang dibuat dari tanah liat dan bulu unta, lalu dibasuhnya bumi sehingga bersih seperti kaca. Sesudah itu kepada bumi diperintahkan; “Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah keberkatanmu!” Maka di masa itu, sekumpulan orang kenyang kerana memakan buah delima dan mereka dapat berteduh di bawah kulitnya. Rezeki mereka beroleh berkat, sehingga seekor unta bunting cukup mengenyangkan sekumpulan orang. Dalam keadaan demikian, ketika itu Allah mengirimkan angin melalui ketiak mereka. Maka diambilnya nyawa setiap orang beriman dan setiap orang Islam. Maka tinggallah orang-orang jahat, bercampur-baur seperti himar (tidak tahu malu). Maka di kala itu terjadilah kiamat” - Hadith Riwayat Muslim.

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda:- “Sesungguhnya, Allah swt akan mengutus angin (yang lembut) yang datang dari negeri Yaman. Angin itu lebih lembut dari sutera. Ia tidak melalui seseorang yang beriman, walaupun imannya hanya ada sebesar biji sawi kecuali ia akan mematikannya”;- Hadith  Riwayat Muslim.

5 – Binatang yang dipanggil ‘Dabbah’ akan keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah S.w.t. Ia muncul di waktu dhuha dan akan berbicara kepada setiap manusia.

Binatang yang keluar sebagai tanda akan datangnya hari kiamat itu akan keluar dengan membawa cincin Nabi Sulaiman dan tongkat Nabi Musa a.s. Kemudian memberi semacam tanda kepada wajah orang mukmin dengan menggunakan tongkatnya dan memberi cap pada hidung orang kafir, dengan menggunakan cincin itu, sehingga orang-orang yang ahli tamu sama berkumpul yang satu mengucapkan “Hai orang mukmin!” dan yang lain mengucapkan “Hai orang kafir!”;- (Riwayat Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim).

Binatang itu akan keluar lalu memberi tanda kepada orang ramai di hidungnya. Orang-orang berkumpul ramai sekali, sehingga ada orang yang membeli binatang tersebut, pembeli itu ditanya: “Dari siapakah engkau membeli binatang ini?” Jawabnya: “Dari orang yang dicap hidungnya.”;- (Riwayat Ahmad)

Dabbah ini juga akan menjadi guru kepada manusia kerana waktu itu manusia sudah tidak mendengar dan mempercayai firman2 Allah dan juga alim ulamak. Lihatlah betapa manusia waktu itu sudah buntu dan akhirnya Allah utuskan binatang untuk menjadi guru manusia. Diumpamakan seperti kisah Habil dan Habil, yang mana Allah utuskan burung gagak untuk memberi pelajaran tentang cara-cara menanam mayat manusia.

6 – Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya iaitu dari arah Barat. Maka pada saat itu Allah S.w.t. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa. Bermakna PINTU TAUBAT sudah tertutup.  Ini kerana IMAN adalah KEYAKINAN, sedangkan apabila matahari sudah keluar dari barat itu bermakna sudah SAH akan kiamat.  Maka iman di ketika itu hanyalah IMAN dalam terpaksa, maka IMAN sebegitu tidak lagi diterima oleh Allah S.w.t, na’uzubillah.

Contohnya sama seperti Firaun yang mengakui Allah itu Tuhan apabila nyawanya sudah sampai tenggorok iaitu ketika ajalnya sudah hampir (sakaratul maut) ketika dia tenggelam dalam laut Merah ketika mengejar Nabi Musa a.s dan kaum Bani Israel.  Maka IMAN ketika itu sudah tidak diterima lagi kerana dia telah SAH akan mati.

Abu Hurairah r.a. berkata, “Nabi s.a.w. bersabda, : “Qiamat tidak akan tiba sehingga matahari terbit dari Barat. Manusia akan menyaksikannya, sesiapa yang berada waktu itu akan mempercayainya tetapi itulah masanya dimana “…tidaklah bermanfaat Iman seseorang bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu.” ;- [Riwayat Bukhari, Kitab al-Tafsir, 6/73].

Tidak akan terjadi Hari Kiamat, sebelum matahari terbit dari tempat terbenamnya (Maghrib / Barat). Apabila matahari terbit dari tempat terbenamnya, manusia semuanya beriman. Maka di waktu itu, iman seseorang tidak berguna bagi dirinya yang tadinya belum pernah beriman, juga bagi mereka yang belum pernah berbuat baik dalam berimannya;- (Riwayat Muslim).

Begitulah sistem alam ini akan menjadi tidak seimbang dan semakin kacau-bilau apabila hampir kepada kebinasaannya, sama lah seperti manusia yang menghampiri saat2 kematiannya, akan berlaku lah ketidak-seimbangan dan kacau bilau dalam sistem tubuhnya.

7 – Gempa bumi di Timur.

8 – Gempa bumi di Barat.

9 – Gempa bumi di Semenanjung Arab.

10 – Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman.

Keluarnya api dari Hijjaz menghalau manusia pada masa itu dari arah selatan Yaman ke utara negeri Syam, maka ketika itu Malaikat Israfil akan meniup sangkakala, tiupan yang pertama yang mengejutkan ke semua orang yang berada pada hari itu. Di hari itu orang ramai tidak sempat berurusan dengan urusan masing-masing. Mereka akan dikejutkan dengan tiupan yang keras sekali, yang menderu di udara sehingga semua orang akan tercengang ke langit mendengarkannya.

Mengikut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadis-hadis Rasulullah Saw. bahawa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala petanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah beliau turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merosakkan sistem alam cakerawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”.

Beberapa kejadian lain

- Rusaknya Kaabah ( Baitullah ).

Rusaknya Kaabah
- Abu Hurairah r.a. berkata, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Akan ada orang yang merobohkan Kaabah, iaitu seorang yang berbetis kecil dari Habsyah (Ethiopia);- (Riwayat Muttafaq Alaih).

Kaabah diruntuhkan
-Daripada Abdullah bin Amr bin ‘Ash r.a. berkata, bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:- “Ka’bah akan dihancurkan oleh orang Habsyah (orang Negro) yang bergelar “Dzus-Suwaiqatain” (orang yang kedua-dua betisnya kecil) dan ia akan merampas segala perhiasannya dan melucutkan kelambunya. Seakan-akan terbayang di hadapan mataku keadaan seorang yang botak, bengkok sedikit sendi-sendinya. Ia memukul-mukul Ka’bah itu dengan besi penyeduk dan kapak besar”;- (H. Riwayat Imam Ahmad).

Lenyapnya Al-Quran dari Mushaf dan hati (Al-Quran diangkat)

Al-Quran Akan Hilang Dan Ilmu Akan Diangkat;-Daripada Huzaifah bin al-Yaman r.a. berkata, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: ”Islam akan luntur (lusuh) seperti lusuhnya corak (warna-warni) pakaian (bila ia telah lama dipakai), sehingga (sampai suatu masa nanti) orang sudah tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan puasa, dan apa yang dimaksudkan dengan sembahyang dan apa yang dimaksudkan dengan nusuk (ibadat) dan apa yang dimaksudkan dengan sedekah. Dan al-Quran akan dihilangkan kesemuanya pada suatu malam sahaja, maka (pada esok harinya) tidak tinggal dipermukaan bumi daripadanya walau pun hanya satu ayat. Maka yang tinggal hanya beberapa kelompok daripada manusia, di antaranya orang-orang tua, laki-laki dan perempuan. Mereka hanya mampu berkata, “Kami sempat menemui nenek moyang kami memperkatakan kalimat “La ilaha illallah”, lalu kami pun mengatakannya juga”. Maka berkata Shilah (perawi hadis daripada Huzaifah), “Apa yang dapat dibuat oleh La ilaha illallah (apa gunanya La ilaha illallah) terhadap mereka, sedangkan mereka sudah tidak memahami apa yang dimaksudkan dengan sembahyang, puasa, nusuk, dan sedekah”? Maka Huzaifah memalingkan muka daripadanya (Shilah yang bertanya). Kemudian Shilah mengulangi pertanyaan itu tiga kali. Maka Huzaifah memalingkan mukanya pada setiap kali pertanyaan Shilah itu. Kemudian Shilah bertanya lagi sehingga akhirnya Huzaifah menjawab, “Kalimat itu dapat menyelamatkan mereka daripada api neraka” (Huzaifah memperkatakan jawapan itu tiga kali)”- Hadith Riwayat Ibnu Majah.

Mengenai Manusia Yang Hidup Di Ambang Qiamat
- Abdullah ibn Mas’ud r.a. berkata, “Daku telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda, “Kefasihan boleh memukau; manusia yang akan merasai qiamat semasa hidup ialah manusia yang terjahat dan mereka yang menjadikan kubur sebagai masjid.” ;- [Riwayat Ahmad, Musnad, 3/268].

Peristiwa-peristiwa Di Ambang Qiamat;- Telah diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri r.a., Nabi s.a.w. bersabda, : “Halilintar serta petir akan sering berlaku menjelang Qiamat sehingga seorang akan bertanya kepada orang ramai, “Ada sesiapa di antara kamu yang dipanah petir pagi tadi?” Maka disahut, “Si fulan dan fulan telah kena panah.”” ;- [Riwayat Ahmad, Musnad, 3/64,65].

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda, : “Qiamat tidak berlaku sehingga datang hujan lebat yang merusakkan sekalian tempat kediaman kecuali khemah-khemah.”  [Riwayat Ahmad, Musnad, 2/262].

Sabda Rasulullah s.a.w : “Tidak terjadi kiamat itu sehingga orang bersetubuh (berzina) seperti bersetubuh keledai di tengah jalan.” (H.Riwayat Ibnu Hibban).

Abu Hurairah r.a. berkata bahwa beliau dengar Rasulullah s.a.w. bersabda,: “Qiamat tidak akan berlaku sehingga punggung wanita-wanita Dhaus mengelilingi Zul-Khalasah.”;- [Riwayat Bukhari, Kitab al-Fitan, 8/182].

*** Dhaus ialah suatu kaum di Yaman. Zul-Khalasah ialah rumah berhala di zaman Jahiliyyah. Mereka percaya sesiapa menyembah atau mengelilinginya akan disucikan (khallasa). Hadith ini berarti kaum itu akan murtad dan kembali menyembah berhala sehingga wanita mereka menyembah dan mengelilinginya dengan menggoyang-goyangkan tubuh mereka.

Jika keadaan sudah jadi seperti ini, maka kiamat bila-bila masa boleh terjadi. Kiamat diumpamakan seperti:- “Seperti perempuan yang mengandung yang sudah cukup bulan. Keluarganya tidak tahu bilakah mereka akan dikejutkan dengan kelahiran anak yang dalam kandungannya, sama ada di waktu malam atau siang”;- (H.Riwayat Ahmad).

“Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.

Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

Adapun orang yang melampaui batas,

dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).

(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, bilakah terjadinya

Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)?

Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).

Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit)

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu petang atau pagi hari.” Surah An Naazi’aat : Ayat 34 – 46

========
Sumber :
1 – Al-Quran
2 – Ceramah Tanda Besar Kiamat oleh Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat
3 – http://www.geocities.com/saifullah_islam77/dekatnya_kiamat.html
4 – 40 hadith tentang peristiwa akhir zaman – Abu Ali al Banjari An Nadwi




Rabu, 26 Maret 2014

0 Pembelajaran dari Partai Islam di Turki, Partai Keadilan dan Pembangunan

Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan pendukungnya kader dan simpatisan Partai Keadilan dan Pembangungan Turki yang diperkirakan mencapai 1 juta lebih, di Istanbul. Mungkinkah suatu saat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan begini?

Partai Keadilan dan Pembangunan (bahasa Inggris: Justice and Development Party), (bahasa Turki: Adalet ve Kalkınma Partisi) adalah sebuah partai politik di negara Turki. Partai Keadilan dan Pembangunan Turki sering juga di singkat JDP, AK PARTİ, AKP atau PKP dalam Bahasa Indonesia. Partai ini berhaluan kanan moderat dengan ideologi partai yang konservatif. Saat ini menjadi partai terbesar dengan meraih 327 anggota parlemen Turki. PKP Turki di Pimpin oleh Recep Tayyip Erdogan



Partai Keadilan dan Pembangungan didirikan pada tahun 2001 oleh sejumlah anggota partai yang telah ada sebelumnya. Selanjutnya pada Pemilu Turki tahun 2002 partai yang baru didirikan ini mendapat kemenangan dengan meraih dua pertiga kursi anggota di majelis parlemen Turki. Abdullah Gul sebagai kader partai ini mendapat kepercayaan untuk menjadi perdana menteri, namun amandemen undang-undang dasar negara Turki tahun 2003 memperbolehkan Erdogan untuk mengganti posisi Abdullah Gul.

Pada Pemilu tahun 2007, PKP mendapat suara 47% namun di parlemen jatah kursi mendapat 341. Walaupun mengalami penurunan, Erdogan kembali terpilih menjadi perdana menteri Turki dan kader PKP Abdullah Gul menjadi presiden Turki.

Pada Pemilu tanggal 12 Juni 2011, PKP mengalami kenaikan jumlah pemilih dengan meraih 49,8 persen suara dan mendapat jatah kursi 327 di parlemen. Kini PKP mendapat kepercayaan membentuk pemerintahan untuk ketiga kali secara berturut-turut.

Tokoh dan Pendiri Partai Keadilan dan Pembangunan berasal dari para politisi yang sudah memiliki pengalaman dari beragam partai sebelumnya. Kader utama berasal dari Partai yang sudah berdiri sebelumnya dan berhaluan reformis. Kader ini seperti Abdullah Gul yang berasal dari Partai Kebajikan (Virtue Party) yang berhaluan Islam. Selain dari kader reformis berhaluan Islam, kader lainya berasal dari partai yang berhaluan sosialis konservatif yaitu Partai Tanah Air seperti Cemil Çiçek dan AbdülKadir Aksu. Kader utama lainya berasal dari Partai Demokratik Turki seperti Hüseyin Çelik dan Köksal Toptan. Anggota lainya memiliki latar belakang yang berbeda-beda dari partai yang sudah berdiri sebelumnya yang mewakili kaum nasionalis dan islam.

Selain kader-kader dari partai lain yang berpindah ke Partai Keadilan dan Pembangungan, terdapat sejumlah nama tokoh yang sudah lama menjadi anggota dan pendiri partai bersama Recep Tayyip Erdogan seperti Ali Babacan, Selma Aliye Kavaf, Egemen Bağış dan Mevlüt Çavuşoğlu.

Menurut salah satu mantan menteri Turki yang bernama Hüseyin Çelik, "Partai Keadilan dan Pembangunan Turki merupakan sebuah partai berhaluan demokratis konservatif terhadap nilai moral dan sosial." Majalah The Economist menyebut Partai Keadilan dan Pembangunan Turki sebagai partai "agak islam" sementara Reuters menyebut partai ini sebagai partai "Islam yang mengakar" dan "berhaluan Islam." Partai ini juga sering di sebut oleh banyak media barat sebagai partai islam. Pada bulan maret 2012 Çelik mengeluhkan seringnya penyebutan partai ini oleh media barat sebagai partai islami, partai berhaluan Islam, agak Islam, berorientasi Islam, berbasiskan Islam atau memiliki agenda Islam dan sejenisnya. Penyebutan ini tidak mewakili nilai kebenaran dari Partai Keadilan dan Pembangungan.(
Wikipedia)


0 Pembelajaran dari Partai Islam di Turki

Turki merupakan suatu negeri yang memiliki kisah panjang tentang jatuh bangunnya peradaban. Di negeri ini pula Islam pernah sedemikian bercahaya gemerlap tatkala Kekhalifahan Islam Turki Utsmani masih berdiri kokoh. Dan seorang Abdullah ‘Azzam, pernah pula berlinang airmata kesedihan ketika menulis satu demi satu kalimat yang diuntainya menjadi sebuah buku berjudul ‘Pelita Yang Hilang’. Turki merupakan pelita Islam di gerbang Eropa. Sebab itu, musuh-musuh Allah senantiasa berupaya sekuat tenaga untuk memadamkan pelita tersebut.

Konspirasi Yahudi Internasional-lah, lewat seorang Yahudi dari Dumamah bernama Mustafa Kemal Atatürk, yang meruntuhkan kekhalifahan Turki Ustmaniyah. Sejak itu, Mustafa Kemal menghancurkan semua simbol-simbol keIslaman dari negeri tersebut dan membunuh siapa saja yang berani menghalang-halanginya.

Setelah kekhalifahan hancur, Mustafa Kemal Atatürk segera memberlakukan hukum sekularisme di negeri tersebut. Semua yang terkait dengan simbol-simbol ke-islam-an, walau sekecil apa pun, menjadi sesuatu yang dilarang. Barangsiapa yang masih mempergunakannya maka akan diseret ke penjara. Adzan pun yang di mana-mana mempergunakan bahasa Arab diganti dengan bahasa Turki. Allahu Akbar menjadi Allahu Buyuk. Jangan tanya soal hijab atau jilbab, semuanya dicampakkan jauh-jauh.

Sekularisme yang dilancarkan
Mustafa Kemal Atatürk didukung penuh oleh angkatan bersenjata Turki yang memang telah dikondisikan jauh-jauh hari oleh jaringan Yahudi Internasional. Sampai hari ini pun, militer Turki dikenal sebagai penjaga nilai-nilai sekularisme paling depan dan senantiasa siap untuk memberangus siapa pun yang ingin meruntuhkan nilai-nilai sekularisme Turki tersebut.


Sistem Sekuler Bernama Demokrasi

Sebelum berkuasanya Mustafa Kemal Atatürk, Turki yang masih menganut sistem kekhalifahan menganut sistem Syuro, bukan demokrasi. Ada perbedaan sangat prinsipil di antara keduanya. Dalam sistem demokrasi, setiap orang memiliki satu suara, tidak perduli apakah dia itu seorang ulama yang bersih atau dia seorang koruptor, seorang pembunuh, seorang maling, seorang munafik, atau seorang penzina sekali pun. SIngkatnya, dalam demokrasi, suara ulama dan suara seorang penzina itu dianggap sama : satu suara.

Beda sekali dengan Syuro yang memang berasal dari Islam. Dalam sistem Syuro, orang-orang yang dikenal baik reputasinya, bersih, shalih, jauh dari hal-hal yang syubhat apalagi haram, memiliki keilmuan yang bagus, pemahaman yang lurus, dan semata-mata bekerja dan hidup demi menegakkan Islam, bukan ‘menunggangi’ Islam, maka orang-orang ini diangkat oleh khalifah dan duduk di dalam satu majelis yang disebut Majelis Syuro. Majelis yang berisi orang-orang yang bersih dan lurus, para ulama dalam arti sesungguhnya, dan menjadi wakil umat di dalam memutuskan segala apa yang diperlukan umat dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Walau demikian, rakyat kebanyakan bisa mengontrol Dewan Syuro ini dan memberi masukan-masukan yang sesuai dengan Islam. Jika ada pejabat negara yang sudah melakukan sesuatu hal yang keluar dari nilai-nilai Islam, maka umat berhak meminta Dewan Syuro agar mencopot orang tersebut dari jabatannya. Dan Dewan Syuro pun akan membahas hal tersebut bersama-sama dan memutuskan menurut kaidah Islam yang benar, bukan menurut kalkulasi politik praktis yang semata berdasar logika seorang manusia semata, apalagi berdasar kepentingan sesaat syahwat kekuasaan.

Di zaman Rasulullah, jabatan publik seperti hakim, gubernur, menteri, atau sebagainya merupakan amanah yang sangat berat pertanggungjawabannya di akherat kelak, sehingga banyak sahabat yang menolak ketika jabatan itu akan diserahkan kepadanya. Para sahabat dan para tabiin memahami dengan baik jika hakikat kemenangan dalam Islam diukur dari seberapa banyaknya umat yang telah menjalani hidup sesuai dengan syariat Islam. Makin banyak umat yang terbina, maka kondisi masyarakat, bangsa, dan negara dengan sendirinya juga akan semakin baik.

Hal ini beda dengan partai-partai sekuler yang mengukur hakikat kemenangannya semata dengan jumlah sudah berapa banyak posisi gubernur, menteri, dan jabatan publik lainnya berada di tangannya. Partai Islam tidak demikian karena lebih mengutamakan pembinaan terhadap manusianya, bukan posisi atau jabatannya yang sejatinya merupakan amanah yang sangat berat pertanggungjawabannya.

Para sahabat yang hidup berdampingan dengan Rasulullah saja banyak yang menolak jabatan, bahkan banyak yang menangis ketika dipaksa menerima jabatan tersebut. Beda sekali dengan zaman kini di mana banyak orang yang malah memburu jabatan, bahkan dengan menghalalkan segala cara.

Di masa kekuasaan Mustafa Kemal, banyak aktivis islam dijebloskan ke dalam penjara bahkan sampai harus menemui kematian. Sebab itu, dakwah dilakukan dengan sangat rahasia dan tertutup. Dalam kondisi masyarakat demikian maka tumbuh suburlah tarekat-tarekat sufiisme yang merupakan sebuah eskapisme dari kondisi masyarakat yang kering ruhiyah. Sejarah mencatat jika sufiisme selalu berkembang dengan pesat di saat tatanan masyarakat dan kekuasaan bersikap represif terhadap dakwah Islam.

Pelajaran berharga diambil oleh para aktivis Islam Turki saat angkatan bersenjata negeri tersebut mengkudeta Perdana Menteri Adnan Menderes dari Partai Demokrat yang berkuasa di tahun 1960-an. Saat berkuasa, Menderes melakukan sejumlah upaya yang dinilai militer Turki bisa menghancurkan asas sekularisme Turki seperti membolehkan adan kembali dilakukan dalam bahasa Arab, merenovasi masjid yang rusak, membuka kembali fakultas ushuludin, dan menghidupkan kembali lembaga penghapal Al-Qur’an.

Oleh militer Turki, Menderes bersama Ketua Parlemen Bultuqan, serta Menteri Luar Negeri Fathin Zaurli dijatuhi hukuman mati.

Walau ditekan dan ditindas penguasa sekuler Turki yang didukung penuh oleh angkatan bersenjatanya, Islam tidaklah lantas punah begitu saja dari negeri ini. Dalam kondisi seperti ini, seperti juga di banyak negeri lainnya, di Turki bermunculan aliran-aliran sufiisme dan tarekat yang berfungsi sebagai eskapisme dari aktivitas religius yang tidak menemukan salurannya. Aliran sufi dan tarekat Nusairiyah dianggap kelompok yang paling banyak pengikutnya. Bahkan di beberapa pelosok Turki, banyak warganya masih mengenakan identitas keIslaman seperti jilbab bagi perempuan dewasanya.

Penindasan terhadap Islam dan pemaksaan sistem hidup sekularisme ternyata juga tidak mampu membunuh kekuatan aktivitas politik Islam. Mereka memainkan strategi amat sangat cantik guna mengembalikan negeri ini kepada nilai-nilai Islam seperti halnya saat masa kegemilangan kekhalifahan Turki Utsmaniyah sebelum Yahudi dari Dumamah, si Mustafa Kemal, yang didukung oleh kekuatan jaringan Zionisme Internasional mengacak-acak dan menghancurkannya.

Horakah Islam di Turki berusaha kuat dan juga tentunya secara diam-diam menyebarkan dakwahnya dari satu Muslim ke Muslim lainnya. Mereka menggunakan taktik penyebarluasan dakwah Islam dari bawah ke atas. Gerakan ini memiliki logika sederhana bahwa jika sudah banyak rakyat Tuki yang terbina dengan baik, maka dengan sendirinya cahaya Islam pun akan kembali menerangi negeri ini, tanpa perlu bekerjasama dengan kubu-kubu musuh Allah terkecuali dalam keadaan yang kuat. Karena kerjasama dengan pihak musuh hanya akan bisa efektif jika posisi kita sendiri kuat melebihi musuh kita. Bukan sebaliknya.

Proses mengembalikan nilai-nilai Islam di Turki juga dilakukan dengan intensif di sektor-sektor strategis yang berpengaruh kuat terhadap pusat kekuasaan dan pusat kebijakan. Hal ini dilakukan dengan sangat professional dan tidak terburu-buru. Mereka tidak akan pernah memasukkan orangnya ke dalam pusat-pusat pemerintahan sebelum ‘infrastrukturnya’ tercipta dengan baik.

Profesionalisme dalam dakwah benar-benar diterapkan. Bagi aktivis Islam yang bergerak di bidang perekonomian, para pengusaha, dibiarkan tumbuh dengan cepat dan besar. Para politikus Islam tidak merongrong para pengusaha dan professional Muslim dengan alasan-alasan aktivitas politik butuh dana untuk ini dan itu. Para pengusaha dan professional Muslim tidak dianggap sebagai ‘dompet satu-satunya’ bagi gerakan politik Islam. Aktivitas politik Islam di Turki dilakukan secara sabar dan bertahap, bukan meloncati marhalah yang ada.

Mereka dengan serius memperkuat eksistensi dirinya terlebih dahulu, bersungguh-sungguh melakukan pembinaan terhadap obyek dakwah, mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas. Yang tercipta tiap hari adalah kemunculan kader yang terus tumbuh dengan pesat, bukan orang-orang yang baru satu dua hari mengenal Islam lantas dikenakan kewajiban untuk juga merekrtut orang lainnya untuk mendukung kekuatan partai Islam. Mereka sadar, jika yang terakhir ini dilakukan maka ujung-ujungnya partai Islam akan kehilangan identitasnya sebagai partai dakwah, karena sudah tidak ada lagi perbedaan dengan partai-partai sekuler yang juga mengutamakan kuantitas ketimbang kualitas. Umat hanya dijadikan komoditas politik (baca: dimanfaatkan sementara waktu demi tujuan-tujuan jangka pendek), dan setelah itu ditinggalkan atau dilupakan. Ini adalah kebiasaan partai politik sekuler, dan sama sekali tidak boleh dilakukan oleh sebuah partai dakwah.

Beberapa gerakan politik Islam di Turki yang menerapkan cara ini antara lain gerakan An Nur, Refah, Fadhilah, Partai Keadilan dan Pembangunan, dan sebagainya. Kader-kader mereka antara lain adalah Necmetin Erbakan yang memimpin Partai Refah, sampai dengan Recep Tayyip Erdogan, murid dari Erbakan, yang berjuang lewat Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Mereka tidak secara terang-terangan memusuhi pilar-pilar sekularisme, namun mereka juga tidak larut dalam aras utama politik sekularisme Turki, apalagi menggandeng kubu-kubu sekularis menjadi mitranya jika secara internal sendiri mereka lemah.

Selain kelompok-kelompok politik Islam di atas, ternyata di Turki juga menyimpan gerakan-gerakan Islam radikal yang bersikeras politik Islam harus dimunculkan dari atas ke bawah. Mereka ini diwakili oleh gerakan IBDA-C dan Hizbullah Turki. Mereka dengan tegas menyatakan akan mendirikan negara Islam Turki dengan segala cara, seperti revolusi dan gerakan-gerakan lainnya yang terinspirasi oleh revolusi Islam Iran yang dimotori Khomeini di tahun 1979.

Sejarah politik di Turki telah menunjukkan kepada kita bahwa rakyat akhirnya lebih memilih kekuatan politik Islam yang bersikap non-konfrontatif namun tetap lekat dengan nilai-nilai Islamnya. Racep Thayib Erdogan dengan AKP-nya yang simpatik berhasil mengantungi suara terbanyak di parlemen. Sejumlah langkah yang membuat kekuatan politik Islam ini bisa diterima oleh mayoritas rakyat Turki adalah sebagai berikut:

Pertama, dalam membangun kekuatan ‘Islam politiknya’, mereka terlebih dahulu melakukan pembinaan dan kaderisasi yang sungguh-sungguh. Mereka mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas dan membuang sikap tergesa-gesa apalagi ‘pengkarbitan’ kader. Dakwah ini mengalami perluasan yang luar biasa karena para kadernya memperlihatkan diri sebagai seorang Muslim yang baik, yang cerdas, sholih, profesional, namun tetap dekat dengan rakyat dengan menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan dan memiliki empati atau kepedulian sosial yang sangat tinggi, tidak sebatas jargon politis atau seruan dari atas mimbar-mimbar.

Mereka memperlihatkan satu kata dengan perbuatan kepada rakyat Turki. Mereka mengatakan hidup sederhana, ya mereka melakukan hal itu dalam kehidupan kesehariannya. Mereka mengatakan sebagai kelompok yang memiliki kepedulian sosial tinggi, ya mereka banyak mendirikan lembaga-lembaga sosial yang benar-benar bermanfaat pada rakyat banyak dalam jangka waktu yang lama dan bukan sebatas aksi-aksi politis yang bersifat sementara. Hal inilah yang menumbuhkan simpati rakyat kepada mereka, karena rakyat melihat mereka benar-benar beda, tidak sama dengan para politikus dari kubu sekularis.

Kedua, mereka mengutamakan profesionalitas dakwah. Mereka mempersilakan para kadernya memilih jalan dakwah di dunianya masing-masing. Yang politikus ya di jalan politik, yang pengusaha ya di bidang ekonomi, yang memiliki keahlian di bidang seni budaya ya di bidang tersebut. Antara satu bidang dengan bidang lainnya saling bekerjasama, namun tidak pernah mesin politik Islam mereka ‘menodong’ kader mereka yang bergerak di bidang ekonomi untuk membiayai pergerakan mereka dengan suatu kewajiban yang memberatkan si kader pengusaha tersebut. Mesin politik mereka digerakkan oleh keikhlasan dan asas profesionalitas, bukan dengan todong sana-sini apalagi bekerjasama dengan kubu-kubu lawan yang lebih kuat yang dalam ideologi tidak sejalan dengan dakwah Islam.

Sikap todong sana-sini untuk bisa menggerakkan mesin politik sesungguhnya menunjukkan jika mesin politik tersebut belum pada waktunya untuk bisa berjalan dan menunjukkan sikap terburu-buru yang sesungguhnya tidak perlu dilakukan. Dakwah Islam harus dilakukan secara bertahap, dari marhalah ke marhalah, bukan dengan main lompat tali.

Hal-hal lainnya sungguh banyak. Namun secara garis besar bisa dikatakan, kekuatan politik Islam di Turki ini telah menunjukkan pembelajaran sangat berarti bagi saudara-saudaranya di seluruh dunia jika politik Islam memang harus dilakukan secara benar dan bersungguh-sungguh. Mereka memperjuangkan nilai-nilai Islam, tidak saja di mulut namun menunjukkannya kepada rakyat Turki bahwa mereka dan keluarga-keluarga mereka memang hidup meneladani RAsulullah SAW dan para sahabat serta para tabiin.

Kemenangan partai Islam di Turki merupakan kemenangan sebuah keteladanan yang telah berjalan lama dan panjang, bukan kemenangan semu yang hanya dicapai dengan memanfaatkan sentimen keIslaman rakyat Turki yang memang hampir seratus persen memeluk agama Islam. Keteladanan para qiyadah bersama dengan keluarganya dalam menjalani hidup di tengah rakyat Turki, di tengah para tetangganya, adalah kata kuncinya, bukan yang lain.


 

Resensi Akhir Zaman • All Rights Reserved